Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Menkes Akui Harga Obat di Indonesia Tiga Kali Lebih Mahal dari Negara Tetangga

M Nurhadi

Kamis, 12 Desember 2024 | 12:49 WIB
Menkes Akui Harga Obat di Indonesia Tiga Kali Lebih Mahal dari Negara Tetangga
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Dea)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pentingnya transparansi dalam penentuan harga obat untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan mahalnya harga obat di Indonesia agar bisa segera diatasi.

"Harga obat di satu rumah sakit bisa sangat berbeda dengan rumah sakit lainnya di dalam negeri," kata Budi, pada Kamis (12/12/2024), seperti yang dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa transparansi ini diperlukan baik untuk obat generik yang bermerek maupun untuk obat inovatif. Budi menambahkan bahwa harga obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dibandingkan harga di negara tetangga.

Menurut Budi, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya harga obat-obatan, termasuk proses pemasaran dan distribusi. Dengan adanya transparansi, isu-isu yang ada dapat diketahui dan diselesaikan.

Budi juga menekankan perlunya keseimbangan antara efikasi obat dan profitabilitas bisnis agar industri layanan kesehatan dapat berkelanjutan. Untuk itu, pemerintah telah mengambil beberapa langkah, di antaranya adalah melakukan negosiasi harga obat.

Ia menyebutkan pentingnya peninjauan teknologi kesehatan (Health Technology Assessment/HTA) sebagai upaya untuk memantau inovasi obat yang sedang dikembangkan. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga berupaya mempercepat proses sertifikasi obat sehingga inovasi dalam layanan kesehatan dapat segera diakses oleh masyarakat. Budi berharap BPOM dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan sertifikasi dan izin edar untuk obat-obat inovatif.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menambahkan bahwa untuk mendukung pengembangan obat inovatif, pihaknya telah mempercepat proses sertifikasi obat dari semula 300 hari kerja menjadi hanya 90 hari kerja. Selain itu, mereka juga menjembatani kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk menghasilkan produk baru yang inovatif dari hasil riset.

Taruna menjelaskan bahwa banyak mahasiswa memiliki ide-ide cemerlang, namun terhambat oleh masalah pendanaan, sementara industri sering terkendala dalam berinovasi karena fokus pada aspek bisnis.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usaha Kecil Bisa Dapat Izin BPOM? Dengan Dukungan BRI, Semua Bisa

Usaha Kecil Bisa Dapat Izin BPOM? Dengan Dukungan BRI, Semua Bisa

Bri | Rabu, 11 Desember 2024 | 11:12 WIB

Panduan Lengkap Bayar BPJS Kesehatan via BRImo, Antisipasi Telat Iuran

Panduan Lengkap Bayar BPJS Kesehatan via BRImo, Antisipasi Telat Iuran

Bri | Selasa, 10 Desember 2024 | 17:04 WIB

Kacau! Banyak Disalahgunakan Gen Z, BPOM Segera Daftarkan Obat Ketamin Sebagai Psikotropika

Kacau! Banyak Disalahgunakan Gen Z, BPOM Segera Daftarkan Obat Ketamin Sebagai Psikotropika

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 11:25 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB