Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Cerita Presdir Indocement Gandeng Ahli dari Jerman untuk Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 13 Maret 2025 | 16:23 WIB
Cerita Presdir Indocement Gandeng Ahli dari Jerman untuk Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Presiden Direktur PT Indocement Tunggal Prakasa, Christian Kartawijaya dalam acara "Meet The CEO" besutan IDNFinancials.com dengan Suara.com.

Suara.com - Di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan iklim global, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) mengambil langkah besar dalam mengatasi masalah lingkungan yang mendesak melalui inovasi dan kerjasama strategis.

Diawali dari sebuah peristiwa longsor sampah di Bandung, Jawa Barat, Indocement berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat untuk mengubah krisis menjadi peluang dengan mendatangkan ahli dari Jerman.

Dari insiden ini, tim ahli mengusulkan penggunaan sampah sebagai bahan bakar alternatif. Terdengar revolusioner, namun inisiatif ini mengungkapkan potensi yang belum tergali dari sampah yang selama ini menjadi masalah besar di kota-kota besar seperti Jakarta.

"Jadi bapak bisa bayangin ini Jakarta 3.000 tambah 2.000, 5.000. Mereka menyelesaikan masalah sampah di Jakarta itu 7.500 ton per hari yang mesti ke luar, jadi kita sudah handle sekitar 70an persen, not so bad," kata Presiden Direktur PT Indocement Tunggal Prakasa, Christian Kartawijaya dalam acara "Meet The CEO" besutan IDNFinancials.com dengan Suara.com dikutip Kamis (13/3/2025).

Tidak berhenti di sampah, Indocement juga melirik penggunaan bahan baku yang tidak biasa seperti kotoran ayam yang dicampur dengan sekam padi.

"Sebetulnya kita ambil lagi yang menarik, Chicken poo, Chicken poo itu tai ayam kan dia pakai sekam padi," kata Christian.

Ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon.

Hingga tahun 2022, Indocement telah menggunakan bahan bakar alternatif lebih dari 18% dan menargetkan untuk meningkatkan konsumsi bahan bakar alternatif hingga lebih dari 40% pada tahun 2030.

Perusahaan juga melakukan langkah besar dalam investasi berkelanjutan melalui penyertaan modal sebesar Rp 2 miliar di PT Amita Prakarsa Hijau (APH).

Investasi ini mencakup 20 persen dari jumlah modal APH, yang bertujuan untuk memproduksi bahan bakar dan material alternatif dari limbah industri dan/atau rumah tangga.

"Amita itu kita menangkap bahan bakar dan bahan baku alternatif yang kita belum pernah sentuh yaitu dari industri, kan industri itu banyak recit recit, kalau dia produksi misalkan tekstil kan ada chemical process," ucapnya.

Dalam upaya meminimalisir dampak negatif industri terhadap lingkungan, Indocement tidak hanya fokus pada pengolahan limbah, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi dari limbah yang tidak terpakai.

Pendekatan ini tidak hanya mengurangi biaya operasional melalui penggunaan bahan baku yang lebih murah dan ramah lingkungan tetapi juga membuka peluang bisnis baru dalam ekonomi sirkular.

Dengan inovasi dan investasi berkelanjutan, Indocement tidak hanya memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin industri yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, tetapi juga memberikan contoh nyata bahwa praktik bisnis berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi serta melindungi planet ini untuk generasi yang akan datang.

Indocement berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini dan masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Bertemu Pandawara Group, Kini Prabowo Minta AHY Bentuk Satgas Pengolahan Sampah

Usai Bertemu Pandawara Group, Kini Prabowo Minta AHY Bentuk Satgas Pengolahan Sampah

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 23:40 WIB

Darurat Sampah Nasional, AHY Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Solusi Mendesak

Darurat Sampah Nasional, AHY Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Solusi Mendesak

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 15:37 WIB

Isi Pertemuan Prabowo dan Pandawara di Istana: Cerita Kondisi Sungai Ciliwung Dulu dan Sekarang

Isi Pertemuan Prabowo dan Pandawara di Istana: Cerita Kondisi Sungai Ciliwung Dulu dan Sekarang

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 18:39 WIB

Terkini

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB