Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 6.997,214
LQ45 708,256
Srikehati 341,255
JII 476,806
USD/IDR 17.010

Literasi Keuangan Rendah, Gen Z Terancam Jadi 'Budak' Pinjol

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 29 Juli 2024 | 11:17 WIB
Literasi Keuangan Rendah, Gen Z Terancam Jadi 'Budak' Pinjol
Ilustrasi Gen Z / Generasi Z (123rf)

Suara.com - Generasi Z atau Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan terjerat pinjaman online (pinjol). Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hal ini disebabkan oleh gaya hidup yang kurang bijaksana alias kerap berfoya-foya.

Generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, mayoritas merupakan anak-anak dari Generasi X atau Milenial yang lebih tua. Generasi ini tumbuh pada awal abad ke-21 dengan akses internet dan teknologi digital sejak usia dini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa banyak mahasiswa terjebak dalam pinjol akibat gaya hidup mereka. "Mahasiswa banyak terjerat dengan pinjol. Itu karena lifestyle atau gaya hidup, jadi harus bijaksana," ujarnya melalui akun Instagram @ojkindonesia, Jumat (26/7/2024).

Friderica, yang akrab disapa Kiki, menambahkan bahwa tidak semua pinjol ilegal; ada yang legal dan diawasi oleh OJK. Namun, ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda.

Literasi keuangan dapat memberikan perlindungan sehingga mereka dapat terhindar dari jebakan keuangan ilegal. Selain itu, literasi keuangan juga memberikan wawasan tentang penggunaan produk keuangan yang tepat, termasuk pinjol, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan keuangan masyarakat.

Dengan pemahaman literasi keuangan yang baik, seseorang tidak akan terjebak dalam investasi ilegal dan tidak akan menggunakan produk keuangan di luar kemampuannya. Pada dasarnya, semua produk jasa keuangan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan keuangan. Jika yang terjadi sebaliknya, berarti ada yang keliru.

Menurut data OJK, penyaluran pinjaman online dari fintech lending mencapai Rp21,67 triliun pada April 2024. Outstanding pinjaman online dari perorangan hingga April 2024 tercatat sebesar Rp57,35 triliun, dengan laki-laki menyumbang Rp25,78 triliun dan perempuan sebesar Rp31,57 triliun.

Dari sisi usia, Generasi Z mendominasi dengan total outstanding pinjaman online sebesar Rp28,86 triliun. Dalam hal kredit macet atau penundaan pembayaran lebih dari 90 hari, Generasi Z juga mendominasi dengan total outstanding pinjol mencapai Rp667,10 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Restrukturisasi Waskita Terus Berjalan, Ini Perkembangannya

Restrukturisasi Waskita Terus Berjalan, Ini Perkembangannya

Bisnis | Sabtu, 27 Juli 2024 | 15:01 WIB

Minggu Depan Sri Mulyani Lelang Surat Utang Lagi, Kali Ini Berbentuk Syariah

Minggu Depan Sri Mulyani Lelang Surat Utang Lagi, Kali Ini Berbentuk Syariah

Bisnis | Sabtu, 27 Juli 2024 | 14:41 WIB

Bank Jago Kempit Dana Murah Rp9,1 Triliun di Semester I 2024

Bank Jago Kempit Dana Murah Rp9,1 Triliun di Semester I 2024

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2024 | 16:34 WIB

Terkini

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:55 WIB

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:44 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:36 WIB

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:32 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:55 WIB

CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar

CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:32 WIB

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:23 WIB