Akali Tarif Trump, Apple Kirim 600 Ton iPhone dari India-China ke AS Hanya Dalam 3 Hari

Dicky Prastya

Jum'at, 11 April 2025 | 23:54 WIB
Akali Tarif Trump, Apple Kirim 600 Ton iPhone dari India-China ke AS Hanya Dalam 3 Hari
Ilustrasi Apple. Foto: Apple Store pertama di Malaysia yang dinamakan Apple The Exchange TRX. [Apple]

Suara.com - Apple dilaporkan diam-diam mengirim 600 ton atau sekitar 1,5 juta unit iPhone dari India dan China ke Amerika Serikat hanya dalam waktu tiga hari.

Kebijakan ini dilakukan demi menghindari efek tarif impor baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, sebagaimana dikutip dari Gulf News, Jumat (11/4/2025).

Disebutkan kalau pengiriman iPhone dilakukan Apple melalui lima hingga enam penerbangan kargo carteran pada akhir Maret. Ini bertujuan untuk menimbun inventaris jelang tarif 10 persen yang diumumkan oleh pemerintahan Trump.

Dengan memindahkan smartphone tersebut, Apple disebut dapat melindungi konsumen Amerika dari kenaikan harga langsung dan mempertahankan pangsa pasarnya.

Menurut laporan dari media lokal, raksasa teknologi AS itu juga mempercepat pengurusan bea cukai di bandara Chennai India demi memfasilitasi ekspor cepat.

Apple sendiri sebenarnya tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga iPhone di India maupun negara lain. Tapi sejumlah analis menyebut kalau kebijakan tarif Trump ini bisa berpengaruh ke semua harga iPhone secara global.

Tak hanya itu, gudang Apple di AS juga dilaporkan terisi penuh untuk mengamankan produk selama beberapa bulan. Artinya, perusahaan sudah menyiapkan cadangan iPhone untuk menekan peluang kenaikan tarif.

Diketahui penimbunan strategis ini terjadi saat Apple mengalihkan sebagian besar jejak manufakturnya dari China. India muncul sebagai alternatif utama, dengan Apple berfokus besar pada produksi iPhone dan AirPods di sana.

Pemerintah AS sendiri telah mengenakan tarif sebesar 10 persen yang seragam pada semua barang impor dari negara lain. Trump pun sudah mengumumkan tarif timbal balik tambahan sebesar 26 persen yang berlaku mulai 9 April terhadap India.

baca juga

Tapi pada 10 April, Trump mengeluarkan Perintah Eksekutif yang mengumumkan peningkatan lebih lanjut dari apa yang disebut tarif resiprokal pada barang-barang China. Namun dirinya juga memerintahkan penundaan selama 90 hari untuk semua negara lain, kecuali China.

Di sisi lain China tak tinggal diam. Pemerintah Xi Jinping itu membalas perang dagang tersebut dengan menaikkan tarif barang ke AS hingga 125 persen.

Harga iPhone diprediksi makin mahal

Kebijakan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal tarif impor bakal berdampak ke kenaikan harga iPhone. Analis menyebut kalau Apple bisa saja membuat iPhone makin mahal hingga 3.500 Dolar AS atau sekitar Rp 57 juta.

Alasannya, kenaikan harga iPhone ini bisa terjadi apabila Apple mengalihkan produksi ponselnya ke AS. Itu artinya, harga iPhone tersebut sama saja dengan Apple Vision Pro, headset VR/AR yang baru saja diluncurkan Apple sekaligus menjadi salah satu perangkat mahalnya.

Hal ini dinyatakan oleh Dan Ives selaku Analis dari Wedbush Securities. Ia menjelaskan kalau harga itu berlaku jika produksi iPhone dialihkan Apple dari China ke AS.

"Jika Anda menginginkan iPhone seharga 3.500 Dolar AS, kami harus membuatnya di New Jersey, kami harus membuatnya di Texas. Jika Anda menyukai iPhone seharga 1.000 Dolar AS (sekitar Rp 16,5 juta), Anda membuatnya di China," ungkap Ives dalam wawancara di Bloomberg TV, dikutip dari The Standard, Minggu (6/4/2025).

