Gandeng AWS, Hitachi Energy Percepat Transisi Energi Lewat Bantuan AI

Achmad Fauzi

Rabu, 07 Mei 2025 | 09:09 WIB
Gandeng AWS, Hitachi Energy Percepat Transisi Energi Lewat Bantuan AI
Ilustrasi Listrik (freepik)

Suara.com - Hitachi Energy menggandeng Amazon Web Services (AWS) untuk dalam mempercepat transisi energi global. kerja sama ini akan memperluas penerapan solusi digital berbasis cloud yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, ketahanan, dan keberlanjutan sistem energi modern.

Fokus awal dari kemitraan ini adalah penyediaan Hitachi Vegetation Manager, sistem manajemen vegetasi berbasis Akal Imitasi (AI) di lingkungan cloud AWS. Solusi inovatif ini memungkinkan operator jaringan listrik dan perusahaan energi untuk secara proaktif mendeteksi dan mengurangi risiko gangguan vegetasi, salah satu penyebab utama pemadaman listrik di dunia, termasuk di Amerika Serikat, di mana menurut Departemen Energi setempat, lebih dari 20 persen pemadaman disebabkan oleh faktor ini.

Mengandalkan kombinasi teknologi canggih seperti AI, citra satelit, dan prakiraan cuaca waktu nyata, Hitachi Vegetation Manager dirancang untuk memperkuat keandalan sistem dan menurunkan biaya perawatan dengan memangkas risiko gangguan sebelum terjadi.

Sistem ini juga sejalan dengan kebutuhan jangka panjang dalam menghadapi kompleksitas jaringan listrik modern yang semakin dipenuhi oleh integrasi energi terbarukan dan permintaan elektrifikasi.

"Fokus kami tidak hanya pada manufaktur dan pemasangan teknologi jaringan listrik yang canggih. Kami juga menyediakan beragam portofolio solusi digital inti, seperti Hitachi Vegetation Manager, untuk memastikan sistem energi beroperasi secara optimal. Jaringan listrik menjadi lebih kompleks dengan penambahan energi terbarukan, serta meningkatnya permintaan elektrifikasi yang didorong oleh AI, EV, dan lainnya," kata Massimo Danieli, Managing Director, Grid Automation untuk Hitachi Energy seperti dikutip, Rabu (7/5/2025).

AWS, sebagai mitra teknologi, menyediakan infrastruktur cloud yang andal untuk mempercepat dan memperluas adopsi solusi ini. Kolaborasi ini juga memperluas kerja sama sebelumnya antara kedua perusahaan, termasuk proyek manajemen jaringan berbasis cloud untuk Conduit Power, yang berhasil memangkas waktu implementasi sistem dari 18 menjadi hanya 6 bulan.

"Seiring dengan terus berlanjutnya transformasi besar-besaran di industri energi, sistem cloud menawarkan peluang nyata bagi perusahaan utilitas, kereta api, dan energi untuk mengoptimalkan operasi, meningkatkan keandalan dan ketahanan, serta meningkatkan skala dan memaksimalkan investasi," kata Howard Gefen, GM bagian Energi dan Utilitas di AWS.

"Bekerja sama dengan Hitachi Energy, pertama pada kolaborasi untuk Conduit Power dan sekarang melalui SCA, menunjukkan kekuatan dan kemampuan cloud untuk meningkatkan skala solusi dan berkembang bersama organisasi, mempercepat inovasi, dan memberikan nilai luar biasa bagi pelanggan bersama kami," sambung dia.

Melalui perjanjian ini, Hitachi Energy juga berencana menghadirkan lebih banyak solusi digital lainnya ke AWS Marketplace, termasuk dari lini solusi manajemen aset dan tenaga kerja.

baca juga

Dengan analitik prediktif dan kemampuan otomatisasi yang terintegrasi, operator energi dapat membuat keputusan lebih cepat, presisi, dan efisien dalam menjalankan operasional penting mereka.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Hitachi Energy dalam mendukung digitalisasi sektor energi dan mempercepat peralihan ke sistem energi berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan cloud dan kecerdasan buatan, Hitachi Energy berharap dapat memperluas akses ke solusi digital mutakhir yang dapat mendukung integrasi energi terbarukan dan memastikan pengiriman daya yang andal secara global.

Sebagai informasi, Hitachi Energy merupakan perusahaan teknologi global yang memajukan masa depan energi berkelanjutan untuk semua. Perusahaan memajukan sistem energi dunia agar lebih berkelanjutan, fleksibel, dan aman.

Dengan teknologi dan layanan inovatif termasuk integrasi lebih dari 150 gigawatt jaringan HVDC ke dalam sistem energi, perusahaan membantu membuat rantai nilai energi yang lebih efisien, membuat listrik lebih mudah diakses oleh semua orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Pekerjaan Ini Tidak Bakal Bisa Digantikan Oleh AI

5 Pekerjaan Ini Tidak Bakal Bisa Digantikan Oleh AI

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 05:38 WIB

Emiten AREA Gandeng Korika Kembangkan AI Canggih untuk Perangi Malaria Akibat Perubahan Iklim!

Emiten AREA Gandeng Korika Kembangkan AI Canggih untuk Perangi Malaria Akibat Perubahan Iklim!

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:34 WIB

Pakar Bedakan Penanangan Listrik Padam di Indonesia dan Eropa, Mana yang Bagus?

Pakar Bedakan Penanangan Listrik Padam di Indonesia dan Eropa, Mana yang Bagus?

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 10:47 WIB

Terkini

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 21:38 WIB

Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda

Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:35 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Diburu, Puluhan Ribu Batang Diamankan di Lamongan

Peredaran Rokok Ilegal Diburu, Puluhan Ribu Batang Diamankan di Lamongan

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 21:34 WIB

Ancaman Abu Vulkanik Belum Surut, Siswa SMA di Banten Lanjut Belajar dari Rumah Hingga 11 September

Ancaman Abu Vulkanik Belum Surut, Siswa SMA di Banten Lanjut Belajar dari Rumah Hingga 11 September

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 21:32 WIB

×