Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?

M Nurhadi

Selasa, 18 Maret 2025 | 17:26 WIB
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
Pengunjung melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pada Selasa, 18 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan signifikan. Terpantau pada pukul 11.19 WIB tadi, IHSG turun 325 poin atau -5,02% ke level 6.146,91. Di level itu, IHSG turun lebih dari 13% dari level penutupan pada akhir 2024 di posisi 7.079,9. Penurunan tajam ini memicu Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menerapkan trading halt, yaitu penghentian sementara perdagangan saham, pada pukul 11.19 WIB. 

Trading halt adalah kebijakan yang diambil oleh BEI untuk menghentikan sementara perdagangan saham ketika IHSG mengalami penurunan yang signifikan. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasar dan memberikan waktu bagi investor untuk mencerna informasi yang mempengaruhi pasar. Menurut peraturan yang berlaku, trading halt diterapkan jika IHSG turun sebesar 5% atau lebih dalam satu sesi perdagangan.

Perbandingan dengan Penurunan IHSG Sebelumnya

1. Krisis Keuangan Asia 1998

Pada 8 Januari 1998, IHSG mencatat penurunan harian terdalam sepanjang sejarah, jatuh hampir 12% dalam sehari ke level 347. Kejatuhan ini terjadi di tengah krisis keuangan Asia yang melumpuhkan ekonomi Indonesia, ditandai dengan anjloknya nilai rupiah dan kolapsnya sektor perbankan.

2. Pandemi COVID-19 pada 2020

Pada 9 Maret 2020, IHSG terjun bebas 6,58% ke level 5.136,81, yang menjadi awal dari tujuh kali trading halt dalam beberapa pekan berikutnya. Pada 24 Maret 2020, IHSG mencapai titik terendah di level 3.937, turun 37% dari awal tahun. Hal ini memaksa otoritas bursa untuk mengubah aturan batas bawah penurunan harga saham, dari sebelumnya 25%-35% menjadi 10%, lalu diturunkan lagi ke 7%.

Penurunan IHSG kali ini lebih didorong oleh sentimen ekonomi domestik dan aksi jual besar-besaran investor asing. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat tajam, mencapai 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp31,2 triliun per Februari 2025, dibandingkan tahun lalu yang masih surplus Rp26,04 triliun. Penerimaan pajak juga turun drastis, dari Rp400,36 triliun pada Februari 2024 menjadi hanya Rp187,8 triliun di bulan yang sama tahun ini.

Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal ini mendorong arus modal keluar (capital outflow) secara besar-besaran. Hingga 17 Maret 2025, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp26,9 triliun. Sentimen ini terus mendorong aksi jual di IHSG dan akhirnya 'meledak' hari ini, diperparah oleh aksi ambil untung di saham teknologi yang sebelumnya mengalami kenaikan tajam. Tekanan juga terjadi pada saham-saham perbankan besar yang semakin menekan IHSG.

baca juga

Penurunan IHSG juga mempengaruhi pasar saham regional dan global. Indeks Strait Times Singapura naik 0,82% (31,6 poin) di level 3.890,96. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 2,46% (595 poin) di level 24.740,57. Namun, pasar saham di negara-negara berkembang lainnya menunjukkan volatilitas yang tinggi akibat sentimen negatif dari Indonesia. 

Meskipun penurunan IHSG hari ini signifikan, sejumlah analis percaya bahwa pasar akan pulih seiring dengan perbaikan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Investor diharapkan tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi ini. Diversifikasi portofolio dan investasi jangka panjang masih menjadi strategi yang disarankan untuk menghadapi volatilitas pasar.

Penurunan IHSG pada 18 Maret 2025 menambah daftar episode volatilitas pasar saham Indonesia yang pernah terjadi sebelumnya, seperti krisis keuangan Asia 1998, pandemi COVID-19 pada 2020, dan perang dagang AS-China pada 2019. Faktor domestik, seperti defisit APBN dan penurunan penerimaan pajak, menjadi pemicu utama penurunan kali ini.

Namun, dengan respons yang tepat dari pemerintah dan otoritas terkait, diharapkan pasar saham Indonesia dapat segera pulih dan kembali stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bursa Efek Indonesia Trending di X: IHSG Anjlok, Netizen Heboh!

Bursa Efek Indonesia Trending di X: IHSG Anjlok, Netizen Heboh!

Tekno | Selasa, 18 Maret 2025 | 16:52 WIB

IHSG Terjungkal, Rencana Kebijakan Dwifungsi TNI Biang Kerok?

IHSG Terjungkal, Rencana Kebijakan Dwifungsi TNI Biang Kerok?

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 15:52 WIB

IHSG Anjlok, Bos BEI Salahkan Donald Trump

IHSG Anjlok, Bos BEI Salahkan Donald Trump

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 15:42 WIB

IHSG Ambles, Teringat Kembali Ucapan Prabowo Saham Adalah Judi

IHSG Ambles, Teringat Kembali Ucapan Prabowo Saham Adalah Judi

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 15:32 WIB

IHSG Merosot! Dasco: Ekonomi Fiskal Indonesia Kuat, Sri Mulyani Tak Akan Mundur

IHSG Merosot! Dasco: Ekonomi Fiskal Indonesia Kuat, Sri Mulyani Tak Akan Mundur

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 15:16 WIB

IHSG Anjlok, Ingat Lagi Pernyataan Prabowo: Rakyat Desa Gak Main Saham

IHSG Anjlok, Ingat Lagi Pernyataan Prabowo: Rakyat Desa Gak Main Saham

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 14:44 WIB

Terkini

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

×