Apple sendiri menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling terpukul usai Trump mengumumkan kebijakan baru tarif impor. Harga sahamnya anjlok lebih dari 9 persen pada Kamis lalu.

Pergerakan saham Apple juga melampaui penurunan 6 persen untuk Nasdaq yang merupakan perusahaan teknologi.

Alasan di balik penurunan harga saham ini yakni rantai pasokan Apple menjadikannya target utama tarif impor Trump.

Untuk diketahui, Apple memang merancang produknya di California, Amerika Serikat. Tetapi perusahaan itu justru mendapatkan komponen perangkat dari seluruh Asia, di mana pusat manufaktur utama Apple berada di China, Vietnam, India, dan Thailand.

Apple sendiri telah berupaya untuk mendiversifikasi rantai pasokannya guna mengurangi ketergantungan pada China. Tetapi putaran tarif global terbaru Trump menempatkannya langsung pada sasaran.

Apple juga bakal menghadapi pilihan sulit. Di satu sisi mereka bisa menanggung biaya tarif impor demi menjaga harga iPhone tetap stabil.

Tapi di sisi lain, perusahaan harus mengorbankan pendapatan, pertumbuhan, hingga efek merugikan lainnya terhadap harga saham.

Pada gilirannya, Apple mau tak mau bakal memiliki sedikit modal untuk penelitian dan pengembangan. Efeknya, Apple bisa saja kalah saing dengan para kompetitor, khususnya perusahaan HP China, terkait inovasi produk.

Pendapat lain dari analis mengatakan Apple mungkin memilih opsi lain untuk membebankan biaya lebih kepada konsumen dengan menaikkan harga iPhone dalam jangka pendek. Ini juga sekaligus upaya untuk menguji loyalitas pelanggan.

Analis dari Rosenblatt Securities mengatakan bahwa Apple mungkin harus menaikkan harga di seluruh rangkaian produknya sebesar 17 hingga 18 persen.

Jika itu terjadi, maka iPhone 16 basic yang diluncurkan dengan harga 799 Poundsterling (Rp 17 juta) bisa naik hingga 23 persen menjadi 1.142 Poundsterling atau sekitar Rp 24,3 juta.

Sedangkan iPhone 16 Pro Max varian 1TB juga bisa naik harga dari yang awalnya 1.599 Poundsterling (Rp 34,1 juta) menjadi 2.300 Poundsterling (Rp 49,1 juta).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Perdana iPhone 16, Banjir Promo di Digimap, Cek Daftarnya

Penjualan Perdana iPhone 16, Banjir Promo di Digimap, Cek Daftarnya

Tekno | Jum'at, 11 April 2025 | 19:44 WIB

Legislator PDIP 'Warning' Prabowo soal Evakuasi Warga Gaza, Singgung Negosiasi Turun Tarif Trump

Legislator PDIP 'Warning' Prabowo soal Evakuasi Warga Gaza, Singgung Negosiasi Turun Tarif Trump

News | Jum'at, 11 April 2025 | 19:43 WIB

TKDN Akan Dibikin Fleksibel, Begini Kata Digimap soal Nasib iPhone 17

TKDN Akan Dibikin Fleksibel, Begini Kata Digimap soal Nasib iPhone 17

Tekno | Jum'at, 11 April 2025 | 18:48 WIB

Dampak Tarif Trump Bikin Pusing! RI Terpaksa Impor LNG dari AS?

Dampak Tarif Trump Bikin Pusing! RI Terpaksa Impor LNG dari AS?

Bisnis | Jum'at, 11 April 2025 | 18:06 WIB

Kebijakan Trump Bunuh Volvo, Sedan Mewahnya Resmi Pamit dari Pasar AS

Kebijakan Trump Bunuh Volvo, Sedan Mewahnya Resmi Pamit dari Pasar AS

Otomotif | Jum'at, 11 April 2025 | 16:06 WIB

iPhone 17 Pro Max: Layak Ditunggu? Bocoran Spesifikasi Bikin Penasaran!

iPhone 17 Pro Max: Layak Ditunggu? Bocoran Spesifikasi Bikin Penasaran!

Video | Jum'at, 11 April 2025 | 19:48 WIB

Terkini

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

×