Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lawan Arus! Saham BBRI Diborong Meski JPMorgan Ubah Sikap, Ini Alasannya

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 26 September 2024 | 16:16 WIB
Lawan Arus! Saham BBRI Diborong Meski JPMorgan Ubah Sikap, Ini Alasannya
Kantor Bursa Efek Indonesia di Jakarta. [Antara]

Suara.com - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) jadi salah satu yang direkomendasikan hari ini meski mengalami penurunan setelah menjadi pemberat (laggard) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya. Hingga pukul 10.20, saham BBRI telah kehilangan 175 poin atau sekitar 3,29% dan mencapai level Rp5.150 per saham.

Nilai transaksi mencapai Rp1,17 triliun setelah 227,74 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi transaksi sebesar 34.571 kali. Kemarin, saham BBRI menjadi laggard terbesar, mengurangi bobot indeks hingga 28,70 poin setelah turun 3,62% hingga penutupan sore hari.

Penurunan saham BBRI salah satunya disebabkan oleh perubahan rekomendasi saham BBRI oleh JP Morgan menjadi neutral, yang dilakukan pada 24 September 2024. Meskipun demikian, target harga dari JP Morgan untuk saham BBRI masih di level Rp5.500 per saham.

Namun, hal ini tidak membuat sejumlah analisis untuk tetap memasang sikap bullish untuk saham BBRI. Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak variatif di tengah adanya sentimen domestik dan global. IHSG dibuka melemah 17,79 poin atau 0,23 persen ke posisi 7,723,10.

Pada awal pembukaan pasar hari ini, Indeks LQ45 turun 3,56 poin atau 0,36 persen ke posisi 973,58. "IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed dalam range 7.680 sampai 7.800," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih di Jakarta.

Dari dalam negeri, pergerakan IHSG ditopang oleh saham sektor energi dan metal mining seiring dengan kenaikan harga komoditas batubara, nikel, emas, dan tembaga. Harga komoditas berpotensi meningkat, mengikuti ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang solid akibat mulai ekspansifnya tingkat suku bunga.

Di sisi lain, meskipun IHSG terkoreksi, nilai tukar rupiah JISDOR terus terapresiasi ke level Rp15,092 per dolar AS. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menyampaikan bahwa secara teknikal apabila Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhasil break dari level 7.810 dan 7.910 sebagai area resistance terdekatnya, maka posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 3 atau bagian dari wave 4 dari wave (3) ada label merah.

"Hal tersebut berarti, terdapat peluang IHSG melanjutkan koreksinya untuk menguji 7,454-7,562, dengan level support 7.654 atau 7.546 dan level resistance 7.810 atau 7.910," ujar Didit sebagaimana MNC Sekuritas Daily Scope Wave, seperti yang dikutip dari Antara.

Adapun, berikut rekomendasi saham MNC Sekuritas secara teknikal yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini:

- PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO): ADRO terkoreksi 1,34 persen ke level 3.690 disertai dengan munculnya volume penjualan. Diperkirakan, posisi ADRO saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c], sehingga ADRO masih rawan melanjutkan koreksinya terlebih dahulu.
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Target Harga: 3.980 sampai 4.150
- Stoploss: Di bawah 3.370

- PT Astra International Tbk (ASII): ASII terkoreksi 0,95 persen ke level 5.225 disertai dengan munculnya volume penjualan. Diperkirakan, posisi ASII saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga ASII berpeluang berbalik menguat dalam jangka pendek.
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Target Harga: 5.350 sampai 5.425
- Stoploss: Di bawah 5.075

- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): BBRI terkoreksi agresif 3,62 persen ke level 5.325 disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan. Diperkirakan, posisi BBRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C, sehingga BBRI masih rawan melanjutkan koreksinya terlebih dahulu.
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Target Harga: 5.600 sampai 5.950
- Stoploss: Di bawah 4.750

- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): MEDC menguat 1,52 persen ke level 1.335 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 1.250 sebagai stoplossnya, maka posisi MEDC saat ini diperkirakan sedang berada di wave iii dari wave (i), sehingga MEDC berpeluang melanjutkan penguatannya.
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Target Harga: 1.365 sampai 1.425
- Stoploss: Di bawah 1.250

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sediakan 600 Saham AS, Reku Ajak Masyarakat Investasi Aset Global

Sediakan 600 Saham AS, Reku Ajak Masyarakat Investasi Aset Global

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 11:44 WIB

Konglomerasi Bakrie Group Dikejar Utang Triliunan, Kini Minta Jalan Damai

Konglomerasi Bakrie Group Dikejar Utang Triliunan, Kini Minta Jalan Damai

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 07:16 WIB

Komitmen Berdayakan Masyarakat, BRI Salurkan Kredit Hingga 1.203,68 Triliun

Komitmen Berdayakan Masyarakat, BRI Salurkan Kredit Hingga 1.203,68 Triliun

Bri | Rabu, 25 September 2024 | 14:13 WIB

Tren Investasi Kripto di Indonesia Capai Rp 301,75 Triliun

Tren Investasi Kripto di Indonesia Capai Rp 301,75 Triliun

Foto | Selasa, 24 September 2024 | 20:14 WIB

Mengenal Wakaf Saham: Keunggulan, Legalitas, dan Praktiknya di Indonesia

Mengenal Wakaf Saham: Keunggulan, Legalitas, dan Praktiknya di Indonesia

Bisnis | Selasa, 24 September 2024 | 19:22 WIB

Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran, Fenomena Window Dressing Bakal Meriah?

Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran, Fenomena Window Dressing Bakal Meriah?

Bisnis | Selasa, 24 September 2024 | 17:26 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB