Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Apresiasi Kinerja Mentan - Wamentan, Presiden Prabowo: Punya Tim Pertanian Hebat

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 09 April 2025 | 15:41 WIB
Apresiasi Kinerja Mentan - Wamentan, Presiden Prabowo: Punya Tim Pertanian Hebat
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kinerja Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono serta seluruh pihak di bidang pertanian yang telah bekerja keras (Dok: Bulog)

Suara.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kinerja Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono serta seluruh pihak di bidang pertanian yang telah bekerja keras dalam mengatasi berbagai permasalahan pangan di Indonesia. Salah satunya adalah menghindari krisis beras yang sempat diperkirakan akan terjadi pada awal tahun 2025.

Menurut Presiden Prabowo, pencapaian signifikan selama 150 hari telah berhasil diraih dengan sangat baik oleh tim di kabinetnya, terutama dalam mengatasi masalah ketahanan pangan nasional.

"Saya berterima kasih memiliki tim di bidang pertanian yang cukup bagus ya. Menteri Pertanian-nya, Wakil Menteri Pertanian-nya, dan beberapa timnya. Alhamdulillah yang diperkirakan awal tahun 2025 ini krisis beras, Alhamdulillah kita berhasil mengatasi. Dan yang harus kita perhatikan tetangga-tetangga kita krisis beras, kesulitan beras,” ujar Presiden Prabowo, saat dialog bersama para jurnalis senior dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Jakarta, Rabu (8/4/2025).

Presiden Prabowo mengaku bahagia dan terkesan karena sejumlah harga bahan pokok telah terkendali selama bulan Ramadhan dan Idulfitri tahun ini. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut tak lepas dari kerja keras seluruh timnya di bidang pertanian.

Menurutnya, meski pernah mengalami krisis pangan pada tahun 1960-an, namun ia merasa pemerintahannya berhasil menjaga harga pangan agar tetap stabil.

“Kabinet yang saya bentuk jadi saya merasa ada semangat dari para menteri yang saya pilih untuk berprestasi, semangat untuk berkarya, semangat untuk saling mengisi. Saya merasakan itu. Sehingga banyak sekali yang bisa kita capai. Pertama, khususnya menghadapi Ramadhan dan Lebaran ini saya merasa sangat terkesan bahwa harga-harga sembako terkendali,” tuturnya.

Presiden Prabowo, saat dialog bersama para jurnalis senior dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Jakarta, Rabu (8/4/2025) (Dok: Bulog)
Presiden Prabowo, saat dialog bersama para jurnalis senior dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Jakarta, Rabu (8/4/2025) (Dok: Bulog)

Selama beberapa bulan terakhir, terutama saat Ramadhan dan Idulfitri, Presiden Prabowo secara langsung melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pangan dengan sering berkomunikasi dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono pada malam hari. Bahkan, ia pernah melakukan sidak pagi-pagi untuk memantau situasi harga gabah dan daging di berbagai daerah.

"Hampir tiap malam saya telepon Menteri Pertanian atau Wakil Menteri Pertanian. Mau jam 11 malam jam 12 malam saya telepon bagaimana harga daging hari ini? Bagaimana harga gabah kering panen berapa? Kita pantau, saya sangat senang Menteri Pertanian itu punya pos komando, dia pantau seluruh daerah, laporannya masuk. Saya pernah datang pagi-pagi saya sidak, mereka lagi monitor semua daerah dan sebagainya," kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa selama puluhan tahun ia pelajari dan meyakini bahwa pembangunan ekonomi Indonesia itu landasan utamanya yang paling kokoh adalah swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air.

"Dan ternyata memang, PBB atau United Nations dan hampir semua perencana dan pemikir seluruh dunia melihat masalah yang dihadapi oleh seluruh dunia di abad 21 dan sekarang ini adalah itu yakni food, energy, and water atau yang mereka sebut FEW," terangnya.

