- Badan Gizi Nasional mengembalikan anggaran sebesar Rp311,2 miliar ke kas negara pada hari Jumat, 31 Juli 2026.
- Kepala BGN Sudaryono menyatakan pengembalian dana dilakukan setelah ditemukan 414 dapur Makan Bergizi Gratis bermasalah.
- Temuan tersebut mencakup dapur yang belum beroperasi serta penggunaan beberapa rekening virtual account pada satu dapur.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan dana sebesar Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah dalam proses verifikasi rekening.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan temuan itu diperoleh setelah lembaganya melakukan penyisiran terhadap ribuan dapur MBG beserta rekening virtual account yang digunakan untuk penyaluran anggaran.
"Kami memonitor ada 27.469 dapur yang saat ini beroperasi. Kami sisir, termasuk juga beberapa dapur-dapur yang memang kemarin ada yang demonstrasi ke sini, saya sudah terima. Ada yang kirim email dan lain-lain, kami cermati semua," kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jumat (31/7/2026).
Dari proses penyisiran tersebut, BGN menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyaluran dana.
Sudaryono mengungkapkan, anomali yang ditemukan antara lain adanya dana yang sudah dikirim ke rekening virtual account, namun dapurnya belum beroperasi.
Selain itu, terdapat satu dapur yang memiliki lebih dari satu rekening virtual account.
"Bahwa ada saldo rekening yang terkirim dari pusat kepada rekening-rekening dapur yang dalam bentuk virtual account itu, ternyata rekening penampungan itu dapurnya belum beroperasi, atau ada yang satu dapur punya beberapa rekening virtual account," ungkapnya.
Setelah dilakukan verifikasi satu per satu, BGN mencatat terdapat 414 dapur yang rekeningnya ganda, belum beroperasi, atau tidak sesuai dengan data.
Atas temuan tersebut, BGN memutuskan mengembalikan dana lebih dari Rp311 miliar.
Sudaryono merinci dana yang dikembalikan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) berasal dari 121 SPPG dengan nilai Rp137,5 miliar. Kemudian melalui Bank Negara Indonesia (BNI) dari 117 SPPG sebesar Rp74 miliar, Bank Mandiri dari 129 SPPG senilai Rp71,6 miliar, Bank Syariah Indonesia (BSI) dari 19 SPPG sebesar Rp12,9 miliar, serta Bank BTN dari 28 SPPG dengan nilai Rp15,3 miliar.
"Totalnya Rp311,2 miliar kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran kami yang kami temukan sampai dengan saat ini dari 414 SPPG," ucapnya.
Sudaryono menegaskan proses penyisiran masih akan terus dilakukan. BGN akan kembali menyampaikan kepada publik apabila ditemukan data baru terkait rekening maupun dapur MBG yang bermasalah.
"Kita akan terus sisir apakah nanti ada tambahan-tambahan lagi, kita akan update terus. Tapi sejauh sampai dengan kita umumkan di sini, kami mendapatkan 414 dapur dan mengembalikan Rp311,2 miliar," pungkasnya.