Mulai 2025 RI Mandiri Pangan, Tolak Lakukan Impor Gula Hingga Beras

Achmad Fauzi Suara.Com
Senin, 09 Desember 2024 | 16:40 WIB
Mulai 2025 RI Mandiri Pangan, Tolak Lakukan Impor Gula Hingga Beras
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas RI bakal mulai mandiri terhadap pangan pada mulai 2025. Hal ini dimulai dari sejumlah komoditas pangan mulai tahun 2025.

Adapun, komoditas pangan yang tak lagi diimpor diantaranya, jagung untuk pakan ternak hingga garam konsumsi.

"Kita sampaikan di sini, bahwa tahun 2025 kita tidak akan impor jagung untuk pakan ternak. Dua, kita tidak akan impor lagi garam untuk konsumsi, ada Pak Sakti (Menteri Kelautan dan Perikanan)," ujar Zulhas dalam Konferensi Pers Penetapan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2025 di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (9/12/2024).

Selain itu, bilang Zulhas, pemerintah juga akan menyetop impor gula konsumsi dan beras, mulai tahun 2025 mendatang.

"Jadi, tidak impor beras untuk konsumsi Jadi 2025 saya ulangi, tidak impor beras untuk konsumsi, tidak impor gula untuk konsumsi, tidak impor jagung untuk pakan, tidak impor garam untuk konsumsi," kata dia.

Menurut Zulhas, tak lagi impor beras dilihat dari stok beras yang mencapai 32 juta ton. Jumlah ini masih surplus dibandingkan, konsumsi masyarakat yang mencapai 31 juta ton.

Akan tetapi, kondisi ini tak melakukan impor jika memang tidak terjadi bencana alam atau sebagainya.

"Jadi kalau tidak ada halangan yang kejadian yang luar biasa atau bencana alam, insyaallah nanti kita tidak akan impor lagi ya beras untuk konsumsi," beber dia.

Dari sisi garam konsumsi, papar Zulhas, pemerintah memiliki stok hingga 800 ribu ton, di mana kebutuhan dalam negeri hanya 500-60 ton. Sedangkan, garam untuk industri tetap impor, tetapi jumlahnya diperkecil.

Baca Juga: Percepat Akselerasi Swasembada Pangan, DPR Dukung Penuh Program Cetak Sawah di Kabupaten Kapuas

Selain itu, produksi gula di dalam negeri juga meningkat menjadi 2,4 juta ton. Kemudian, angka itu juga terus melonjak ke level 2,6 juta ton.

"Ini (target swasembada pangan) 2029 maju jadi 2028, maju 2027. Sebelum 2027 kita kompak juga nih di (Kementerian) Pertanian, Kelautan, Perindustrian, Bapanas, nggak ada yang nggak kompak, bisa kita InsyaAllah 2027," pungkas Zulhas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI