Ormas 'Obok-obok' Proyek Pabrik BYD, BKPM: Ini Citra Buruk, Indonesia Seolah Jadi Sarang Preman

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 23 April 2025 | 13:47 WIB
Ormas 'Obok-obok' Proyek Pabrik BYD, BKPM: Ini Citra Buruk, Indonesia Seolah Jadi Sarang Preman
Proyek pembangunan pabrik mobil listrik raksasa asal China, BYD, di Subang, Jawa Barat, dilaporkan diganggu oleh aksi premanisme organisasi masyarakat (ormas). [Suara.com/Liberty Jemadu]

Suara.com - Proyek pembangunan pabrik mobil listrik raksasa asal China, BYD, di Subang, Jawa Barat, dilaporkan diganggu oleh aksi premanisme organisasi masyarakat (ormas). Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun tak tinggal diam.

Dengan nada geram, BKPM menyatakan bahwa tindakan tersebut mencoreng citra investasi Indonesia di mata dunia dan mengancam kenyamanan para pengusaha.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkomunikasi intensif dengan pihak BYD untuk memahami secara utuh situasi yang terjadi di lapangan.

"Hari ini akan coba mengontak kawan-kawan dari BYD bagaimana situasinya," ujar Nurul di Jakarta, Rabu (23/4/2025), menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap isu krusial ini.

Lebih lanjut, Nurul menyatakan bahwa BKPM akan berkoordinasi dengan Satgas Anti Premanisme untuk menindak tegas aktivitas meresahkan yang dialami oleh investor. Menurutnya, aksi premanisme dan pungutan liar adalah ancaman nyata bagi kenyamanan berinvestasi dan dapat memberikan persepsi negatif tentang Indonesia di kancah internasional.

"Bisa saja di-pick up oleh siapapun tentang Indonesia itu tidak aman, Indonesia itu premanisme," tegas Nurul dengan nada prihatin.

Ia menekankan bahwa di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia seharusnya fokus meningkatkan daya saing untuk menarik lebih banyak investasi asing, bukan justru mempertontonkan praktik-praktik yang kontraproduktif. "Dalam situasi sekarang, menarik investasi tidak mudah, semua negara makin protektif," imbuhnya.

Wakil Ketua MPR Ungkap Gangguan Ormas Saat Kunjungan ke China

Kabar mengenai gangguan ormas terhadap proyek BYD ini pertama kali mencuat dari Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. Saat memenuhi undangan Pemerintah China dalam kunjungan di Shenzhen, Eddy mendapatkan informasi mengenai hambatan premanisme ormas yang mengganggu kelancaran pembangunan fasilitas produksi BYD di Subang Smartpolitan.

baca juga

"Sempat ada permasalahan terkait premanisme ormas yang mengganggu pembangunan dari sarana produksi BYD. Pemerintah perlu tegas untuk kemudian menangani permasalahan ini, jangan sampai investor datang ke Indonesia dan merasa kemudian tidak mendapatkan jaminan keamanan, hal yang paling mendasar bagi investasi untuk masuk ke Indonesia," ungkap Eddy melalui unggahan video di Instagramnya, yang dikutip pada Rabu.

Pernyataan Eddy ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera bertindak.

Investasi BYD di Subang Smartpolitan sendiri diprediksi akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Dengan gelontoran dana mencapai Rp 11,7 triliun, proyek ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan transfer teknologi, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global.

Namun, jika gangguan premanisme terus berlanjut tanpa tindakan tegas dari pemerintah, potensi investasi besar ini bisa terancam. Citra buruk di mata investor asing dapat membuat mereka berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, yang pada akhirnya akan merugikan perekonomian nasional secara keseluruhan.

Pernyataan keras dari BKPM menunjukkan bahwa pemerintah menyadari betul urgensi permasalahan ini. Tindakan tegas terhadap pelaku premanisme dan jaminan keamanan bagi para investor menjadi kunci utama untuk menjaga iklim investasi yang kondusif dan menarik lebih banyak modal asing ke Indonesia.

Kasus BYD di Subang ini menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah dalam memberantas praktik premanisme dan menciptakan lingkungan bisnis yang aman dan terpercaya.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah bahwa praktik premanisme dan pungli harus diberantas hingga ke akar-akarnya. Citra Indonesia sebagai negara yang ramah investasi harus dijaga dengan memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum bagi para investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBNU Dapat 'Jatah' Tambang, Gus Yahya: Katanya Sudah Ada Investor yang Sediakan Biaya Halal

PBNU Dapat 'Jatah' Tambang, Gus Yahya: Katanya Sudah Ada Investor yang Sediakan Biaya Halal

News | Selasa, 22 April 2025 | 17:34 WIB

Dedi Mulyadi Ganti Rp 3 Juta Saat Tertibkan Warung Kopi yang Hanya Hasilkan Rp 250 Ribu

Dedi Mulyadi Ganti Rp 3 Juta Saat Tertibkan Warung Kopi yang Hanya Hasilkan Rp 250 Ribu

News | Selasa, 22 April 2025 | 14:29 WIB

Masih Dapat Dukungan Berbagai Pihak, Rahayu Saraswati Kembali Maju Pencalonan Ketum TIDAR

Masih Dapat Dukungan Berbagai Pihak, Rahayu Saraswati Kembali Maju Pencalonan Ketum TIDAR

News | Senin, 21 April 2025 | 23:51 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×