Kemenkop dan Aspenda Jajaki Kerja Sama untuk Mitigasi Risiko Fraud di Kopdes Merah Putih

Restu Fadilah

Rabu, 16 April 2025 | 14:00 WIB
Kemenkop dan Aspenda Jajaki Kerja Sama untuk Mitigasi Risiko Fraud di Kopdes Merah Putih
Ilustrasi fraud. (Dok: Pixabay/Gerd Altmann)

Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) tengah menjajaki kerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Penjaminan Daerah (Aspenda) dalam rangka mendukung program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Keterlibatan lembaga penjamin dinilai penting dalam menciptakan ekosistem koperasi yang sehat dan berkelanjutan, khususnya di tingkat daerah, guna memastikan tercapainya tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Deputi Bidang Pengawasan Koperasi, Herbert H. O. Siagian, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan Wakil Menteri Ferry Juliantono, yang ingin memastikan peran Lembaga Penjamin Daerah dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat aspek kesehatan bisnis dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan koperasi.

Herbert menyoroti bahwa hingga saat ini, banyak Koperasi Simpan Pinjam (KSP) belum melibatkan lembaga penjamin dalam aktivitas bisnis mereka, padahal lembaga tersebut dapat membantu memitigasi risiko usaha seperti kredit macet atau non-performing loan (NPL).

“Masih banyak koperasi, khususnya KSP, yang belum optimal dalam kinerjanya karena belum menggandeng lembaga penjamin,” ujar Herbert dalam dalam konferensi pers terkait keterlibatan lembaga penjamin daerah untuk menjamin pembiayaan dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa saat ini kerja sama dengan Aspenda masih dalam tahap pembahasan intensif. Salah satu skema yang dirancang adalah melibatkan lembaga penjamin dalam unit bisnis KSP yang menjadi bagian dari Kopdes di setiap desa.

“Kami sedang merumuskan model kolaborasi untuk melibatkan lembaga penjamin daerah dalam ekosistem Kopdes, guna memitigasi risiko serta meningkatkan kinerja koperasi ke depan,” tambahnya.

Dengan estimasi kebutuhan pembiayaan per Kopdes mencapai Rp5 miliar, menurut Herbert, sudah semestinya lembaga penjamin menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Keterlibatan mereka dapat mencegah potensi fraud karena sistem penjaminan tunduk pada standar regulasi yang ditetapkan oleh OJK.

“Program 80.000 Kopdes Merah Putih memiliki potensi pasar yang besar, khususnya dalam pembiayaan melalui gerai KSP. Oleh karena itu, kami perlu menjajaki model kerja sama yang sesuai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Aspenda sekaligus Direktur Keuangan PT Jamkrida Jabar, Agus Subrata, menyambut baik inisiatif pemerintah dalam membentuk 80.000 Kopdes Merah Putih. Menurutnya, ini merupakan peluang strategis bagi lembaga penjamin daerah untuk memperluas peran bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

baca juga

“Dari sisi bisnis, Kopdes menjadi sumber pendapatan baru. Dari sisi kontribusi, kami dapat turut mendukung program Asta Cita pemerintah untuk meningkatkan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Lembaga Penjamin Daerah berkomitmen menjalankan usaha secara profesional dan sesuai prinsip GCG. Karena itu, Aspenda siap menjamin usaha di bawah Kopdes selama sesuai dengan regulasi dan kriteria yang ditetapkan.

“Kami memiliki corporate guarantee, sehingga aktivitas penjaminan kami memiliki akuntabilitas yang kuat karena pemegang saham kami adalah pemerintah daerah,” tegasnya.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan Lembaga Penjamin Daerah dari berbagai provinsi, di antaranya Direktur Operasional Jamkrida NTT Octaviana Mae, Direktur Jamkrida Papua Desty Pongsikabe, dan Direktur Jamkrida Riau Ibnu Legowo. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Beberkan Nasib Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Pemerintah Beberkan Nasib Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 10 April 2025 | 14:35 WIB

Budi Arie: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Kelola Tambang Sesuai UU Minerba

Budi Arie: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Kelola Tambang Sesuai UU Minerba

Bisnis | Selasa, 11 Maret 2025 | 16:04 WIB

Komando 'Palak' Bank Himbara Buat Modal Koperasi Desa Merah Putih ala Prabowo

Komando 'Palak' Bank Himbara Buat Modal Koperasi Desa Merah Putih ala Prabowo

Bisnis | Senin, 10 Maret 2025 | 14:07 WIB

Koperasi Merah Putih Gagasan Prabowo Diluncurkan 12 Juli 2025, Dana Desa Jadi Modal Awal

Koperasi Merah Putih Gagasan Prabowo Diluncurkan 12 Juli 2025, Dana Desa Jadi Modal Awal

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 20:05 WIB

Prabowo Ingin Bentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70 Ribu Desa

Prabowo Ingin Bentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70 Ribu Desa

News | Senin, 03 Maret 2025 | 19:46 WIB

Tidak Hanya Ormas, Puluhan Koperasi Antre Mau Kelola Tambang

Tidak Hanya Ormas, Puluhan Koperasi Antre Mau Kelola Tambang

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2025 | 06:51 WIB

Terkini

Oversupply Nikel Makin Parah, Pemerintah Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi

Oversupply Nikel Makin Parah, Pemerintah Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Bamsoet Tegaskan Hasil Pilpres 2024 Tetap Sah Usai Putusan MK soal Gibran

Bamsoet Tegaskan Hasil Pilpres 2024 Tetap Sah Usai Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:03 WIB

MK Tak Temukan Bukti Pendidikan yang Memadai, Mengapa KPU Bisa Meloloskan Gibran?

MK Tak Temukan Bukti Pendidikan yang Memadai, Mengapa KPU Bisa Meloloskan Gibran?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Dari Gang Sempit di Duren Sawit, Warga Malaka Jaya Bangun Sistem Lingkungan Mandiri

Dari Gang Sempit di Duren Sawit, Warga Malaka Jaya Bangun Sistem Lingkungan Mandiri

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Kabar Baik Buat Peternak, Ada Wacana Pemberian Subsidi Pakan Ternak

Kabar Baik Buat Peternak, Ada Wacana Pemberian Subsidi Pakan Ternak

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:00 WIB

BBM Pertalite Sempat Langka di Bali, Gimana Nasibnya Sekarang?

BBM Pertalite Sempat Langka di Bali, Gimana Nasibnya Sekarang?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:50 WIB

BRI Bagikan Cashback Rp4,5 Juta Pembelian iPhone 18 Pro di Lazada, Ini Triknya

BRI Bagikan Cashback Rp4,5 Juta Pembelian iPhone 18 Pro di Lazada, Ini Triknya

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Redam Gejolak Pedagang, Pasar Jaya Buka Keran Cicilan Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro

Redam Gejolak Pedagang, Pasar Jaya Buka Keran Cicilan Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:42 WIB

×