Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Nasib Emiten TGUK: Karyawan Tetap Tinggal 4 Orang, Gerai Banyak yang Bangkrut

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 10 Februari 2025 | 17:49 WIB
Nasib Emiten TGUK: Karyawan Tetap Tinggal 4 Orang, Gerai Banyak yang Bangkrut
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), pemilik merek minuman Teguk, menjadi sorotan karena hanya memiliki 4 karyawan tetap dan banyak gerainya yang bangkrut. (instagram)

Suara.com - PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), pemilik merek minuman Teguk, menjadi sorotan karena hanya memiliki 4 karyawan tetap dan banyak gerainya yang bangkrut.

TGUK mengungkapkan bahwa karyawan tetap mereka hanya terdiri dari 4 orang, yaitu Supply Chain Manager, IT Manager, F&B Manager, dan Ass Manager Business Development. Selebihnya, karyawan TGUK berstatus kontrak.

Selain jumlah karyawan tetap yang sedikit, TGUK juga mengalami penurunan jumlah gerai. Pada saat penawaran perdana saham (IPO) tanggal 10 Juli 2023, TGUK memiliki 145 gerai. Namun, saat ini jumlah gerai mereka hanya tersisa 78.

"Disampaikan bahwa jumlah karyawan tetap perseroan adalah 4 orang, selebihnya adalah karyawan kontrak" ungkap Direktur Utama Teguk Indonesia Maulana Hakim dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (10/2/2025).

sebagai informasi, jumlah tenaga outsourcing Teguk Indonesia per 31 Desember 2024 adalah 483 orang. Maulana menuturkan, TGUK tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah karyawan pada waktu mendatang.

"Untuk ke depannya, perseroan akan menambah jumlah karyawan sesuai dengan pertumbuhan perseroan," imbuh dia. Sebagai informasi, Teguk Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp 69 miliar per 30 September 2024.

Selin itu TGUK juga menjelaskan saat ini hanya memiliki 78 gerai, termasuk satu gerai di Amerika Serikat dan satu gerai di Australia.

TGUK juga melampirkan daftar 44 gerai yang tutup pada 10 Juli 2023-22 Desember 2024. Mereka pun membeberkan alasan penutupan tersebut.

"Kondisi market, di mana dinamika pasar menekan kelompok menengah ke bawah yang merupakan target market TGUK," kata Maulana.

Alasan lain penutupan gerai adalah daya beli masyarakat yang menurun pada tiga kuartal pertama 2024. Selain itu, TGUK juga menyebut penjualan gerai tidak dapat menutupi biaya operasional perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BREN Lagi Murah, Sempat Sentuh Level Terendah

Saham BREN Lagi Murah, Sempat Sentuh Level Terendah

Bisnis | Senin, 10 Februari 2025 | 10:54 WIB

Saham Bank-bank Jumbo Hingga Himbara Kebakaran, Bos BTN Duga Ini Penyebabnya

Saham Bank-bank Jumbo Hingga Himbara Kebakaran, Bos BTN Duga Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 10 Februari 2025 | 09:41 WIB

Pandu Sjahrir Digadang-gadang Jadi Bos Danantara, Saham TOBA Langsung Meroket

Pandu Sjahrir Digadang-gadang Jadi Bos Danantara, Saham TOBA Langsung Meroket

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2025 | 17:16 WIB

Terkini

Berlaku 1 Juli, BBM Jenis Baru B50 Masuk Tahap Evaluasi Akhir

Berlaku 1 Juli, BBM Jenis Baru B50 Masuk Tahap Evaluasi Akhir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:44 WIB

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:58 WIB

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:46 WIB

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:35 WIB

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:29 WIB

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB

Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes

Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:09 WIB