5 Fakta Pagar Laut 30 Km Tangerang, Sejak Kapan Dibangun Hingga Dampaknya

M Nurhadi

Minggu, 12 Januari 2025 | 18:41 WIB
5 Fakta Pagar Laut 30 Km Tangerang, Sejak Kapan Dibangun Hingga Dampaknya
Petugas Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terjun ke lokasi pemagaran laut 30,16 km di Tangerang, Banten, Kamis (9/1/2025). ANTARA/Harianto

Suara.com - Keberadaan Pagar Laut yang membentang sepanjang 30 kilometer di kawasan pesisir utara Tangerang telah menimbulkan banyak pertanyaan dan perdebatan di kalangan masyarakat.

Pemasangan pagar ini, yang terletak sekitar 500 meter dari garis pantai, mengundang perhatian luas karena dampaknya terhadap aktivitas nelayan dan ekosistem laut.

1. Apa Itu Pagar Laut 30 Km Utara Tangerang?

Pagar Laut yang dimaksud sebenarnya merupakan tanggul bambu yang dipasang oleh masyarakat setempat. Struktur ini terdiri dari susunan bambu yang diikat dan dipasang di tengah laut dengan bagan apung. Meskipun tujuannya belum sepenuhnya jelas, banyak nelayan melaporkan kesulitan dalam mencapai lokasi tangkapan ikan mereka akibat adanya pagar ini.

2. Sejak Kapan dan Siapa yang Memasang Pagar Laut?

Pagar Laut ini diketahui telah ada sejak Agustus 2024, namun identitas pihak yang memasangnya masih misterius. Beberapa nelayan menyebutkan bahwa mereka melihat perahu kecil yang diduga digunakan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pemasangan tersebut, tetapi tidak ada kepastian mengenai siapa sebenarnya pelaku di baliknya.

3. Tanggapan Pemerintah Terhadap Pagar Laut

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pemasangan pagar untuk segera menghentikan aktivitas tersebut.

Meskipun demikian, pagar laut tersebut terus diperpanjang dari awalnya hanya 7 kilometer menjadi 30 kilometer dalam waktu lima bulan. Pagar ini mencakup enam kecamatan dan tiga desa, termasuk Kecamatan Kronjo, Kemiri, Mauk, Sukadiri, Pakuhaji, dan Teluknaga.

baca juga

Tim gabungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Polisi Khusus Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) telah melakukan investigasi dan menemukan bahwa pemasangan pagar ini dilakukan tanpa izin dari pihak berwenang. KKP akhirnya mengambil langkah tegas dengan menyegel pagar laut tersebut karena dianggap merugikan nelayan dan berpotensi merusak ekosistem pesisir.

4. Dampak Negatif Pagar Laut

Dampak dari keberadaan Pagar Laut sangat signifikan bagi nelayan setempat. Mereka kini harus menempuh rute yang lebih jauh untuk mencapai lokasi penangkapan ikan, sehingga meningkatkan biaya operasional mereka. Selain itu, penghalangan akses ini dapat memicu konflik sosial di antara warga yang saling curiga mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan pagar tersebut.

Dari perspektif ekologis, Pagar Laut dapat merusak habitat laut dan mengganggu aliran air yang penting bagi ekosistem pantai. Penurunan keanekaragaman hayati serta kerusakan infrastruktur pesisir juga menjadi kekhawatiran utama akibat keberadaan struktur ini.

5. Tujuan Pemasangan Pagar Laut

Tujuan dari pemasangan Pagar Laut ini masih belum jelas. Umumnya, pagar laut dibangun untuk mengurangi dampak abrasi dan sebagai pemecah ombak. Namun, beberapa nelayan menyatakan bahwa struktur ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tambak ikan di sekitar area tanggul untuk mendukung ekonomi lokal.

Keberadaan Pagar Laut sepanjang 30 kilometer di pesisir utara Tangerang menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pemasangannya dan apa tujuannya.

Dengan dampak negatif yang dirasakan oleh nelayan dan potensi kerusakan ekosistem pesisir, penting bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas guna menyelesaikan masalah ini demi kesejahteraan masyarakat pesisir dan keberlanjutan lingkungan laut Indonesia.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Aguan, Nelayan JRP Klaim Bangun Pagar Laut 30 Km di Tangerang: Untuk Cegah Abrasi

Bukan Aguan, Nelayan JRP Klaim Bangun Pagar Laut 30 Km di Tangerang: Untuk Cegah Abrasi

News | Sabtu, 11 Januari 2025 | 19:31 WIB

Said Didu Tuding Pagar Laut Misterius Ada Hubungan dengan Jokowi: Lembaga Negara Takut

Said Didu Tuding Pagar Laut Misterius Ada Hubungan dengan Jokowi: Lembaga Negara Takut

Tekno | Sabtu, 11 Januari 2025 | 19:16 WIB

Sentilan Susi Pudjiastuti tentang Pagar Laut Misterius, Netizen: Ngomong Kasar Boleh Kok Bu

Sentilan Susi Pudjiastuti tentang Pagar Laut Misterius, Netizen: Ngomong Kasar Boleh Kok Bu

Tekno | Sabtu, 11 Januari 2025 | 16:59 WIB

Bandung Bondowoso Itu Siapa? Disinggung Rocky Gerung Saat Bahas Dalang Pagar Laut 30 KM

Bandung Bondowoso Itu Siapa? Disinggung Rocky Gerung Saat Bahas Dalang Pagar Laut 30 KM

Lifestyle | Sabtu, 11 Januari 2025 | 15:51 WIB

30 Adegan Rekontruksi Penembakan Bos Rental Mobil, Anak Korban: Sudah Sesuai Kejadian

30 Adegan Rekontruksi Penembakan Bos Rental Mobil, Anak Korban: Sudah Sesuai Kejadian

News | Sabtu, 11 Januari 2025 | 14:16 WIB

Amarah Anak Bos Rental Mobil Korban Penembakan Tak Terbendung, Umpat Pelaku Saat Rekontruksi

Amarah Anak Bos Rental Mobil Korban Penembakan Tak Terbendung, Umpat Pelaku Saat Rekontruksi

News | Sabtu, 11 Januari 2025 | 13:54 WIB

Terkini

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

News | Jum'at, 25 September 2026 | 06:45 WIB

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 06:30 WIB

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

×