- Bea Cukai menangkap pilot Malaysia berinisial MSO di Bandara Soekarno-Hatta pada 29 Juli 2026.
- Pelaku menyelundupkan ribuan ekstasi dan sabu setelah tergiur janji upah sebesar Rp220 juta.
- Petugas menggagalkan aksi jaringan internasional tersebut dan kini sedang memburu penerima paket di Indonesia.
Suara.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai menciduk seorang pilot asal Malaysia berinisial MSO (39) usai mencoba menyelundupkan 70.114 butir pil ekstasi melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan, MSO nekat menjadi kurir narkotika jaringan internasional karena tergiur dengan upah yang dijanjikan.
Ia dijanjikan upah 50.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp220 juta jika berhasil menyelundupkan barang haram seberat 25,15 kilogram tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan diupah 50.000 ringgit," kata Hengky, dalam konferensi pers di Tangerang, Jumat (31/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan, MSO bukan pertama kali dalam menyelundupkan narkotika ke Indonesia. Total sudah tiga kali ia menjadi kurir barang haram.
Aksi pertama MSO, menyelundupkan sabu ke Sabah, Malaysia, kemudian mengirim sekitar 7 kilogram sabu ke Jakarta, dan terakhir menyelundupkan ekstasi serta sabu ke Jakarta hingga akhirnya berhasil digagalkan petugas Bea Cukai.
Selain narkotika jenis ekstasi, petugas juga menemukan seberat 4 gram sabu, yang disembunyikan di barang pribadi tersangka.
"Petugas juga menemukan sekitar 4 gram sabu yang disimpan di barang pribadi tersangka," kata Hengky.
Sementara itu, Kasubdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Awaluddin Amin, menduga MSO merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Kekinian, penyidik sedang melakukan pengembangan terhadap perkara ini.
"Juga masih memburu pihak yang seharusnya menerima paket ekstasi tersebut di Indonesia," ucap Awaluddin.
Kasus ini terungkap pada 29 Juli 2026 saat tim Bea Cukai Soekarno-Hatta mengawasi penerbangan MH727 rute Kuala Lumpur–Jakarta.
Berdasarkan analisis intelijen, petugas mencurigai koper yang dibawa MSO ketika bertugas sebagai pilot.
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan puluhan kilogram ekstasi yang disembunyikan di dalam bagasi.