Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
Realisasi panen padi biosalin di Jepara capai 22 hektare dari target 20 hektare. Foto ist.
baca 10 detik
  • Realisasi panen padi biosalin di Jepara capai 22 hektare dari target 20 hektare.
  • Produksi 176 ton gabah hasilkan nilai ekonomi mencapai Rp1,23 miliar bagi petani.
  • Varietas biosalin tahan rob dan hama, menjadi solusi jitu di tengah cuaca ekstrem.

Suara.com - Program pengembangan budidaya padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara mencatatkan capaian gemilang. Meski dihantam cuaca ekstrem, inisiatif kolaborasi program CSR antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN, Subholding Gas Pertamina bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Daerah ini justru berhasil melampaui target luas panen hingga mencapai 22 hektare dari rencana awal 20 hektare.

Keberhasilan ini menjadi oase bagi sektor pertanian pesisir yang selama ini dihantui ancaman intrusi air laut dan banjir rob. Pendekatan teknologi biosalin terbukti ampuh mengubah lahan marginal menjadi lumbung pangan yang produktif.

Berdasarkan data hasil panen, produktivitas rata-rata tercatat mencapai 7–9 ton per hektare. Dengan total produksi sekitar 176 ton gabah dan asumsi harga Rp7.000 per kilogram, program ini diprediksi mampu menyumbang nilai ekonomi hingga Rp1,23 miliar bagi petani setempat.

Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, SP., Msi., mengungkapkan bahwa varietas biosalin dirancang khusus untuk menghadapi tantangan salinitas tinggi akibat perubahan iklim.

"Keunggulan varietas ini mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektare dengan masa tanam singkat, antara 84 hingga 107 hari. Selain itu, varietas ini tahan hama dan kuat di lahan marginal," ujar Arif. Ia juga menekankan bahwa inovasi ini merupakan langkah mitigasi pascabencana yang harus direplikasi di wilayah pesisir Indonesia lainnya.

Senada dengan itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyambut positif momentum ini sebagai pilar ketahanan pangan daerah. Ia mengapresiasi kolaborasi strategis yang mampu menyulap lahan tidur menjadi lahan produktif yang memberikan harapan baru bagi petani.

“Di tengah tantangan cuaca ekstrem, inovasi ini mendongkrak hasil panen. Kami berharap inisiatif ini terus diperluas sebagai model kemitraan berbasis riset,” tegas Witiarso.

Di sisi lain, Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan manifestasi nyata dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pihaknya fokus pada pendampingan intensif dan transfer pengetahuan agar petani dapat mandiri pada musim tanam berikutnya.

“Keberhasilan hari ini adalah fondasi agar petani terus berproduksi tanpa ketergantungan pada intervensi program di masa depan. Kami ingin menciptakan dampak ekonomi yang terukur dan berkelanjutan bagi ekosistem lokal,” pungkas Krisdyan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah

5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah

Tekno | Kamis, 23 April 2026 | 19:25 WIB

Bulog Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

Bulog Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:07 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Terkini

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

×