Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

5 Pekerjaan Ini Tidak Bakal Bisa Digantikan Oleh AI

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 07 Mei 2025 | 05:38 WIB
5 Pekerjaan Ini Tidak Bakal Bisa Digantikan Oleh AI
5 jenis pekerjaan ini tidak bakal bisa digantikan oleh AI

Suara.com - Revolusi kecerdasan buatan atau AI mengubah lanskap profesional dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Bahkan, pada tahun 2030 diramal banyak karier kelas menengah yang secara tradisional memberikan stabilitas dan mobilitas sosial akan berubah secara signifikan atau berpotensi dihilangkan oleh sistem AI yang semakin canggih.

Namun, tidak semua profesi bisa digantikan oleh AI. Beberapa karier membutuhkan kualitas yang sulit ditiru oleh mesin. Salah satunya mengenai kecerdasan emosional mendalam, penilaian etika yang kompleks, visi kreatif, dan kehadiran fisik menciptakan hubungan manusia yang bermakna.

Dilansir dari News Trade U, berikut 5 pekerjaan yang tidak dibisa digantikan oleh AI:

1.Terapis

Meskipun aplikasi terapi dan chatbot bertenaga AI telah muncul sebagai alat pelengkap, penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa hasil terapi berkorelasi kuat dengan kualitas hubungan terapi antara praktisi dan klien.

Apalagi, terapis mental, atau psikoterapis, bekerja membantu pasien mengatasi masalah kesehatan mental dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Mereka membantu klien menghadapi masalah seperti kecemasan, stres, depresi, dan gangguan mental lainnya melalui berbagai jenis terapi, seperti terapi bicara, terapi kognitif-perilaku, dan terapi perilaku dialektik.

Selain itu, konseling yang efektif melibatkan interpretasi halus dari isyarat non-verbal, konteks budaya, dan nuansa emosional yang sulit dipahami oleh sistem AI secara holistik. Terapis harus menavigasi lanskap emosional yang kompleks, menunjukkan empati yang tulus, dan membangun kepercayaan melalui interaksi yang konsisten dan autentik.

Bahkan AI yang paling canggih pun tidak memiliki pengalaman hidup dan resonansi emosional yang memungkinkan terapis manusia untuk benar-benar memahami trauma, kesedihan, kecemasan, dan spektrum penuh pengalaman psikologis manusia.

Terapis manusia juga mengadaptasi pendekatan mereka berdasarkan pemahaman intuitif tentang kebutuhan klien, sering kali mengubah strategi terapi di tengah sesi sebagai respons terhadap perubahan perilaku yang halus.

baca juga

2.Produser Konten Kreatif
Walaupun AI kini dapat menghasilkan gambar, teks, dan musik yang mengagumkan berdasarkan pola dari karya yang sudah ada, arahan kreatif yang benar-benar inovatif membutuhkan kualitas yang belum dapat ditiru oleh mesin. Salah satunya visi orisinal, intuisi budaya, dan kemampuan untuk mengantisipasi tren yang muncul alih-alih sekadar menganalisis tren yang sudah ada tidak bisa mudah dilakukan oleh kecanggihan teknologi.

Adapun jabatan Direktur kreatif dalam periklanan, film, mode, dan desain harus memahami konteks budaya yang halus, resonansi emosional, dan penilaian estetika yang melampaui pola data. Karya kreatif yang paling sukses sering kali melanggar aturan yang ditetapkan dengan cara yang sulit diprediksi secara algoritmik. Kreator manusia memanfaatkan pengalaman hidup, pendalaman budaya, dan pemahaman intuitif tentang psikologi audiens untuk mengembangkan karya yang benar-benar terhubung dan beresonansi.
3.Tokoh Agama

Kepemimpinan spiritual dan keagamaan berpusat pada pertanyaan tentang makna, tujuan, etika, dan transendensi yang melampaui ranah komputasional. Tokoh agama dan pemandu spiritual memberikan nasihat selama transisi paling mendalam dalam hidup kelahiran, kematian, pernikahan, krisis moral.

Lantaran ehadiran manusia yang autentik membawa makna yang tak tergantikan.Peran pemimpin spiritual meliputi pembangunan komunitas, bimbingan moral, fasilitasi ritual, dan menjawab pertanyaan teologis dan etika yang kompleks.

Fungsi-fungsi ini tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang teks dan tradisi keagamaan, tetapi juga perwujudan prinsip-prinsip spiritual melalui pengalaman dan praktik pribadi. Keaslian perjalanan spiritual dan komitmen seorang pemimpin menciptakan landasan kepercayaan yang tidak dapat ditiru oleh algoritme.

Di masa krisis atau perayaan, orang mencari pemimpin yang dapat berbagi kegembiraan atau kesedihan mereka dari tempat pemahaman manusia yang sejati. Aspek komunal dari praktik spiritual kerentanan bersama, ritual kolektif, dan kebijaksanaan antargenerasi bergantung pada hubungan antarmanusia yang tidak dapat digantikan oleh teknologi secara berarti. Meskipun perangkat digital dapat meningkatkan aksesibilitas terhadap sumber daya spiritual, namun kehadiran toko agama memberikan nuansa emosional berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

JAKI Kini Kebal Tipu Muslihat AI, Foto Palsu Manipulasi Laporan Otomatis Tertolak

JAKI Kini Kebal Tipu Muslihat AI, Foto Palsu Manipulasi Laporan Otomatis Tertolak

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:53 WIB

LG Siapkan Robot Humanoid Generasi Baru Pakai AI NVIDIA, Bakal Dipamerkan 2027

LG Siapkan Robot Humanoid Generasi Baru Pakai AI NVIDIA, Bakal Dipamerkan 2027

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau

Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI

Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI

Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

×