Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

TikTok Dilarang di AS, Jutaan Pengguna Mendadak 'Migrasi' ke Aplikasi Rednote

M Nurhadi

Rabu, 15 Januari 2025 | 17:33 WIB
TikTok Dilarang di AS, Jutaan Pengguna Mendadak 'Migrasi' ke Aplikasi Rednote
Ilustrasi tiktok (Pexels.com/cottonbro studio)

Suara.com - Jelang larangan TikTok yang direncanakan di Amerika Serikat pada 19 Januari 2025, banyak kreator konten mulai mencari platform atau medos alternatif.

Seiring dengan kemungkinan Mahkamah Agung AS mendukung larangan tersebut, para pengguna TikTok berusaha beradaptasi dengan berpindah ke aplikasi lain, salah satunya Rednote, yang merupakan versi Amerika dari aplikasi Xiaohongshu asal Tiongkok.

Rednote kini menjadi pilihan populer di kalangan pengguna TikTok yang merasa terancam kehilangan akses ke platform favorit mereka.

Aplikasi ini telah mencatatkan lonjakan unduhan dan berhasil menduduki posisi teratas di App Store AS. Dengan lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan pada akhir 2023, Rednote menggabungkan fitur-fitur dari Instagram, Twitter, dan Pinterest dalam satu platform.

Kreator konten di TikTok merasa frustrasi dengan keputusan pemerintah AS yang berpotensi memblokir aplikasi tersebut. Banyak dari mereka mengandalkan TikTok sebagai sumber penghasilan utama.

Seorang kreator, Emily Phillips, menyatakan bahwa larangan ini akan berdampak besar pada kehidupannya. "Saya kehilangan sumber pendapatan terbesar saya tanpa alasan yang jelas," ujar dia, dikutip via Diario AS.

Ketidakpastian ini menciptakan suasana cemas di kalangan kreator, yang merasa hak mereka untuk berekspresi terancam. Beberapa pengguna Rednote bahkan berkomentar dengan nada sarkastis mengenai keputusan pemerintah AS untuk melarang TikTok, mengekspresikan kekhawatiran tentang privasi data.

Sementara itu, jika larangan ini diberlakukan, lebih dari 170 juta pengguna TikTok di AS akan kehilangan akses ke platform tersebut. Selain itu, sekitar 7.000 karyawan TikTok di AS juga akan menghadapi risiko kehilangan pekerjaan.

Pemerintah AS beralasan bahwa TikTok dapat membahayakan keamanan nasional karena keterkaitannya dengan pemerintah Tiongkok melalui perusahaan induknya, ByteDance.

baca juga

Jika ByteDance tidak memenuhi tenggat waktu untuk menjual aset TikTok di AS sebelum 19 Januari, aplikasi ini akan diblokir secara permanen.

Dengan situasi yang semakin memanas, para kreator konten dan pengguna TikTok disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan ini dan bersiap menghadapi kemungkinan penutupan layanan. Sementara itu, ByteDance didorong untuk mempercepat proses negosiasi guna menghindari pemblokiran dan dampak negatif yang lebih luas terhadap ekosistem digital di AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Twitter, Elon Musk Bakal Beli TikTok?

Setelah Twitter, Elon Musk Bakal Beli TikTok?

Tekno | Rabu, 15 Januari 2025 | 17:10 WIB

Kiamat Mobil China di AS? Larangan Impor Berlaku Mulai 2027!

Kiamat Mobil China di AS? Larangan Impor Berlaku Mulai 2027!

Otomotif | Rabu, 15 Januari 2025 | 12:17 WIB

Kuba Tak Lagi Teroris bagi AS: Peran Paus Fransiskus dan Pembebasan Tahanan Politik

Kuba Tak Lagi Teroris bagi AS: Peran Paus Fransiskus dan Pembebasan Tahanan Politik

News | Rabu, 15 Januari 2025 | 12:10 WIB

Trump Incar Harta Karun yang Tersimpan di Greenland

Trump Incar Harta Karun yang Tersimpan di Greenland

Bisnis | Rabu, 15 Januari 2025 | 07:15 WIB

Rahasia Viral Ardhito Pramono: Nuansa Sendu Di Balik Promosi Lagu TikTok

Rahasia Viral Ardhito Pramono: Nuansa Sendu Di Balik Promosi Lagu TikTok

Video | Rabu, 15 Januari 2025 | 13:00 WIB

Awalnya Cuma Buat Jualan Lagu, Ardhito Pramono Baper Sendiri Gara-Gara Konten Galau

Awalnya Cuma Buat Jualan Lagu, Ardhito Pramono Baper Sendiri Gara-Gara Konten Galau

Entertainment | Rabu, 15 Januari 2025 | 09:45 WIB

Terkini

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:40 WIB

×