Maka saat ini, lanjut Presiden, seluruh tim di kabinetnya tengah mewujudkan program swasembada pangan, energi, dan air untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang kuat, yang bisa berdikari atau berdiri diatas kaki sendiri dalam bidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Dan saat ini tim saya sedang mewujudkan itu, artinya apa berarti kita harus mewujudkan swasembada pangan. Caranya apa untuk kita mewujudkan swasembada pangan, yakni kita harus mengefisienkan lahan-lahan pertanian kita, kita optimalkan sebaik-baiknya, lalu memudahkan petani untuk memproduksi, kita harus membuat petani kita makmur," tegasnya.

Sebab, papar presiden, perkembangan selama 30 hingga 40 tahun belakangan ini menunjukkan bahwa anak-anak petani tidak mau lagi menjadi petani serta meninggalkan desa-desa. Karena, selama ini pekerjaan petani itu identik dengan kehidupan yang susah.

"Jadi sejak lama saya sudah pelajari dan memperhatikan itu sejak saya masih muda masih seorang mayor, bahwa masalah Indonesia adalah masalah pertanian. Dan saya belajar sejarah, bahwa semua negara besar dan negara yang sukses itu pertaniannya kuat, pertaniannya sukses," imbuhnya.

"Jadi begitu saya dilantik menjadi presiden, maka keyakinan keyakinan itulah yang saya wujudkan. Seperti bagaimana pupuk langsung ke petani tanpa harus banyak perizinan, dan banyak perantara-perantara. Serta harga hasil produksi petani itu dan penghasilannya bisa naik dan membuat hidup mereka sejahtera," pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen harga Rp 6.500 per kilogram melalui Perum Bulog. Kebijakan ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta merespons harga gabah petani yang anjlok karena dibeli murah oleh pengusaha penggilingan padi.

Perum Bulog mencatat, hingga hari ini telah berhasil melakukan penyerapan lebih dari 800 ribu ton setara beras yang merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Angka ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, serta menjadi upaya nyata Bulog memastikan kestabilan cadangan pangan nasional.

Presiden berharap dalam satu tahun ke depan, sektor pertanian Indonesia dapat lebih maju dan mampu menyediakan pangan yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, sektor pertanian juga dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Bulog Saat Panen Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Ini Sejarah

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Bulog Saat Panen Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Ini Sejarah

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 11:48 WIB

Bulog Terus Melakukan Penyerapan Gabah dan Beras dalam Suasana Libur Nasional

Bulog Terus Melakukan Penyerapan Gabah dan Beras dalam Suasana Libur Nasional

Bisnis | Rabu, 02 April 2025 | 22:25 WIB

Penyerapan Gabah Petani Mencapai 725.000 Ton Setara Beras: Rekor Tertinggi Bulog 10 Tahun Terakhir

Penyerapan Gabah Petani Mencapai 725.000 Ton Setara Beras: Rekor Tertinggi Bulog 10 Tahun Terakhir

Bisnis | Senin, 31 Maret 2025 | 11:36 WIB

Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bulog: 13 Bus Gratis Antarkan 650 Pemudik ke Jawa dan Sumatera

Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bulog: 13 Bus Gratis Antarkan 650 Pemudik ke Jawa dan Sumatera

Bisnis | Kamis, 27 Maret 2025 | 22:58 WIB

Hadapi Puncak Panen, Bulog Kanwil Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan

Hadapi Puncak Panen, Bulog Kanwil Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan

Bisnis | Kamis, 27 Maret 2025 | 12:54 WIB

Lumbung Padi Sulawesi Jadi Prioritas: BRI dan Bulog Kolaborasi Serap Gabah Petani

Lumbung Padi Sulawesi Jadi Prioritas: BRI dan Bulog Kolaborasi Serap Gabah Petani

Bri | Senin, 17 Maret 2025 | 11:54 WIB

Terkini

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:29 WIB

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:37 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:33 WIB

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:05 WIB

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB