Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Sebentar Lagi Rampung, Bisa Tampung 300 Ribu Penumpang

Achmad Fauzi

Senin, 05 Mei 2025 | 18:37 WIB
Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Sebentar Lagi Rampung, Bisa Tampung 300 Ribu Penumpang
Pembangunan peningkatan Stasiun Tanah Abang mulai rampung/(Dok PTPP).

Suara.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengungkapkan pembangunani proyek strategis peningkatan Stasiun Tanah Abang mulai rampung. Tercatat, hingga awal Mei 2025, realisasi pembangunan telah mencapai 98,88 persen, melampaui target yang ditetapkan dengan kelebihan progres sebesar 0,13 persen.

Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi moda transportasi di kawasan Jabodetabek.

Stasiun Tanah Abang selama ini dikenal sebagai salah satu simpul transportasi tersibuk di Jakarta. Dengan proyek revitalisasi ini, PTPP menargetkan peningkatan kapasitas layanan hingga 300.000 penumpang per hari.

Angka tersebut hampir dua kali lipat dari kapasitas saat ini, menjadikan stasiun ini sebagai hub intermoda modern yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi publik.

Proyek senilai lebih dari Rp280 miliar ini tidak hanya meliputi pembangunan gedung stasiun baru, tetapi juga pembangunan jalur rel kereta api baru dan revitalisasi jalur eksisting sepanjang 1.489 meter single track.

Hal ini dilakukan sebagai upaya menjawab tingginya lonjakan volume penumpang di Jabodetabek serta untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas masyarakat.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartyanto yang melakukan kunjungan lapangan pada 5 Mei 2025 mengapresiasi kualitas pekerjaan konstruksi dan koordinasi antar-pihak yang berjalan sesuai target.

Apresiasi ini menegaskan keberhasilan proyek yang dijalankan dalam keterbatasan waktu operasional demi menjaga kelancaran layanan KRL.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan kebanggaan perusahaan dalam proyek ini. "Transformasi Stasiun Tanah Abang menjadi stasiun hub-intermoda yang modern dan aman. Inovasi dan koordinasi lintas kontraktor menjadi kunci sukses proyek ini," ujar Joko di Jakarta, Senin (5/5/2025)

baca juga

Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan tiga kontraktor utama. PTPP bertanggung jawab atas pembangunan fisik bangunan dan jalur rel, PT Chikal Prima Rasa menangani sistem kelistrikan dan sinyal, sedangkan PT KAPM fokus pada penataan lanskap dan fasilitas umum.

Karena Stasiun Tanah Abang merupakan titik kritis operasional KRL, seluruh pekerjaan konstruksi dilakukan pada waktu terbatas (window time) antara pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

PTPP juga menerapkan berbagai inovasi dalam teknik konstruksi, salah satunya adalah metode Roles Wesel. Metode ini memungkinkan perakitan dan pemindahan wesel dilakukan dengan cepat, sangat ideal diterapkan pada jalur kereta api dengan kepadatan tinggi.

Pembangunan peningkatan Stasiun Tanah Abang mulai rampung/(Dok PTPP).
Pembangunan peningkatan Stasiun Tanah Abang mulai rampung/(Dok PTPP).

"Dengan penerapan inovatif ini, proyek tetap berjalan lancar tanpa mengganggu layanan penumpang yang sudah berjalan," beber dia.

Transformasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan BUMN untuk meningkatkan kualitas transportasi publik dan menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat urban.

Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan Stasiun Tanah Abang tidak hanya menjadi ikon transportasi, tetapi juga simbol keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan mobilitas Indonesia yang lebih baik.

Alur Penumpang Berubah

Proses pembangunan Stasiun Tanah Abang baru terus dilakukan oleh Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dalam hal ini Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta.

Penyesuaian-penyesuaian layanan pengguna Commuter Line di Stasiun Tanah Abang juga terus dilakukan. Dalam tahap pertama, KAI Commuter bersama DJKA akan mengoperasikan Peron jalur 1 di bangunan baru Stasiun Tanah Abang mulai Sabtu, 22 Februari 2025.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menyampaikan bahwa dengan pengoperasian Peron jalur 1 di bangunan baru ini akan mengubah akses alur pengguna Commuter Line.

"Perubahan ini hanya khusus untuk arus kedatangan dan keberangkatan pengguna Commuter Line tujuan Stasiun Angke/Kampung Bandan di Stasiun Tanah Abang, sedangkan untuk relasi atau tujuan lain tidak ada perubahan," ujarnya seperti dikutip, Jumat (21/2/2025).

Sebelumnya, untuk pengguna Commuter Line yang turun di Stasiun Tanah Abang dari arah Manggarai atau naik menuju Stasiun Angke/Kampung Bandan di peron jalur 2 bangunan stasiun lama.

Mulai Sabtu besok akan dialihkan ke peron jalur 1 bangunan stasiun baru dengan mengakses JPO yang terhubung dengan bangunan lama.

"Pengguna Commuter Line tujuan Stasiun Tanah Abang dari arah Manggarai dan pengguna Commuter Line tujuan Angke/Kampung Bandan yang akan naik di Stasiun Tanah Abang akan menggunakan Peron jalur 1 di bangunan baru Stasiun Tanah Abang," kata Joni.

Pengguna Commuter Line Rangkasbitung yang akan transit di Stasiun Tanah Abang untuk menuju ke arah Angke/Kampung Bandan dan menuju Stasiun Sudirman/Manggarai atau sebaliknya, juga bisa mengakses JPO yang menghubungkan bangunan baru dengan peron jalur 5-6 dan jalur 3 di bangunan lama stasiun.

Sedangkan pengguna Commuter Line Rangkasbitung yang akan keluar dari jalur 5 dan 6, kami sarankan menggunakan Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) arah Pasar Tanah Abang yang berada di bangunan lama stasiun.

"Agar tidak terjadi kepadatan di JPO stasiun dan lebih nyaman, pengguna Commuter Line Rangkasbitung yang akan turun di Stasiun Tanah Abang bisa menggunakan JPM arah Pasar Tanah Abang," tambah Joni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Bagikan Dividen, PTPP Jadikan Laba Bersih 2024 Rp415,65 Miliar Jadi Modal Kerja

Tak Bagikan Dividen, PTPP Jadikan Laba Bersih 2024 Rp415,65 Miliar Jadi Modal Kerja

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 19:12 WIB

PTPP Lunasi Utang Obligasi III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II

PTPP Lunasi Utang Obligasi III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 15:57 WIB

PTPP Raup Kontrak Baru Senilai Rp6,27 Triliun di Kuartal I-2025

PTPP Raup Kontrak Baru Senilai Rp6,27 Triliun di Kuartal I-2025

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 15:49 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:24 WIB

×