IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Cek Saham-saham yang Cuan

Achmad Fauzi

Rabu, 21 Mei 2025 | 09:15 WIB
IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Cek Saham-saham yang Cuan
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/3).

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), berbalik menguat pada perdagangan Rabu, 21 Mei 2025 pagi. IHSG dibuka menguat di level 7.114

Mengutip data RTI Business, pada pukul 09.05 WIB, IHSG terus menghijau menuju 7.120 atau naik 25,69 poin, secara presentase naik 0,36 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,51 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,23 triliun, serta frekuensi sebanyak 93.351 juta kali.

Dalam perdagangan di waktu itu, sebanyak 246 saham bergerak naik, sedangkan 137 saham mengalami penurunan, dan 209 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, PTIS, LAJU, AMMS, SOFA, DIVA, ENRG, NAYZ, PSAB, ANTM, NAIK, ARCI, MDKA.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, KOPI, TGUK, PGJO. PICO, AMIN, ASII, JAWA, HAJJ, LMAX, KAEF, MMIX, BFIN, FORU.

Proyeksi Hari Ini

IHSG diprediksi akan masuk fase konsolidasi pada perdagangan Rabu, 21 Mei 2025. IHSG ditutup melemah ke level 7.094 atau terkoreksi sebesar 0,651 persen pada perdagangan Selasa (20/5), setelah sebelumnya sempat menguat hingga menembus level 7.200.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pergerakan ini menandai perubahan arah setelah dorongan awal dari sentimen positif fiskal dan makro ekonomi domestik.

baca juga

Katalis positif sempat datang dari pengumuman surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per April 2025 sebesar Rp4,3 triliun, berbalik dari defisit Rp104,2 triliun pada kuartal pertama 2025.

Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah serta ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi faktor pendukung penguatan IHSG pada awal sesi.

Penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Tiongkok dan Australia yang sesuai dengan ekspektasi pasar juga turut mendorong penguatan indeks di bursa Asia pada perdagangan 20 Mei. Namun demikian, kondisi teknikal yang menunjukkan bahwa IHSG berada dalam kondisi overbought menjadi faktor utama terjadinya koreksi pada perdagangan kemarin.

"Secara teknikal, dengan indikator Stochastic yang menunjukkan pullback dan MACD yang cenderung sideways, diperkirakan IHSG konsolidatif pada rentang 7050–7180,” ujar Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam riset hariannya, Rabu (21/5/2025).

Dari sisi eksternal, pelaku pasar turut mencermati perkembangan di Amerika Serikat, khususnya terkait proses pemungutan suara DPR AS atas RUU pajak yang diajukan oleh Presiden Donald Trump.

Penolakan dari anggota Partai Republik terhadap pembatasan pengurangan pajak dalam RUU tersebut meningkatkan ketidakpastian, dan berpotensi menggagalkan target pengesahan sebelum libur panjang akhir pekan mendatang.

Dari kawasan Eropa, perhatian pasar tertuju pada rilis data inflasi Inggris untuk bulan April 2025 yang diperkirakan naik ke level 3,3 persen YoY dari sebelumnya 2,6 persen YoY di bulan Maret. Kenaikan ini dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Bank of England ke depan.

Dari dalam negeri, fokus utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu (21/5).

Konsensus memperkirakan BI akan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 5,75 persen pada April 2025. Suku bunga deposit facility juga diproyeksikan turun menjadi 4,75 persen dari 5,0 persen, dan lending facility ke 6,25 persen dari 6,5 persen.

"Penurunan BI rate ini diprediksi sejalan dengan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ditengah penguatan nilai tukar rupiah dan laju inflasi yang terkendali," kata Ratna.

Sementara itu, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan 20 Mei, dipicu koreksi di sektor teknologi. Di sisi lain, indeks-indeks di Eropa berhasil mencatatkan penguatan mengikuti tren positif dari bursa Asia, yang dipicu oleh langkah pemangkasan suku bunga bank sentral China dan Australia.

