Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Wall Street Terkoreksi di Tengah Pelemahan Saham Teknologi, Bursa Asia Menguat

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 21 Mei 2025 | 07:54 WIB
Wall Street Terkoreksi di Tengah Pelemahan Saham Teknologi, Bursa Asia Menguat
Ilustrasi pasar saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika [Foto: Antara]

Suara.com - Pasar saham global menunjukkan dinamika yang berbeda pada perdagangan Selasa, 20 Mei 2025. Wall Street mengalami koreksi setelah reli yang dipimpin oleh saham-saham teknologi mulai mereda, sementara bursa saham di kawasan Asia-Pasifik justru terpantau menguat, dengan investor mencermati keputusan suku bunga acuan di Australia.

Pada perdagangan Selasa, indeks-indeks utama di Wall Street ditutup di zona merah. Indeks S&P 500 turun 0,39%, diikuti pelemahan Nasdaq Composite sebesar 0,38%, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,27%.

Penurunan ini terutama dipicu oleh aksi jual pada saham-saham teknologi yang selama enam hari terakhir menjadi lokomotif penggerak reli pasar. Sektor teknologi secara keseluruhan tercatat turun 0,5%.

Beberapa saham teknologi raksasa yang mengalami pelemahan antara lain Nvidia yang turun 0,9%, serta diikuti oleh penurunan saham Advanced Micro Devices, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft. Koreksi ini mengindikasikan adanya rotasi sektoral atau pengambilan untung oleh investor setelah periode kenaikan yang signifikan.

Di tengah gelombang koreksi ini, saham Tesla justru berhasil mencatatkan kenaikan tipis 0,5%. Kenaikan ini terjadi setelah CEO Tesla, Elon Musk, menegaskan komitmennya untuk memimpin perusahaan mobil listrik tersebut selama lima tahun ke depan.

Dalam wawancara di Qatar Economic Forum yang diselenggarakan Bloomberg di Doha, Musk dengan tegas menyatakan, "Ya, tidak ada keraguan sama sekali soal itu." Pernyataan ini tampaknya berhasil menenangkan kekhawatiran investor mengenai fokus kepemimpinan Musk yang terpecah pada beberapa perusahaan.

Di ranah politik Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menghadapi kendala dalam upaya legislasi pajak. Ia gagal meyakinkan sejumlah anggota Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS untuk menarik penentangan mereka terhadap rancangan undang-undang pajak besar yang mengatur batasan pengurangan pajak negara bagian dan lokal. Penolakan ini berpotensi menggagalkan rencana pengesahan legislasi pajak yang diharapkan dapat rampung sebelum akhir pekan Memorial Day mendatang, menambah ketidakpastian di pasar.

Bursa Saham Asia Menguat, Australia Pangkas Suku Bunga

Berbeda dengan Wall Street, bursa saham di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan performa yang menguat pada perdagangan Selasa, 20 Mei 2025. Investor di kawasan ini sebagian besar mencermati keputusan suku bunga acuan oleh Reserve Bank of Australia (RBA).

RBA mengambil langkah signifikan dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,85%, yang merupakan level terendah dalam dua tahun terakhir. Keputusan ini diumumkan setelah rapat kebijakan dua hari, didorong oleh peningkatan tekanan eksternal akibat perlambatan ekonomi global dan meredanya inflasi domestik. Pemangkasan suku bunga ini diharapkan dapat memberikan stimulus bagi perekonomian Australia.

Selain itu, investor bursa Asia juga tengah mencermati pencatatan saham produsen baterai terbesar di dunia, Contemporary Amperex Technology, yang menambah sentimen positif.

Beberapa indeks utama di Asia menunjukkan kenaikan:

  1. Indeks Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,08%.
  2. Indeks Topix Jepang juga naik 0,02%.
  3. S&P/ASX 200 Australia, sejalan dengan pemangkasan suku bunga, naik 0,58%.
  4. Hang Seng Hong Kong memimpin dengan penguatan 1,45%.
  5. Taiex Taiwan naik 0,01%.
  6. CSI 300 China menguat 0,54%.
  7. Namun, indeks Kospi Korea Selatan menjadi satu-satunya yang melemah tipis 0,06%.

IHSG Diproyeksikan Sideways Cenderung Menguat

Sementara itu, pasar domestik Indonesia juga menunjukkan pergerakan yang menarik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, 20 Mei 2025, ditutup melemah 0,65% ke level 7.094. Meskipun demikian, berdasarkan proyeksi teknikal, pergerakan IHSG hari ini (21 Mei 2025) diperkirakan akan cenderung sideways atau bergerak mendatar, namun dengan kecenderungan menguat. Ini mengindikasikan adanya potensi pembalikan atau setidaknya stabilisasi setelah pelemahan sebelumnya.

Dinamika pasar global dan domestik ini menunjukkan bahwa investor perlu terus mencermati berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter, perkembangan politik, hingga pergerakan saham-saham unggulan di berbagai sektor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masuk Fase Konsolidasi, Tunggu Keputusan BI Rate

IHSG Masuk Fase Konsolidasi, Tunggu Keputusan BI Rate

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 07:32 WIB

IHSG Berakhir Terkoreksi, Tapi Masih di Level 7.000

IHSG Berakhir Terkoreksi, Tapi Masih di Level 7.000

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 16:27 WIB

IHSG Pagi Ini Menguat ke Level 7.164, Cermati Saham-saham yang Cuan

IHSG Pagi Ini Menguat ke Level 7.164, Cermati Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 09:14 WIB

IHSG Berpotensi Alami Koreksi Hari Ini, Cermati Saham-saham Pilihan

IHSG Berpotensi Alami Koreksi Hari Ini, Cermati Saham-saham Pilihan

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 07:54 WIB

IHSG Berbalik Rebound Menguat Hingga Akhir Perdagangan Senin ke Level 7.141

IHSG Berbalik Rebound Menguat Hingga Akhir Perdagangan Senin ke Level 7.141

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 16:18 WIB

Muhammadiyah dan BSI Rujuk?

Muhammadiyah dan BSI Rujuk?

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 14:59 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB