Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Jelang Libur Lebaran, Harga Emas Antam Terus Meroket Tembus Rp1.776.000/Gram

Achmad Fauzi

Kamis, 27 Maret 2025 | 08:56 WIB
Jelang Libur Lebaran, Harga Emas Antam Terus Meroket Tembus Rp1.776.000/Gram
Emas Antam bergambar kerbau. (Dok: Antam)

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Hari Kamis (27/3/2025) untuk ukuran satu gram kembali melonjak, sehingga dibanderol di harga Rp1.776.000 per gram.

Harga emas Antam itu kembali meroket sebesar Rp7.000 dibandingkan hari Rabu (26/3/2025) sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp1.627.000 per gram.

Harga buyback itu juga ikut lompat tinggi Rp7.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp938.000
  • Emas 2 gram Rp3.492.000
  • Emas 3 gram Rp5.213.000
  • Emas 5 gram Rp8.665.000
  • Emas 10 gram Rp17.255.000
  • Emas 25 gram Rp43.012.000
  • Emas 50 gram Rp85.945.000
  • Emas 100 gram Rp171.812.000
  • Emas 250 gram Rp429.265.000
  • Emas 500 gram Rp858.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp1.716.600.000

Harga Emas Dunia Stagnan

Harga emas tidak mengalami perubahan signifikan di akhir sesi perdagangan Amerika Utara. Logam mulia ini tertahan akibat pemulihan Indeks Dolar AS (DXY), yang sebelumnya jatuh ke level terendah 104,18 sebelum kembali menguat. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump akan mengumumkan kebijakan tarif otomotif sekitar pukul 22:00 GMT, yang turut mempengaruhi pergerakan pasar. Hingga saat ini, seperti dilansir FXstreet emas diperdagangkan di level USD3.019, hampir tidak berubah dibandingkan sesi sebelumnya.

Menurut laporan The Wall Street Journal, pedagang emas batangan tidak bereaksi signifikan terhadap berita mengenai rencana tarif otomotif yang tengah dipertimbangkan oleh Trump. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,32 persen ke level 104,55.

Meskipun harga emas masih berada di bawah tekanan, logam mulia ini tetap bertahan di atas level dukungan USD3.000. Kondisi ini memberikan harapan bagi para pembeli bahwa harga emas dapat kembali menguat dalam waktu dekat.

Dalam laporan ekonomi, Departemen Perdagangan AS mencatat bahwa pesanan barang tahan lama tetap solid pada Februari. Selain itu, pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve (Fed) juga menarik perhatian pelaku pasar.

Alberto Mussalem dari Fed St. Louis menyatakan bahwa pasar tenaga kerja telah mendekati tingkat kesempatan kerja penuh. Ia menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah tepat, mengingat inflasi masih berada di atas target. Mussalem juga menyoroti risiko inflasi yang tetap tinggi dan menegaskan bahwa ia tidak melihat kemungkinan resesi dalam waktu dekat.

Sementara itu, Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan bahwa meskipun Fed telah membuat kemajuan dalam mengendalikan inflasi, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ia memperkirakan bahwa dalam satu hingga dua tahun ke depan, bank sentral dapat mulai menurunkan suku bunga secara bertahap.

Pasar uang saat ini telah memperhitungkan kemungkinan pelonggaran suku bunga sebesar 64,5 basis poin pada tahun 2025, menurut data Prime Market Terminal. Di sisi lain, Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengindikasikan bahwa ia hanya mendukung satu kali pemotongan suku bunga tahun ini, dengan proyeksi inflasi baru kembali ke target pada tahun 2027.

Pergerakan harga emas masih cenderung tidak menentu dengan pelaku pasar menanti katalis baru yang dapat mendorong harga ke level tertinggi atau menekan harga di bawah USD3.000. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) menunjukkan penguatan, meskipun tetap datar setelah mengalami tren turun dalam beberapa hari terakhir, mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melemah.

Jika XAU/USD mampu menembus level tertinggi minggu ini di USD3.036, maka harga dapat menguji level USD3.057 dan selanjutnya menuju USD3.100. Sebaliknya, jika emas turun di bawah USD3.000, maka akan membuka peluang untuk menguji level USD2.956, diikuti oleh support berikutnya di USD2.900 dan Simple Moving Average (SMA) 50 hari di USD2.887.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Berbalik Melonjak Hari Ini, Jadi Rp1.769.000/Gram

Harga Emas Antam Berbalik Melonjak Hari Ini, Jadi Rp1.769.000/Gram

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 10:23 WIB

Harga Emas Pegadaian, Antam dan UBS Hari Ini

Harga Emas Pegadaian, Antam dan UBS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 08:37 WIB

Harga Emas Antam Tiba-tiba Tergelincir Jadi Rp1.759.000/Gram

Harga Emas Antam Tiba-tiba Tergelincir Jadi Rp1.759.000/Gram

Bisnis | Selasa, 25 Maret 2025 | 09:12 WIB

Terkini

Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya

Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 14:13 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?

Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 14:11 WIB

IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru

Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:51 WIB

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:48 WIB

IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN

IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:30 WIB

Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 12:58 WIB

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:59 WIB

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:47 WIB

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:18 WIB