Program Pertanian Organik Perusahaan Ini Tingkatkan Hasil Panen Petani Lokal

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 11 Maret 2025 | 08:50 WIB
Program Pertanian Organik Perusahaan Ini Tingkatkan Hasil Panen Petani Lokal
Sebagian petani mengaku hasil panennya meningkat sebesar 25—100 persen dengan kualitas produk yang lebih baik dengan pertanian organik. (Foto ist).

Suara.com - Program pertanian organik PT Sumbawa Timur Mining (STM) tidak hanya berkontribusi terhadap pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, tetapi juga berhasil meningkatkan hasil panen para petani binaannya. 

Sebagian petani mengaku hasil panennya meningkat sebesar 25—100 persen dengan kualitas produk yang lebih baik. Peningkatan ini tercapai setelah mereka mendapatkan pendampingan intensif dari STM berupa teknik budi daya secara organik, manajemen kelompok, hingga strategi pemasaran. 

Tim Community Development STM, Vovia Witni, mengatakan perusahaan selalu berusaha menciptakan dampak nyata dari program yang telah berjalan selama 8 tahun ini. 

“Kami berkomunikasi secara aktif dengan para petani binaan, mendapatkan umpan balik mereka, dan terus melakukan perbaikan yang berkelanjutan dalam program pertanian organik. Kami berharap program ini memberi dampak nyata dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat,” ujar Vovia Witni, dalam keterangannya dikutip Selasa (11/3/2025).

Ia pun mengatakan bahwa tim Community Development STM terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. 

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Hu’u, Adi Nuryadin, mengapresiasi dukungan STM berupa program pertanian organik intensif bagi para petani lokal. 

Menurutnya, perubahan metode pertanian dari konvensional menjadi organik memberikan banyak manfaat, bukan hanya bagi para petani, tetapi juga bagi konsumen dan alam. Pertanian organik lebih sehat, menguntungkan, dan berkelanjutan karena ramah lingkungan. 

Menurut Adi, sistem budi daya pertanian yang bergantung pada bahan kimia lama-kelamaan akan menurunkan hasil produksi, serta berpotensi membuat organisme pengganggu tanaman (OPT) berkembang lebih cepat. 

“Penggunaan bahan kimia berlebih dapat menyebabkan unsur hara pada tanah berkurang, sehingga keseimbangan pada lingkungan tidak terjaga. Tidak heran jika ada warga yang mudah terserang berbagai penyakit,” ujarnya. 

baca juga

Adi juga mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, siap meningkatkan kolaborasi dengan STM dalam mengembangkan pertanian organik dan mewujudkan ketahanan pangan lokal yang lebih baik. 

“Kami siap meningkatkan berkolaborasi untuk mewujudkan pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat memberi dampak ekonomi bagi para petani,” harap Adi.

Pertanian organik adalah sistem budi daya tanaman yang berfokus pada penggunaan bahan alami tanpa bahan kimia sintetis seperti pupuk buatan, pestisida, hormon pertumbuhan, atau organisme hasil rekayasa genetika. 

Tujuan utama pertanian organik adalah menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas tanah, serta menghasilkan produk yang sehat dan ramah lingkungan. Program pertanian organik STM berlangsung sejak tahun 2017 dan kini telah memiliki 96 anggota yang tersebar di 7 desa se-Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Salah satu petani binaan STM asal Desa Cempi Jaya, Muhtar, mengatakan bahwa pertanian organik membuat tanaman kacang panjangnya dapat dipanen lebih banyak dalam satu musim tanam. “Dengan pertanian organik ini saya bisa memanen kacang panjang hingga 15 kali, sedangkan metode pertanian sebelumnya yang menggunakan pupuk kimia hanya sebanyak 7 kali panen. Sekarang saya bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak,” ucap Muhtar yang bertani di Dusun Sigi.

Peningkatan hasil panen juga dialami oleh Yasin, petani padi organik yang berasal dari Dusun Daha Barat, Desa Daha. Bibit mentik susu yang ia tanam dan rawat secara organik mampu menghasilkan gabah lebih banyak. “Hasil dari pertanian sebelumnya hanya bisa mencapai 16 karung, sementara dengan pertanian organik ini meningkat menjadi 20 karung. Produksi yang lebih banyak ini telah meningkatkan keuntungan saya," ucap Yasin. 

Produk pertanian organik memiliki banyak peminat di Kecamatan Hu’u. Selain untuk dikonsumsi oleh penduduk lokal, produk ini juga digemari oleh wisatawan mancanegara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bersama Kementan, Kadin All Out Dukung Pertanian Demi Ketahanan Pangan

Bersama Kementan, Kadin All Out Dukung Pertanian Demi Ketahanan Pangan

Bisnis | Senin, 10 Maret 2025 | 15:27 WIB

Siapa Pemilik Minyak Goreng MinyaKita? Jadi Perbincangan Gara-gara Takaran

Siapa Pemilik Minyak Goreng MinyaKita? Jadi Perbincangan Gara-gara Takaran

Lifestyle | Senin, 10 Maret 2025 | 15:08 WIB

Usai Bertemu Bos Kadin, Mentan Amran Minta 'Penyunat' MinyaKita Dihukum Berat

Usai Bertemu Bos Kadin, Mentan Amran Minta 'Penyunat' MinyaKita Dihukum Berat

Bisnis | Senin, 10 Maret 2025 | 13:50 WIB

Terkini

Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang

Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:56 WIB

4 Lipstik Implora Paling Waterproof dan Smudgeproof, Harga Mulai Rp23 Ribuan

4 Lipstik Implora Paling Waterproof dan Smudgeproof, Harga Mulai Rp23 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:56 WIB

Syarat Bikin KK Sendiri Belum Menikah, Simak Ketentuan dan Cara Mengurusnya

Syarat Bikin KK Sendiri Belum Menikah, Simak Ketentuan dan Cara Mengurusnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:52 WIB

4 Shio Rawan Kena Tipu dan Bangkrut 2027, Waspada Urusan Keuangan!

4 Shio Rawan Kena Tipu dan Bangkrut 2027, Waspada Urusan Keuangan!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:50 WIB

Berapa Harga Serum Viva untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas? Ada 4 Pilihan

Berapa Harga Serum Viva untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas? Ada 4 Pilihan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:45 WIB

Minyak Mentah Meroket, Apakah Harga BBM Domestik Bakal Ikut Naik?

Minyak Mentah Meroket, Apakah Harga BBM Domestik Bakal Ikut Naik?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:44 WIB

Arti 3 Jari Telunjuk Tengah Manis, Ini Asal Usul Simbol Perlawanan Three-Finger Salute

Arti 3 Jari Telunjuk Tengah Manis, Ini Asal Usul Simbol Perlawanan Three-Finger Salute

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:33 WIB

Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri

Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:30 WIB

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:23 WIB

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:20 WIB

×