Dorong Peningkatan Kualitas, BPSDM Perhubungan Lakukan Penguatan Standar Kompetensi Kerja

Iwan Supriyatna

Senin, 10 Februari 2025 | 06:01 WIB
Dorong Peningkatan Kualitas, BPSDM Perhubungan Lakukan Penguatan Standar Kompetensi Kerja
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan terus mendorong peningkatan kualitas melalui penguatan standar kompentensi kerja (SKK).

Suara.com - Untuk memenuhi kualitas sumber daya masusia (SDM) bidang perhubungan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan terus mendorong peningkatan kualitas melalui penguatan standar kompentensi kerja (SKK).

Salah satu peningkatan kualitas yang dilakukan adalah dengan kegiatan Focus Group Discussion SKK Transportasi & Logistik yang dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, belum lama ini.

Saat membuka FGD ini, Kepala BPSDM Perhubungan, Subagiyo mengatakan sektor transportasi dan logistik memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Hal ini tertuang dalam visi dan misi ASTA CITA Presiden Prabowo Gibran dengan visi bersama Indonesia maju, menuju Indonesia emas 2045 yaitu dalam upaya meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas dengan memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan telah menetapkan berbagai kegiatan strategis dalam pengembangan SDM transportasi guna menunjang program strategis nasional, termasuk penguatan pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta peningkatan kualitas dan keselamatan transportasi.

“Salah satu fokus utama adalah pengembangan kompetensi tenaga kerja di area berisiko tinggi dalam pengoperasian moda transportasi, mengingat masih perlunya peningkatan keselamatan berdasarkan angka kecelakaan yang ada,” kata Subagiyo saat membuka FGD SKK Transportasi dan Logistik, ditulis Senin (10/2/2025).

Ia juga menambahkan, dalam rangka memperkuat sinergi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) di sektor transportasi dan logistik, FGD ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk mendukung pembentukan Pokja Komite yang baru, yang diharapkan mampu mempercepat harmonisasi standar kompetensi dengan kebutuhan industri.

Selain itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi ke depan dalam menyusun Rencana Induk SKK Sektor Transportasi, menyusun SKKNI, dan menetapkan Skema Pengujian melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di sektor transportasi.

Subagiyo juga mengakui bahwa saat ini ada tantangan lain yang perlu dihadapi bersama adalah peluang pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, khususnya ke negara-negara dengan tingkat populasi mudanya yang mengalami penurunan, seperti Jepang. Hal ini membuka kesempatan besar bagi SDM transportasi Indonesia untuk bersaing di tingkat global dengan kompetensi yang telah terstandarisasi.

baca juga

“Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan FGD ini dengan sebaik-baiknya untuk bertukar pikiran, mencari solusi yang tepat, serta menetapkan rencana aksi dalam meningkatkan kompetensi SDM transportasi. Masukan dan rekomendasi dari diskusi ini akan menjadi landasan penting bagi pengembangan kebijakan dan strategi penguatan SDM sektor transportasi ke depan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BPSDM Perhubungan, Capt. Wisnu Handoko mengatakan kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kompetensi SDM transportasi dalam mendukung sistem transportasi nasional yang unggul dan berkelanjutan.

“Selain itu kami juga memiliki target dan prioritas diantaranya mengajukan revisi untuk penyesuaian Peraturan Menteri Nomor 7 tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan (RIP) SKKNI Sektor Transportasi dengan menyesuaikan perkembangan tekhnologi kebutuhan industri terkini, menigkatkan kualitas SDM Transportasi, penyesuaian terhadap kebutuhan standar nasional dan internasional terupdate saat ini, dan menyesuaikan dengan perubahan regulasi nasional dan internasional terkini,” katanya.

Capt Wisnu juga berharap FGD SKK di sektor Transportasi dan Logistik menghasilkan standar kompetensi kerja yang relevan, mengidentifikasi area harmonisasi antara SKKNI dan SKKK, meningkatkan keterlibatan stakeholder transportasi dan logistik dan menjamin standar kualitas dan kompetensi tenaga kerja.

Pada kesempatan yang sama Ketua STIP Jakarta, Capt. Tri Cahyadi juga mengatakan bahwa FGD SKK Transportasi dan Logistik 2025 menekankan pentingnya sinergi SKKNI dan SKKK dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja melalui pembaruan standar kompetensi, pelatihan, dan sertifikasi yang relevan dengan industri.

“Diperlukan kolaborasi aktif antara pemerintah, industri, akademisi, dan asosiasi profesi untuk menyelaraskan kurikulum, mengoptimalkan peran LSP, serta memperluas akses sertifikasi,” katanya.

Menurut Capt Tri, tindak lanjut mencakup pembentukan tim lintas sektor, pengembangan roadmap SDM, pemanfaatan platform digital, program magang, hingga integrasi sertifikasi dalam pendidikan. Evaluasi berkala dan FGD lanjutan akan memastikan keberlanjutan pengembangan SDM di sektor transportasi dan logistik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Mengapa Banyak Orang Memilih Kerja Lembur

Alasan Mengapa Banyak Orang Memilih Kerja Lembur

Lifestyle | Minggu, 09 Februari 2025 | 12:00 WIB

Beda Generasi, Beda Prespektif: Mengapa Gen Z Sering Dianggap Negatif?

Beda Generasi, Beda Prespektif: Mengapa Gen Z Sering Dianggap Negatif?

Your Say | Jum'at, 07 Februari 2025 | 15:05 WIB

Prabowo Ultimatum Aparat Tak Bersih Bakal Dibersihkan, Kode Reshuffle?

Prabowo Ultimatum Aparat Tak Bersih Bakal Dibersihkan, Kode Reshuffle?

News | Rabu, 05 Februari 2025 | 23:03 WIB

Terkini

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

×