Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Bahlil: Putusan Tambahan LPG Hingga BBM dari AS Belum Final

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 02 Mei 2025 | 14:10 WIB
Bahlil: Putusan Tambahan LPG Hingga BBM dari AS Belum Final
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana peningkatan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), minyak mentah, dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Amerika Serikat (AS) masih dalam tahap negosiasi antara tim Indonesia dan Pemerintah AS.

Pernyataan ini disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (2/5/2025).

"Kami sampai dengan sekarang belum melakukan eskalasi terhadap impor tambahan," tegas Menteri Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa implementasi rencana peningkatan impor sejumlah komoditas energi dari Negeri Paman Sam tersebut sangat bergantung pada hasil negosiasi yang saat ini tengah berlangsung. Tim negosiasi dari pemerintah Indonesia saat ini berada di Amerika Serikat untuk melakukan pembahasan intensif dengan pihak terkait di pemerintahan AS.

Bahlil juga menyinggung bahwa dirinya telah melakukan diskusi awal mengenai isu peningkatan impor ini dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Namun, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret mengenai poin-poin yang akan menjadi fokus dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

"Sampai dengan sekarang, tim negosiasi dengan pemerintah Amerika lagi berjalan. Belum ada satu keputusan yang pasti," ulangnya, menekankan bahwa proses negosiasi masih memerlukan waktu dan pembahasan lebih lanjut.

Rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan impor komoditas energi dari Amerika Serikat merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara kedua negara. Menteri Bahlil sebelumnya menjelaskan bahwa meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) RI menunjukkan surplus neraca dagang Indonesia sebesar 14,5 miliar dolar AS, angka yang tercatat di pihak AS justru lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian data dan menjadi salah satu pendorong pemerintah untuk mencari cara menyeimbangkan arus perdagangan.

Salah satu langkah konkret yang dipertimbangkan adalah mengalihkan sumber impor LPG, minyak mentah (crude oil), dan BBM secara langsung dari Amerika Serikat dengan nilai potensi transaksi yang diperkirakan melebihi 10 miliar dolar AS. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi ketidakseimbangan neraca perdagangan yang tercatat oleh AS.

Secara lebih rinci, rencana peningkatan impor ini mencakup perubahan signifikan dalam komposisi sumber impor energi Indonesia. Untuk LPG, pemerintah berencana meningkatkan porsi impor dari AS yang saat ini berada di kisaran 54 persen menjadi antara 65 hingga 80 persen. Peningkatan ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadikan AS sebagai salah satu pemasok utama LPG bagi Indonesia.

baca juga

Sementara itu, impor minyak mentah (crude oil) dari AS yang saat ini masih sangat rendah, di bawah 4 persen dari total impor, ditargetkan untuk ditingkatkan secara drastis menjadi lebih dari 40 persen. Langkah ini akan membawa perubahan besar dalam diversifikasi sumber impor minyak mentah Indonesia, yang selama ini mungkin lebih bergantung pada negara-negara di kawasan Timur Tengah atau Afrika.

Untuk komoditas BBM, Menteri Bahlil menyatakan bahwa pemerintah masih menunggu hasil pembahasan teknis yang sedang dilakukan oleh tim dari Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero). Pembahasan ini kemungkinan akan mencakup jenis BBM yang akan diimpor, volume yang dibutuhkan, serta aspek teknis terkait logistik dan infrastruktur penerimaan BBM dari AS.

Dalam kesempatan sebelumnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (17/4/2025), Menteri Bahlil telah menegaskan bahwa rencana peningkatan impor ini bukanlah merupakan penambahan kuota impor secara nasional. Melainkan, langkah ini lebih bersifat pengalihan sumber pembelian dari negara-negara lain ke Amerika Serikat. Dengan kata lain, total volume impor energi Indonesia diperkirakan tidak akan bertambah secara signifikan, namun komposisi negara pemasok akan mengalami perubahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Merosot, Pengangguran Bertambah 241 Ribu di Amerika

Ekonomi Merosot, Pengangguran Bertambah 241 Ribu di Amerika

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 07:39 WIB

Blak-blakan Bahlil Sebut Golkar Siap Dukung Prabowo 2 Periode: Kami Jaga Kapan Pun, di Mana Pun

Blak-blakan Bahlil Sebut Golkar Siap Dukung Prabowo 2 Periode: Kami Jaga Kapan Pun, di Mana Pun

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 06:41 WIB

Ketum Golkar Bahlil Minta AMPI Serius Gaet Pemilih Muda: Goes to School, Campus, dan Pesantren

Ketum Golkar Bahlil Minta AMPI Serius Gaet Pemilih Muda: Goes to School, Campus, dan Pesantren

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 05:54 WIB

Terkini

Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo dan Angkasa Pura Didorong untuk IPO

Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo dan Angkasa Pura Didorong untuk IPO

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?

Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan

Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Bukan Sekadar Layanan, Ini Cara BRI Beri Penghormatan Spesial untuk Purnatugas

Bukan Sekadar Layanan, Ini Cara BRI Beri Penghormatan Spesial untuk Purnatugas

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Misi Mandiri Teknologi, Kepala BRIN Targetkan Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Chip Asing

Misi Mandiri Teknologi, Kepala BRIN Targetkan Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Chip Asing

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Takaran Sunscreen 2 Ruas Jari Berlaku untuk Semua Tekstur atau Tidak? Ini Kata Dokter

Takaran Sunscreen 2 Ruas Jari Berlaku untuk Semua Tekstur atau Tidak? Ini Kata Dokter

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Skor PISA RI di Bawah Vietnam, Prabowo: Terima Sebagai Koreksi, Tapi Kita Jangan Terlalu Takut

Skor PISA RI di Bawah Vietnam, Prabowo: Terima Sebagai Koreksi, Tapi Kita Jangan Terlalu Takut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Panduan Memilih Baterai Terbaik dengan Teknologi Double Child Guard dari Panasonic

Panduan Memilih Baterai Terbaik dengan Teknologi Double Child Guard dari Panasonic

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Direktur Bus ALS Jadi Tersangka Buntut Kecelakaan Musi Rawas, Ini Sosoknya

Direktur Bus ALS Jadi Tersangka Buntut Kecelakaan Musi Rawas, Ini Sosoknya

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang

Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×