Erick Thohir Pernah Diskusi Sama Kejagung Hingga Larut Malam Soal Hebohnya BBM Oplosan

Achmad Fauzi

Sabtu, 01 Maret 2025 | 15:27 WIB
Erick Thohir Pernah Diskusi Sama Kejagung Hingga Larut Malam Soal Hebohnya BBM Oplosan
Menteri BUMN Erick Thohir/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengaku dirinya sempat berdiskusi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) soal hebohnya BBM oplosan yang dijual Pertamina. Isu BBM Oplosan ini mencuat setelah Kejagung menetapkan tersangka dugaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah.

Dalam diskusi itu, Erick bersama Jaksa Agung tidak ingin bergumentasi soal isu BBM oplosan dengan blending minyak mentah. Menurut dia, apakah oplosan atau blending memang Kejagung tengah menyelidiki itu.

"Saya dan Pak Jaksa Agung, silakan Pak Jaksa Agung ditanya, saya rapat jam 11 malam, mengenai isu apakah ini blending oplosan, kita tidak mau berargumentasi. Betul nggak? Tetapi kalau itu ada oplosan di titik tertentu, ya kita, tadi sudah dilakukan penindakan. Ini kan dari Kejaksaan sedang menggali itu," ujarnya saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (1/3/2025).

Erick bilang, selama ini blending minyak mentah memang lazim terjadi di industri minyak dan gas (Migas). Namun, blending minyak mentah ini hanya agar mendapat RON yang ditetapkan.

"Nah ini mesti dilihat dari kategori yang berbeda. Apakah itu koruptif atau bagian penaikan performance daripada bensin tersebut. Bukan RON, bensin tersebut," jelas Erick.

Dirinya juga tidak mempermasalahkan banyak pihak yang melakukan tes performa BBM dengan banyak merek. Pasalnya, itu merupakan bagian dari intropeksi yang harus dilakukan oleh masing-masing merek untuk meningkatkan kualitas BBM.

"Ya itu kita bagian dari kompetitiveness. Nah apakah campurannya lebih bagus? Saya nggak tahu, saya bukan ahlinya," beber Ketua Umum PSSI itu.

Selain itu, Erick Thohir juga akan menjaga dari SPBU-SPBU Pertamina agar tidak berpolemik atas hebohnya BBM oplosan ini. Dia melihat, kekinian SPBU-SPBU Pertamina kebanyakan milik UMKM dan Swasta.

"Semua banyak, mayoritas pom bensin itu milik UMKM, swasta. Nah itu kita harus jaga juga. Nah ini yang sama-sama, kalau kita membenahin sesuatu jangan dengan emosi, tuduh-menuduh," pungkas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Tujuh, Erick Thohir Sebut Danantara Kelola Aset 47 BUMN

Tak Hanya Tujuh, Erick Thohir Sebut Danantara Kelola Aset 47 BUMN

Bisnis | Sabtu, 01 Maret 2025 | 15:00 WIB

Ramai-ramai Pindah SPBU, Harga BBM di BP dan Shell Malah Kompak Naik

Ramai-ramai Pindah SPBU, Harga BBM di BP dan Shell Malah Kompak Naik

Bisnis | Sabtu, 01 Maret 2025 | 11:15 WIB

Per 1 Maret 2025, Harga BBM di SPBU Swasta Naik, Pertamax Masih Stabil

Per 1 Maret 2025, Harga BBM di SPBU Swasta Naik, Pertamax Masih Stabil

Bisnis | Sabtu, 01 Maret 2025 | 11:14 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×