Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

Dulu Diabaikan, Kini Pala Fakfak Jadi Rebutan China

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 19 Februari 2025 | 15:49 WIB
Dulu Diabaikan, Kini Pala Fakfak Jadi Rebutan China
Owner UMKM Papua Global Spices, Hans Sahupala. (Dok: BRI)

Suara.com - Di tengah pesona alam Fakfak, Papua Barat, tumbuh sebuah bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa perubahan bagi masyarakat. Sejak didirikan pada tahun 2021, bisnis pala ini telah menjadi pionir dalam meningkatkan kualitas rempah lokal, khususnya pala, agar dapat diterima di pasar global.

Owner UMKM Papua Global Spices, Hans Sahupala menerangkan, selama ini, kualitas pala yang dihasilkan di Fakfak masih belum optimal. Hal ini berdampak pada harga jual yang rendah di pasar. Dengan tekad untuk memperbaiki kualitas pangan, para pelaku usaha ini aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengajarkan teknik budidaya dan pengolahan yang lebih baik.

"Hasilnya? Kualitas pala meningkat, dan otomatis harga jual pun lebih tinggi, memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat," urai Hans di BRI UMKM EXPOR(RT) beberapa waktu lalu.

Menurut Hans, mengubah pola pikir masyarakat bukanlah hal yang mudah. Selama tiga tahun terakhir, upaya perbaikan kualitas ini terus dilakukan dengan dukungan dari pemerintah daerah, pusat, serta masyarakat lokal. Dengan pendekatan yang konsisten dan inovatif, bisnis ini berhasil meningkatkan kesejahteraan petani pala.

"Jika dahulu mereka menjual pala dengan kualitas standar, kini mereka memahami bahwa meningkatkan kualitas berarti meningkatkan pendapatan," imbuh Hans.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian hingga ke tingkat nasional adalah metode pengeringan pala. Dahulu, pengeringan dilakukan secara tradisional menggunakan asap dari kayu bakar. Kini, proses tersebut telah diperbaiki dengan metode yang lebih modern untuk menjaga kualitas dan cita rasa pala tetap prima. Inovasi inilah yang membuat mantan Wakil Presiden RI memberikan perhatian khusus dan menugaskan pembinaan bagi bisnis ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan sumber daya alam rempah-rempah Papua.

Saat ini, produksi pala dari Fakfak mencapai 1.800 hingga 2.000 ton per tahun, dengan nilai produksi sekitar Rp120-180 miliar. Hebatnya, uang hasil penjualan ini sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat karena kepemilikan kebun ada di tangan mereka. Fakfak memiliki sekitar 15.000 petani pala yang menggantungkan hidupnya pada komoditas ini.

Konsumen utama bisnis ini berasal dari pasar internasional, dengan China sebagai pembeli terbesar yang membutuhkan hingga 10.000 ton pala per tahun. Di dalam negeri, pasar utama berada di Pulau Jawa sebelum kemudian diekspor ke berbagai negara.

Meskipun awalnya mengalami kerugian akibat fokus pada peningkatan kualitas, kini bisnis ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan omzet bulanan berkisar antara Rp10-50 juta. Berbagai tantangan, termasuk kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan, diatasi melalui edukasi berkelanjutan.

baca juga

Kesuksesan ini juga mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan program UMKM, yang memberikan wadah untuk berkembang lebih jauh. Keikutsertaan dalam berbagai acara, baik nasional maupun internasional, termasuk di China, membuka peluang lebih besar bagi bisnis ini.

"Melalui pameran ini, kami ada kesempatan bertemu dengan pembeli baru," ucapnya.

Bagi mereka yang ingin meniti jalan sebagai pengusaha, pendiri bisnis ini memberikan tiga kunci utama sukses: kerja keras, berani melangkah, dan selalu jujur. Dengan semangat ini, Papua Global Spices dari Fakfak siap untuk terus melangkah lebih jauh, membawa rempah khas Indonesia ke pasar dunia, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSS Sleman Rekrut Pieter Huistra, Tugas Berat Menanti Eks Pelatih Borneo FC

PSS Sleman Rekrut Pieter Huistra, Tugas Berat Menanti Eks Pelatih Borneo FC

Your Say | Rabu, 19 Februari 2025 | 14:40 WIB

Investasi ORI027 via BRImo: Cuan Stabil, Aman dan Ramah di Kantong!

Investasi ORI027 via BRImo: Cuan Stabil, Aman dan Ramah di Kantong!

Bri | Rabu, 19 Februari 2025 | 14:34 WIB

Inovasi dan Komitmen Bambu Tresno dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pengrajin Lewat BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Inovasi dan Komitmen Bambu Tresno dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pengrajin Lewat BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Bisnis | Rabu, 19 Februari 2025 | 14:14 WIB

Revolusi Digital BRI: Kredit Lebih Cepat, Layanan Makin Efektif

Revolusi Digital BRI: Kredit Lebih Cepat, Layanan Makin Efektif

Bri | Rabu, 19 Februari 2025 | 13:57 WIB

Penggemarnya Tak Cuma dari Indonesia, Ini Kisah Sukses Cokelat Ndalem

Penggemarnya Tak Cuma dari Indonesia, Ini Kisah Sukses Cokelat Ndalem

Bisnis | Rabu, 19 Februari 2025 | 13:33 WIB

Dari Angkut Hasil Panen Hingga Akses Kesehatan, BRI Peduli Hadir di Desa Keyongan

Dari Angkut Hasil Panen Hingga Akses Kesehatan, BRI Peduli Hadir di Desa Keyongan

Bri | Rabu, 19 Februari 2025 | 12:51 WIB

Terkini

Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar

Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:45 WIB

BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp 373 Juta

BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp 373 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:44 WIB

5 Sepatu Lari Wanita Paling Nyaman dan Empuk, Cocok untuk Jogging hingga Maraton

5 Sepatu Lari Wanita Paling Nyaman dan Empuk, Cocok untuk Jogging hingga Maraton

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:43 WIB

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:41 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan

4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:37 WIB

BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation

BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:36 WIB

Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka

Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka

Bali | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:33 WIB

BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan

BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan

Lampung | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:32 WIB

Indosat Perkuat Jatim, 14 Juta Pelanggan dan Trafik Data Naik 9,6 Persen

Indosat Perkuat Jatim, 14 Juta Pelanggan dan Trafik Data Naik 9,6 Persen

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:30 WIB

BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat

BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat

Kaltim | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:27 WIB

×