Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Restrukturisasi Waskita Terus Berjalan, Ini Perkembangannya

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 27 Juli 2024 | 15:01 WIB
Restrukturisasi Waskita Terus Berjalan, Ini Perkembangannya
Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengungkapkan, saat ini restruksturisasi utang atau Master Restructuring Agreement (MRA) masih dalam proses persetujuan kepada kreditur perbankan dan obligasi.

Suara.com - PT Waskita Karya Tbk menyatakan, terus aktif memantau kondisi keuangan dan kinerja grup. Perusahaan turut mengeksplorasi dan menjalankan berbagai strategi, meliputi penerapan delapan stream penyehatan keuangan.

Salah satunya menyelesaikan proses restrukturisasi bersama dengan Konsultan Konsorsium guna mengatur kembali berbagai ketentuan yang ada dalam dokumen instrumen utang perbankan dan utang obligasi perseroan. Dalam hal ini, Waskita Karya mengusulkan penyesuaian skema penyelesaian utang atas instrumen utang perbankan dan utang obligasi perseroan sesuai kemampuan keuangan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengungkapkan, saat ini restruksturisasi utang atau Master Restructuring Agreement (MRA) masih dalam proses persetujuan kepada kreditur perbankan dan obligasi. Disebutkan, dari sisi obligasi menyisakan satu dari empat seri yang belum memberikan persetujuan atas skema restrukturisasi.

"Adapun tiga seri obligasi telah berjalan skema restrukturisasinya. Kreditur perbankan secara prinsip telah memberikan persetujuan dan saat ini masih menunggu finalisasi secara administrasi yang ditargetkan dapat dicapai pada kuartal tiga 2024," jelas pria yang akrab disapa Oho itu dalam catatan Laporan Keuangan Semester I 2024 yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di tengah upaya memperbaiki kinerja keuangan, kata dia, perseroan tetap mencatatkan pendapatan. Dalam laporan keuangan sampai Juni 2024 yang dikutip Sabtu (27/2/2024), Waskita Karya mengantongi pendapatan sebesar Rp 4,47 triliun per Juni 2024.

Dari laporan itu disebutkan, pendapatan tersebut ditopang dari jasa konstruksi sebesar Rp 3,12 triliun. Ada pula pendapatan bunga dari jasa konstruksi sebanyak Rp Rp 23,85 miliar.

Penjualan beton atau precast turut berkontribusi sebesar Rp 610,96 miliar terhadap pendapatan perseroan. Kemudian ditambah juga oleh pendapatan jalan tol yang mencapai Rp 563,34 miliar.

Oho menambahkan, kinerja Gross Profit Margin (GPM) perusahaan sampai kuartal II 2024 naik menjadi 13,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar 8,8 persen. Dijelaskan, kenaikan itu seiring profil proyek yang lebih baik terutama proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga mendukung optimalisasi kemajuan konstruksi dan lean project.

Lalu dari sisi kinerja EBITDA, perseroan masih mampu menjaga di level positif sebesar Rp 148 miliar. Perusahaan berkode saham WSKT ini pun mendapatkan dukungan pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) pada 2015 sebesar Rp 3,5 Triliun dan PMN pada 2021 sebesar Rp 7,9 Triliun.

Sebagai BUMN Konstruksi, Waskita Karya aktif mengerjakan sejumlah proyek. Sampai kuartal kedua tahun ini, total nilai kontrak yang dikelola mencapai Rp 44,7 triliun atau 82 proyek, sebanyak 39 persen di antaranya merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Kepercayaan pemerintah terhadap kinerja Perusahaan masih tinggi. Maka hingga saat ini Perusahaan dipercaya untuk mengelola 12 Proyek IKN dengan Nilai Kontrak porsi Waskita sebesar Rp 7,7 triliun," tutur Oho. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minggu Depan Sri Mulyani Lelang Surat Utang Lagi, Kali Ini Berbentuk Syariah

Minggu Depan Sri Mulyani Lelang Surat Utang Lagi, Kali Ini Berbentuk Syariah

Bisnis | Sabtu, 27 Juli 2024 | 14:41 WIB

Kabar Duka dari Startup Unicorn: eFishery Lakukan PHK

Kabar Duka dari Startup Unicorn: eFishery Lakukan PHK

Bisnis | Sabtu, 27 Juli 2024 | 10:48 WIB

Dipimpin Kementerian Luhut, Pelindo dan BUMN Lainnya Sepakat Lindungi Ekosistem Karbon Biru

Dipimpin Kementerian Luhut, Pelindo dan BUMN Lainnya Sepakat Lindungi Ekosistem Karbon Biru

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2024 | 19:06 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB