Perang Dagang Trump vs Xi Jinping Hancurkan Tesla? Model S dan X Dilarang Jual di China!

M Nurhadi | Suara.com

Sabtu, 12 April 2025 | 17:28 WIB
Perang Dagang Trump vs Xi Jinping Hancurkan Tesla? Model S dan X Dilarang Jual di China!
Pabrik Tesla yang tengah beroperasi (Tesla)

Suara.com - Perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat dengan China menyusul kebijakan tarif Trump yang dibalas oleh keputusan serupa oleh Xi Jinping.

Dalam perkembangan terbaru yang mencerminkan dampak langsung perang dagang AS-China, Tesla Inc secara mengejutkan menghentikan penerimaan pesanan untuk Model S dan Model X di pasar China. Kedua model kendaraan mewah ini diimpor langsung dari pabrik Tesla di Fremont, California, dan menjadi korban terbaru dari eskalasi tarif antara dua ekonomi terbesar dunia ini.

Merujuk pada laporan beberapa media terkait isu ini, opsi pemesanan untuk kedua model tersebut masih tersedia di situs web Tesla China hingga akhir Maret 2025. Namun, opsi tersebut telah dihapus pada pembaruan terbaru, meskipun inventaris terbatas masih tercatat tersedia - termasuk sebuah Model S warna putih dengan harga 759.900 yuan (sekitar US$103.800 atau Rp1,7 miliar).

Langkah ini terjadi tepat sebelum implementasi kenaikan tarif impor China sebesar 125% untuk produk-produk AS yang akan berlaku mulai 12 April 2025.

Keputusan China menaikkan tarif ini merupakan respons terhadap kebijakan serupa dari pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump, yang sebelumnya telah menaikkan tarif impor dari China menjadi 145%. Kenaikan drastis ini mencakup tambahan 20% yang telah diberlakukan AS awal tahun sebagai hukuman atas peran China dalam perdagangan fentanil global. Tesla, sebagai produsen mobil AS yang sangat bergantung pada pasar global, terjepit di tengah konflik ini.

Reaksi pasar terhadap perkembangan ini terlihat jelas, dengan saham Tesla mengalami penurunan 2.6% dalam perdagangan pra-pasar. Situasi ini diperparah oleh revisi target harga dari salah satu analis paling bullish Tesla di Wall Street awal pekan ini, yang mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang keterlibatan Tesla dalam konflik dagang ini.

Tahun lalu, China menyumbang lebih dari 20% dari total pendapatan Tesla, menjadikannya pasar kedua terpenting setelah AS. Namun, pabrik Tesla di Shanghai hanya memproduksi Model 3 dan Model Y, yang sebagian besar dipasarkan di China dan diekspor ke negara-negara Asia lainnya. Sementara itu, Model S dan Model X tetap diproduksi secara eksklusif di AS.

Data penjualan menunjukkan bahwa Model S dan X hanya menyumbang kurang dari 2.000 unit dari total penjualan Tesla di China tahun lalu, jauh di bawah 661.820 unit untuk Model 3 dan Y menurut catatan Pusat Penelitian dan Teknologi Otomotif China. Meskipun kontribusi kedua model ini relatif kecil, penghentian penjualannya tetap menjadi kemunduran bagi Tesla di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif listrik China.

Situasi Tesla di China semakin menantang dengan penurunan produksi di pabrik Shanghai selama enam bulan berturut-turut, termasuk penurunan pengiriman sebesar 22% pada kuartal pertama 2025. Persaingan dengan BYD Co, yang kini menjadi merek mobil terlaris di China, menambah tekanan pada posisi Tesla.

Penurunan pengiriman global Tesla ke level terendah sejak 2022 turut memperburuk situasi. Banyak pengamat yang menghubungkan penurunan ini dengan kontroversi seputar CEO Elon Musk dan keterlibatannya yang semakin dalam dalam politik global, yang dianggap mengganggu citra merek Tesla di mata sebagian konsumen.

Langkah penghentian pesanan ini mungkin hanya bersifat sementara, tetapi mencerminkan kerentanan produsen global dalam menghadapi gejolak geopolitik.

Bagi Tesla, yang telah berinvestasi besar-besaran di China dengan pabrik Shanghai-nya, situasi ini menjadi ujian nyata terhadap strategi produksi dan distribusi global mereka. Industri otomotif dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari Tesla - apakah akan mengalihkan produksi Model S/X ke China, mencari solusi tarif khusus, atau mengorbankan segmen pasar tertentu demi menjaga profitabilitas global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis A Better Life, Drama Terbaru Betty Sun dan Dong Zi Jian di Youku

Sinopsis A Better Life, Drama Terbaru Betty Sun dan Dong Zi Jian di Youku

Your Say | Sabtu, 12 April 2025 | 13:19 WIB

5 Rekomendasi Drama China Genre Misteri yang Dibintangi Gala Zhang

5 Rekomendasi Drama China Genre Misteri yang Dibintangi Gala Zhang

Your Say | Sabtu, 12 April 2025 | 08:17 WIB

China Diperingatkan Media Internasional: Timnas Indonesia Kini Naga Kandang

China Diperingatkan Media Internasional: Timnas Indonesia Kini Naga Kandang

Bola | Sabtu, 12 April 2025 | 07:50 WIB

Akali Tarif Trump, Apple Kirim 600 Ton iPhone dari India-China ke AS Hanya Dalam 3 Hari

Akali Tarif Trump, Apple Kirim 600 Ton iPhone dari India-China ke AS Hanya Dalam 3 Hari

Tekno | Jum'at, 11 April 2025 | 23:54 WIB

Jalur Sutra Sepak Bola China: Hidup Mati di Markas Timnas Indonesia

Jalur Sutra Sepak Bola China: Hidup Mati di Markas Timnas Indonesia

Liks | Sabtu, 12 April 2025 | 10:07 WIB

Tarif Trump Hantam RI: Pilih Nego Daripada Balas Dendam?

Tarif Trump Hantam RI: Pilih Nego Daripada Balas Dendam?

Video | Sabtu, 12 April 2025 | 10:08 WIB

Terkini

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:18 WIB

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik  Harga

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:56 WIB

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:46 WIB

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:10 WIB

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:31 WIB

Siasat Airlangga Hadapi Gejolak Timur Tengah: Defisit APBN Tetap di Bawah 3%, ASN Bakal WFH?

Siasat Airlangga Hadapi Gejolak Timur Tengah: Defisit APBN Tetap di Bawah 3%, ASN Bakal WFH?

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:20 WIB

Presiden Imbau Hemat Energi, Ini Tips Masak yang Lebih Efisien dari Pertamina

Presiden Imbau Hemat Energi, Ini Tips Masak yang Lebih Efisien dari Pertamina

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:10 WIB

Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!

Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:00 WIB

Bocah 10 Tahun di Gunungkidul Putus Sekolah Demi Rawat Orang Tua, Relawan Prabowo Turun Tangan

Bocah 10 Tahun di Gunungkidul Putus Sekolah Demi Rawat Orang Tua, Relawan Prabowo Turun Tangan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:45 WIB

Daftar Promo Tiket Whoosh Selama Mudik Lebaran, Diskon hingga Rp 100.000

Daftar Promo Tiket Whoosh Selama Mudik Lebaran, Diskon hingga Rp 100.000

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:16 WIB