Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Strategi IWIP: Safari Ramadhan sebagai Katalisator Hubungan Industrial dan Ekonomi Masyarakat

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 21 Maret 2025 | 08:02 WIB
Strategi IWIP: Safari Ramadhan sebagai Katalisator Hubungan Industrial dan Ekonomi Masyarakat
Ilustrasi. IWIP segera membuka sebanyak 12.000 lapangan kerja baru pada 2021. (Foto Istimewa).

Suara.com - Kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus berkomitmen untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, salah satunya dengan Safari Ramadhan. 

Kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan suci Ramadhan ini, diharapkan semakin memperkuat silaturahmi serta kolaborasi antara perusahaan, masyarakat sekitar, hingga karyawan di area kawasan industri Weda Bay, Maluku Utara.

Yudhi Santoso, General Manager External Relations IWIP, mengatakan bulan suci Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan masyarakat, pemerintah serta pemangku kepentingan lain. 

"IWIP bertekad menciptakan kebersamaan agar terbangun sinergi dan kolaborasi demi kemajuan daerah yang berkelanjutan. Melalui kegiatan Safari Ramadhan, kami berharap dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga," kata Yudhi dalam keterangannya dikutip Jumat (21/3/2025).

Safari Ramadhan IWIP dilaksanakan di beberapa desa sekitar kawasan industri Weda Bay, Maluku Utara, serta di Jakarta. Di wilayah sekitar kawasan, Kegiatan Buka Puasa Bersama diadakan di Desa Mesa, Sagea, Waibulan, Waikob, Kulo Jaya/Woerjana, Nurweda, di Halmahera Tengah, dan Kecamatan Wasilei Selatan, Kota Maba di Halmahera Timur. 

Sementara itu, di Jakarta, acara Buka Puasa Bersama dihadiri oleh pemangku kepentingan seperti organisasi masyarakat Maluku Utara di Jakarta, antara lain HIKMU Jakarta, Kerukunan Keluarga Fagogoru, Garda Nuku Tidore, Formapas Malut, Formapas Halteng, Himapas Haltim, Hipma Halteng, Hipmi Haltim, dan PPMW Weda Jakarta.

Kegiatan dimulai pada 10 Maret 2025 dengan buka puasa bersama dan tausiah di Desa Mesa, Halmahera Tengah, Maluku Utara, dihadiri oleh perwakilan pemerintah, masyarakat, dan karyawan IWIP.

IWIP sendiri merupakan kawasan industri terpadu untuk pengolahan logam berat di Maluku Utara. IWIP berlokasi di Desa Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. 

IWIP merupakan kawasan industri pertama terintegrasi di Indonesia. 

baca juga

IWIP berfungsi untuk memfasilitasi pengolahan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik. 

IWIP merupakan: Proyek Strategis Nasional (PSN), Objek Vital Nasional (OBVITNAS) Bidang Industri, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). 

IWIP juga memiliki program beasiswa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah lingkar tambang dan kawasan industri. 

Kawasan industri IWIP dilengkapi dengan fasilitas meliputi bandar udara seluas 2.200 meter persegi, power plant, serta pelabuhan khusus. Hingga tahun 2024 ini, dari komitmen investasi sebesar USD20 Miliar, telah direalisasikan sekitar US$ 15 Miliar.

IWIP telah menyerap tenaga kerja sejumlah 81.000 orang dari target penyerapan sebesar 100.000 pekerja, yang diharapkan terpenuhi pada tahun depan. Sebanyak 45 perusahaan telah menjadi tenant PT IWIP.

Sebelumnya Menteri Perindustran (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, kawasan IWIP ditargetkan beroperasi secara terintegrasi mulai dari mulut tambang hingga menjadi produk baterai listrik. Hilirisasi industri berbasis tambang juga mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV).

Dalam kunjungan ke Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (28/11/2024). Menperin meninjau persiapan groundbreaking tiga proyek yang dibangun di kawasan industri IWIP dengan total nilai sekitar US$ 2 Miliar, yaitu pabrik Battery Cell untuk EV dan Energy Storage System (ESS) PT REPT BATTERO, pabrik perakitan e-dump truck PT Qingtuo Automotive Manufacturing Indonesia, serta industri electrolytic aluminum PT Kemajuan Alumina Industry.

Agus menerangkan, hilirisasi tambang, di antaranya untuk komoditas nikel, tembaga, dan bauksit, merupakan salah satu kelompok industri prioritas pengungkit pertumbuhan ekonomi. “Potensi Produk Domestik Bruto (PDB) dari hilirisasi komoditas nikel dapat mencapai US$ 14,2 juta, dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebesar 169 ribu orang, pontensi investasi hingga US$ 42,5 juta, serta potensi ekspor mencapai US$ 32,1 juta,” ucap dia Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal KIPI, Kawasan Industri Hijau di Kaltara yang Digadang-gadang Terbesar di Dunia

Mengenal KIPI, Kawasan Industri Hijau di Kaltara yang Digadang-gadang Terbesar di Dunia

News | Kamis, 20 Maret 2025 | 21:57 WIB

SBN: Investasi Aman Dijamin Negara? Simak Pengertian dan Keuntungannya

SBN: Investasi Aman Dijamin Negara? Simak Pengertian dan Keuntungannya

Lifestyle | Kamis, 20 Maret 2025 | 12:03 WIB

Pabrik Nikel PT GNI Asal China yang Diresmikan Jokowi Terancam Tutup Total

Pabrik Nikel PT GNI Asal China yang Diresmikan Jokowi Terancam Tutup Total

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 11:15 WIB

Terkini

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:39 WIB

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:29 WIB

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:03 WIB

Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:01 WIB

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY

Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:27 WIB

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:18 WIB

×