Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Kemenkop Sebut KSP Intidana Bukan Skema Ponzi, Siap Bayar Utang Rp930 Miliar

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 14 Februari 2025 | 20:10 WIB
Kemenkop Sebut KSP Intidana Bukan Skema Ponzi, Siap Bayar Utang Rp930 Miliar
Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi [Suara.com/HO-Kemenkop UKM]

Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Revitalisasi Koperasi Bermasalah yang dibentuk oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) mulai menunjukkan hasil positif.

Salah satu pencapaiannya adalah mengeluarkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana dari daftar koperasi bermasalah. KSP Intidana kini dinilai sebagai koperasi yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Menteri Koperasi dan , Budi Arie Setiadi, mengatakan bahwa keberhasilan KSP Intidana ini tidak lepas dari upaya keras pengurus, pengawas, dan seluruh anggotanya. Ada tiga faktor utama yang mendorong keberhasilan ini, yaitu: kekompakan anggota dalam menyelamatkan koperasi, saling percaya antaranggota, serta dukungan pemerintah dalam menyelesaikan masalah koperasi.

“KSP Intidana bukan lagi koperasi bermasalah, melainkan koperasi yang bisa menyelesaikan masalah. Ini berkat kerja keras pengurus, pengawas, dan seluruh anggota KSP Intidana,” ujar Budi Arie di Jakarta, Jumat (14/2/2025).

Budi Arie juga menegaskan bahwa KSP Intidana tidak menjalankan skema ponzi, yaitu modus investasi palsu yang membayar keuntungan kepada investor menggunakan dana dari anggota baru, bukan dari hasil operasional bisnis. Skema ini biasanya akan kolaps ketika tidak ada lagi anggota baru yang bisa direkrut.

“KSP Intidana bisa keluar dari masalah karena bukan skema ponzi. Jika koperasi dikelola dengan baik dan untuk kepentingan anggota, masalah bisa diselesaikan. Berbeda dengan koperasi yang hanya dijadikan kedok untuk kepentingan pribadi,” jelas Budi Arie.

Kemenkop berharap KSP Intidana bisa menjadi contoh bagi koperasi lain yang sedang bermasalah. Dengan begitu, koperasi-koperasi tersebut dapat kembali beroperasi secara sehat dan transparan.

Ketua Umum KSP Intidana, Darius Limantara, mengungkapkan bahwa sebelumnya koperasi ini memiliki utang kepada anggota sebesar Rp930 miliar. Hingga saat ini, KSP Intidana telah membayar Rp240 miliar, dan masih ada sisa utang sekitar Rp690 miliar.

“Kami akan menyelesaikan sisa utang ini melalui revitalisasi aset (asset based resolution). Kami memiliki aset sekitar Rp325 miliar yang akan digunakan untuk menyelesaikan utang sekitar Rp300 miliar,” jelas Darius.

Darius menegaskan bahwa penyelesaian utang ini dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan kesepakatan bersama para anggota. KSP Intidana memiliki 2.500 anggota yang tersebar di lima wilayah, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Semua proses dilakukan secara transparan. Kami yakin semua masalah bisa diselesaikan karena tujuan koperasi ini adalah untuk kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Darius juga menyampaikan rasa syukur karena KSP Intidana telah terbebas dari masalah hukum dan kembali ke jalur berkoperasi yang sebenarnya. Melalui RAT, KSP Intidana telah membentuk kepengurusan, kepengawasan, dan Dewan Penasihat bersama para pemangku kepentingan.

“Kami berkomitmen untuk memajukan KSP Intidana kembali berjaya. Kami juga akan mengikuti arahan Kemenkop untuk masuk ke era digitalisasi koperasi,” tutup Darius.

Dengan langkah ini, KSP Intidana diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain untuk bangkit dari masalah dan kembali beroperasi secara sehat dan profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi! Kemenkum Akui Kepengurusan Dekopin Bambang Haryadi

Resmi! Kemenkum Akui Kepengurusan Dekopin Bambang Haryadi

Bisnis | Jum'at, 31 Januari 2025 | 16:51 WIB

Permintaan Ikan Kerapu Jabodetabek Tembus 60 Ton per Bulan, Penyediaan Fasilitas Jadi Tantangan

Permintaan Ikan Kerapu Jabodetabek Tembus 60 Ton per Bulan, Penyediaan Fasilitas Jadi Tantangan

Bisnis | Rabu, 22 Januari 2025 | 12:15 WIB

Segudang Manfaat Tempe, Benarkah Bisa Bikin Kita Jadi Menteri Seperti Budi Arie?

Segudang Manfaat Tempe, Benarkah Bisa Bikin Kita Jadi Menteri Seperti Budi Arie?

Lifestyle | Selasa, 21 Januari 2025 | 12:43 WIB

Hari Pertama Makan Bergizi Gratis, Menu SD di Jakarta Kekurangan Susu

Hari Pertama Makan Bergizi Gratis, Menu SD di Jakarta Kekurangan Susu

Bisnis | Senin, 06 Januari 2025 | 11:33 WIB

Menjadi Akar Perekonomian Nasional, Menko Airlangga Dorong Koperasi Terus Tumbuh dan Beregenerasi

Menjadi Akar Perekonomian Nasional, Menko Airlangga Dorong Koperasi Terus Tumbuh dan Beregenerasi

Bisnis | Jum'at, 20 Desember 2024 | 14:23 WIB

Potret Budi Arie Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Judi Online

Potret Budi Arie Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Judi Online

Foto | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:04 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB