Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Alasan Pilkada atau Pilgub Tidak Digelar di DI Yogyakarta

M Nurhadi

Rabu, 27 November 2024 | 15:41 WIB
Alasan Pilkada atau Pilgub Tidak Digelar di DI Yogyakarta
Ilustrasi pilkada damai. [Ist]

Suara.com - Pesta demokrasi sedang berlangsung di puluhan daerah di Indonesia. Pemilihan gubernur misalnya, di Pulau Jawa, ada lima provinsi yang menyelenggarakan pemilihan gubernur, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Hanya Daerah Istimewa Yogyakarta yang tak pernah menggelar Pigub. Jabatan gubernur di provinsi istimewa ini langsung diserahkan kepada Raja Hamengkubuwono. Saat ini jabatan gubernur di DIY diemban oleh Hamengkubuwono X. Sementara wakilnya dijabat Paku Alam X.

Ada alasan – alasan yang melatarbelakangi jabatan gubernur yang diwariskan secara turun – temurun di Yogyakarta. Daerah ini merupakan daerah otonom satu – satunya di Indonesia yang masih menerapkan sistem kerajaan. DIY dibentuk dengan Undang – Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta. Faktor sejarah membuat Yogyakarta menjadi satu – satunya daerah di Indonesia yang masih menerapkan sistem kesultanan.

Di samping itu, Yogyakarta juga memiliki peran yang penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pada 1946 – 1949, Yogyakarta merupakan lokasi berdirinya pemerintahan darurat Republik Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.

Kendati tak punya Pilgub, pesta demokrasi di Yogyakarta tetap berlangsung dengan pemilihan Wali Kota, khusus di wilayah administratif Kota Yogyakarta. Ada tiga paslon Wali Kota yakni Heroe Poerwadi, Hasto Wardoyo, dan Afnan Hadikusumo.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Yogyakarta dan dinas terkait Pemerintah Kota Yogyakarta memantau pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Kota Yogyakarta, Rabu (27/11/2024). Pemantauan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memastikan pemungutan suara Pilkada Kota Yogyakarta berjalan lancar, kondusif dan aman.

Salah satu titik pantauan pemungutan suara Pilkada oleh Forkompimda  Kota Yogyakarta adalah TPS 06 Panembahan, Kraton. TPS 06 Panembahan juga menjadi tempat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan keluarga menggunakan hak pilihnya.

Sugeng menegaskan yang terpenting di hari pemungutan suara Pilkada Kota Yogyakarta adalah masyarakat yang memiliki hak pilih betul-betul bisa terlayani dalam memberikan aspirasinya. Jangan sampai masyarakat tidak memberikan pilihan dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota. Terkait pilihan yang dipilih, hal itu menjadi aspirasi masing-masing masyarakat.

"Siapa pun paslon yang terbaik (terpilih) itu merupakan hasil pemilihan pilkada wali kota dan wawali. Betul-betul hasil yang sebenar- benarnya. Kami bersama beliau- beliau (Forkompimda) ini mendampingi untuk betul-betul situasi kondisi bisa tercipta sebagaimana yang kita harapkan bersama, aman, tertib dan semua aspirasi (masyarakat) bisa tersampaikan," terangnya.

baca juga

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adu Gaya Selvi Ananda Vs Kahiyang Ayu saat Nyoblos di Pilkada, Siapa Paling Mewah?

Adu Gaya Selvi Ananda Vs Kahiyang Ayu saat Nyoblos di Pilkada, Siapa Paling Mewah?

Lifestyle | Rabu, 27 November 2024 | 15:37 WIB

Daftar Diskon Makanan Spesial Pilkada, Ada Bakmi GM hingga Papper Lunch

Daftar Diskon Makanan Spesial Pilkada, Ada Bakmi GM hingga Papper Lunch

Lifestyle | Rabu, 27 November 2024 | 15:37 WIB

Erick Thohir Beberkan Pilihannya di Pilkada Jakarta

Erick Thohir Beberkan Pilihannya di Pilkada Jakarta

Bisnis | Rabu, 27 November 2024 | 15:33 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

×