Begini Proyeksi Harga Aset Kripto Pi Network, Bisa Tembus USD1?

Achmad Fauzi

Selasa, 29 April 2025 | 11:59 WIB
Begini Proyeksi Harga Aset Kripto Pi Network, Bisa Tembus USD1?
Ilustrasi Token PI milik Pi Network/(Instargram).

Suara.com - Harga token PI, salah satu aset kripto dari Pi Network saat ini berada dalam fase konsolidasi, menunjukkan ketidakpastian pasar yang cukup tinggi.

Seperti dilansir dari BeinCrypto, Selasa (29/4/2025), sejak pertengahan April 2025, harga PI terus bergerak dalam rentang sempit, dengan resistance kuat di level USD0,66 dan support di kisaran USD0,60.

Pola ini menunjukkan bahwa baik pembeli (bull) maupun penjual (bear) belum mengambil kendali penuh atas pergerakan harga.

Kondisi tersebut turut diperkuat oleh indikator teknikal Aroon, yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan tren pasar. Saat ini, nilai Aroon Up Line berada di angka 0 persen, menandakan bahwa PI belum menyentuh titik tertinggi baru dalam waktu dekat. Ini menunjukkan lemahnya momentum kenaikan.

Di sisi lain, Aroon Down Line juga menunjukkan penurunan menjadi 14,29 persen, yang mengindikasikan bahwa tekanan penurunan juga belum signifikan. Hasil ini mencerminkan pasar yang benar-benar netral.

Selain itu, indikator Average True Range (ATR), yang mengukur volatilitas pasar, juga menunjukkan tren yang sama. ATR PI telah menurun secara stabil sejak awal Maret dan kini berada pada level 0,07.

Angka ini menandakan bahwa volatilitas pergerakan harga PI telah berkurang, mempertegas bahwa token ini tengah berada dalam fase konsolidasi. Para pelaku pasar tampaknya menunggu katalis kuat, baik dari sisi fundamental maupun sentimen global, untuk menentukan arah selanjutnya.

Penurunan volatilitas dan ketidakmampuan harga menembus batas atas atau bawah menunjukkan keraguan pasar yang mendalam. Ini fase konsolidasi yang klasik, dan biasanya berakhir dengan breakout signifikan.

Kondisi seperti ini membuka dua kemungkinan besar bagi arah pergerakan PI ke depan. Jika tekanan beli kembali muncul, terlebih jika disertai meningkatnya minat terhadap altcoin secara keseluruhan, harga PI berpotensi menembus resistance USD0,66.

baca juga

Skenario ini dapat membuka peluang reli menuju level psikologis berikutnya di USD0,70 atau bahkan lebih tinggi. Namun, risiko koreksi tetap mengintai. Jika tekanan jual meningkat dan PI kehilangan dukungan di level USD0,60, maka kemungkinan harga akan jatuh ke level support berikutnya di USD0,50.

Para investor dan trader disarankan untuk terus memantau perkembangan teknikal dan sentimen pasar global, termasuk data makroekonomi dan regulasi aset digital, yang bisa menjadi pemicu breakout harga PI. Dengan pasar yang masih dalam kondisi seimbang, pergerakan harga PI dalam beberapa hari mendatang dapat menjadi sinyal penting untuk arah tren jangka menengah token ini.

Analis Proyeksi Pi Network Bisa Naik

Analis mata uang kripto Dr Altcoin lewat analisisnya di Media Sosial X mengatakan, harga Pi Coin akan melonjak selama Consensus Summit mendatang, di mana pendiri Pi Network berencana berpidato dalam acara tersebut,

Dr Altcoin memperkirakan dimulainya reli Pi Network pada pertengahan Mei. Dr Altcoin mencatat bahwa investor dapat mengharapkan tanggal dimulainya harga Pi Network selama Consensus Summit yang dijadwalkan pada bulan Mei.

Prediksi Dr Altcoin berbeda dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan dimulainya reli Pi Coin menjelang akhir Agustus. Investor sebelumnya menggantungkan harapan mereka pada reli harga setelah berakhirnya acara pembukaan Pi , yang akan merilis 212 juta Pi Coin.

Namun, Dr Altcoin memperkirakan reli akan dimulai jauh lebih awal di bulan Mei, dipicu oleh momentum seputar acara Konsensus. Dr Altcoin sebelumnya telah mengungkapkan mengapa Konsensus 2025 akan menjadi penting bagi Jaringan Pi, mengingat banyaknya jumlah dan kualitas peserta.

"Saya cukup yakin bahwa kenaikan harga Pi mungkin akan dimulai selama KTT Konsensus (14-16 Mei 2025) daripada pada akhir Agustus ketika pembukaan Pi berkurang secara signifikan," tulis Dr Altcoin, seperti dilansir dari CoinGape.

Prediksi Dr Altcoin untuk peluncuran reli harga Pi Network pada bulan Mei menghadapi serangkaian tantangan. Sejak awal, Tim Inti Pi (PCT) berpacu dengan waktu untuk menyetujui aplikasi KYB sebelum dimulainya Konsensus 2025.

Lebih jauh, Dr Altcoin mengatakan peluncuran aplikasi terdesentralisasi (DApps) di jaringan sebelum Konsensus 2025 akan mendukung kenaikan harga. Sementara PCT mencapai tonggak sejarah sebelum Konsensus 2025, faktor eksternal lainnya cenderung berdampak buruk pada harga Pi Network

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Diburu tapi Apakah Pi Network Menjanjikan? Kenali Risiko dan Potensinya

Ramai Diburu tapi Apakah Pi Network Menjanjikan? Kenali Risiko dan Potensinya

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 22:08 WIB

Masih Dibanderol USD0,6, Analis Proyeksikan Harga Pi Network Bisa Naik di Tanggal Ini

Masih Dibanderol USD0,6, Analis Proyeksikan Harga Pi Network Bisa Naik di Tanggal Ini

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 11:47 WIB

Meski Harganya Anjlok, Pendiri Pi Network Justru Masuk dalam Deretan Milarder

Meski Harganya Anjlok, Pendiri Pi Network Justru Masuk dalam Deretan Milarder

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 15:45 WIB

Terkini

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Bagaimana Cara Mengecek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak?

Bagaimana Cara Mengecek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI

Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:18 WIB

BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM

BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM

Batam | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:16 WIB

×