Langkah China tersebut menandakan komitmen otoritasnya dalam memberi stimulus moneter demi mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, ketegangan dagang kembali meningkat setelah Chinamemperingatkan bahwa pengawasan ketat Amerika Serikat terhadap ekspor chip dapat membahayakan kesepakatan dagang sementara yang telah dicapai sebelumnya.

Di pasar obligasi, yield US Treasury 10-tahun naik tipis sebesar 1 bps menjadi 4,485 persen. Sementara harga emas terus menguat sekitar 1,8 pers menjadi USD 3.292 per troy ounce, dipicu pelemahan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik global.

Di tengah kondisi pasar yang cenderung konsolidatif, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan untuk perdagangan Rabu (21/5) yaitu: SIDO, SMRA, ASRI, PWON dan ANTM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wall Street Terkoreksi di Tengah Pelemahan Saham Teknologi, Bursa Asia Menguat

Wall Street Terkoreksi di Tengah Pelemahan Saham Teknologi, Bursa Asia Menguat

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 07:54 WIB

IHSG Masuk Fase Konsolidasi, Tunggu Keputusan BI Rate

IHSG Masuk Fase Konsolidasi, Tunggu Keputusan BI Rate

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 07:32 WIB

IHSG Berakhir Terkoreksi, Tapi Masih di Level 7.000

IHSG Berakhir Terkoreksi, Tapi Masih di Level 7.000

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 16:27 WIB

Terkini

Inalillahi, Jose Mourinho dari Indonesia Iwan Setiawan Meninggal Dunia

Inalillahi, Jose Mourinho dari Indonesia Iwan Setiawan Meninggal Dunia

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 10:23 WIB

Kinerja BRI Lampaui Ekspektasi, Analis Beri Sinyal Positif untuk Saham BBRI

Kinerja BRI Lampaui Ekspektasi, Analis Beri Sinyal Positif untuk Saham BBRI

Riau | Kamis, 03 September 2026 | 10:23 WIB

AIESEC in UNJ Berdayakan Mahasiswa Melalui Program Global Classroom untuk Anak Usia Dini di Bahrain

AIESEC in UNJ Berdayakan Mahasiswa Melalui Program Global Classroom untuk Anak Usia Dini di Bahrain

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 10:22 WIB

Antrean Daftar Bimbel Membludak, Pengamat Ingatkan Anak Bukan Objek Ambisi Orang Tua

Antrean Daftar Bimbel Membludak, Pengamat Ingatkan Anak Bukan Objek Ambisi Orang Tua

News | Kamis, 03 September 2026 | 10:20 WIB

Hutama Karya Berlakukan Potongan Tarif Tol 10% di  Ruas Trans Sumatera pada Hari Pelanggan Nasional

Hutama Karya Berlakukan Potongan Tarif Tol 10% di Ruas Trans Sumatera pada Hari Pelanggan Nasional

News | Kamis, 03 September 2026 | 10:19 WIB

Laba Tumbuh 17,5%, Saham BBRI Dapat Sentimen Positif dari Tiga Sekuritas

Laba Tumbuh 17,5%, Saham BBRI Dapat Sentimen Positif dari Tiga Sekuritas

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 10:16 WIB

Saatnya Ganti Provider: Ketika Warganet Ramai-Ramai Ngomongin XL

Saatnya Ganti Provider: Ketika Warganet Ramai-Ramai Ngomongin XL

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 10:15 WIB

Mudah dan Awet Digunakan, Apakah Sampo Uban NYU Halal?

Mudah dan Awet Digunakan, Apakah Sampo Uban NYU Halal?

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 10:15 WIB

Mengapa Mata Terasa Perih saat Berkeringat saat Memakai Sunscreen dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Mengapa Mata Terasa Perih saat Berkeringat saat Memakai Sunscreen dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 10:14 WIB

Geser Dominasi, XL Jadi Provider Nomor 1 In This Economy

Geser Dominasi, XL Jadi Provider Nomor 1 In This Economy

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 10:11 WIB

×