Impor China Melonjak, Mendag Bantah Ada Peralihan Imbas Tarif AS

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 05 Juni 2025 | 08:16 WIB
Impor China Melonjak, Mendag Bantah Ada Peralihan Imbas Tarif AS
Menteri Perdagangan Budi Santoso. [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara lonjakan impor barang dari China ke Indonesia yang tercatat meningkat tajam sepanjang April 2025.

Namun, Ia membantah bahwa peningkatan tersebut terjadi akibat praktik transhipment atau peralihan pasar ekspor dari China akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.

Lonjakan signifikan itu sebelumnya tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis awal pekan lalu.

BPS mencatat, nilai impor nonmigas dari China ke Indonesia melonjak hingga 53,71% secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang April 2025. Nilai impor tersebut mencapai USD 7,07 miliar, naik pula secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 12,18%.

Menanggapi hal tersebut, Budi Santoso menegaskan belum ada indikasi kuat bahwa lonjakan impor ini disebabkan oleh praktik transhipment.

"Kalau indikasi (peralihan atau transhipment) itu belum ada ya. Karena begini, indikasi yang tadi transhipment, peralihan, ini kan bisa kita kontrol melalui SKA (Surat Keterangan Asal) kita. Jadi itu belum ada signifikasi seperti itu,"ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

Kendati begitu, Budi yang akrab disapa Busan mengakui bahwa lonjakan impor barang dari Negeri Tirai Bambu tersebut turut memperdalam defisit neraca perdagangan Indonesia.

"Memang terjadi defisit, naik turun, tapi kalau indikasi itu belum ada ya," tutur dia.

China, menurut Budi, tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, baik dalam hal ekspor maupun impor. Meski begitu, hubungan dagang ini masih menyisakan ketimpangan neraca perdagangan yang cenderung merugikan Indonesia.

baca juga

Berdasarkan laporan BPS, defisit neraca perdagangan total dengan China mencapai USD 6,28 miliar pada periode Januari-April 2025, menjadikannya sebagai negara penyumbang defisit perdagangan terbesar untuk Indonesia.

Yang mengejutkan, defisit ini melonjak 107,95% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024. Kenaikan ini didorong oleh ketimpangan signifikan antara nilai impor dan ekspor nonmigas Indonesia dengan China.

Sebagai perbandingan, impor nonmigas dari China mencapai USD 25,77 miliar pada Januari-April 2025. Sedangkan ekspor Indonesia ke China hanya sebesar USD 18,87 miliar dalam periode yang sama, memperlebar jurang perdagangan antar kedua negara.

Lonjakan impor ini terjadi di tengah berbagai spekulasi bahwa barang-barang asal China dialihkan ke Indonesia akibat tekanan kebijakan dagang dari negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat.

Namun, Budi menekankan bahwa pemerintah tetap memiliki mekanisme pengawasan, terutama lewat instrumen Surat Keterangan Asal (SKA), yang mampu mendeteksi pergerakan barang dan mencegah praktik transhipment.

Barang impor telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Mulai dari gawai canggih, pakaian, makanan, hingga bahan baku industri, impor mengisi celah yang tidak dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Keberadaan barang impor menawarkan beragam pilihan bagi konsumen, memungkinkan mereka mengakses produk berkualitas dengan harga yang kompetitif.

Namun, ketergantungan pada impor juga menimbulkan tantangan. Defisit neraca perdagangan menjadi momok yang menghantui perekonomian.

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar AS, dapat mendongkrak harga barang impor dan memicu inflasi.

Pemerintah terus berupaya menyeimbangkan kebutuhan impor dengan mendorong produksi dalam negeri.

Kebijakan seperti peningkatan daya saing industri lokal, pemberian insentif ekspor, dan pembatasan impor produk tertentu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada barang impor.

Di sisi lain, impor juga dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Impor teknologi dan mesin canggih dapat meningkatkan produktivitas industri dalam negeri.

Bahan baku impor yang berkualitas dapat menghasilkan produk ekspor yang kompetitif. Oleh karena itu, pengelolaan impor yang bijaksana menjadi kunci.

Pemerintah perlu menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan konsumen, peningkatan daya saing industri lokal, dan pengendalian defisit neraca perdagangan. Dengan strategi yang tepat, impor dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Subianto Tonton Timnas Indonesia vs China, Erick Thohir: Semoga Bawa Hoki

Prabowo Subianto Tonton Timnas Indonesia vs China, Erick Thohir: Semoga Bawa Hoki

Bola | Kamis, 05 Juni 2025 | 08:02 WIB

Prediksi Starter Indonesia Lawan China, Si Anak Hilang Berpeluang Main!

Prediksi Starter Indonesia Lawan China, Si Anak Hilang Berpeluang Main!

Your Say | Kamis, 05 Juni 2025 | 07:51 WIB

Patrick Kluivert Yakin Pemain Timnas Indonesia Tidak Membelot saat Lawan China

Patrick Kluivert Yakin Pemain Timnas Indonesia Tidak Membelot saat Lawan China

Bola | Kamis, 05 Juni 2025 | 07:31 WIB

Terkini

Harga Top 6 Mobil Diesel Bekas Populer di Indonesia Keluaran 2021, Panther Kini Cuma Segini

Harga Top 6 Mobil Diesel Bekas Populer di Indonesia Keluaran 2021, Panther Kini Cuma Segini

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 11:33 WIB

Bukan Pemakzulan, Denny Indrayana Ingin Gibran Didiskualifikasi: Awal Oktober Bisa Ganti Wapres!

Bukan Pemakzulan, Denny Indrayana Ingin Gibran Didiskualifikasi: Awal Oktober Bisa Ganti Wapres!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:33 WIB

Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?: Ikatan Kuat, tapi Cerita Cuma Main Aman

Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?: Ikatan Kuat, tapi Cerita Cuma Main Aman

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 11:30 WIB

Jelang Lawan Singapura, John Herdman Beri Sinyal Luke Vickery Bakal Jadi Senjata Timnas Indonesia

Jelang Lawan Singapura, John Herdman Beri Sinyal Luke Vickery Bakal Jadi Senjata Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:29 WIB

4 Tanda Sunscreen Sudah Kedaluwarsa dan Bahayanya Jika Tetap Dipakai

4 Tanda Sunscreen Sudah Kedaluwarsa dan Bahayanya Jika Tetap Dipakai

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:27 WIB

Parfum Aerostreet Paling Enak, Ini 7 Varian Terlaris di Toko Resmi

Parfum Aerostreet Paling Enak, Ini 7 Varian Terlaris di Toko Resmi

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:24 WIB

Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup

Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 11:24 WIB

Kenapa Baterai HP Cepat Habis saat Cuaca Panas? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Baterai HP Cepat Habis saat Cuaca Panas? Ini Penyebab dan Solusinya

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 11:23 WIB

AS dan Iran Jajaki Kesepakatan Bertahap Buka Selat Hormuz

AS dan Iran Jajaki Kesepakatan Bertahap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 11:21 WIB

Marselino Ferdinan Dicoret dari Timnas Indonesia, Bintang Singapura Ungkap Pesan Kecewa

Marselino Ferdinan Dicoret dari Timnas Indonesia, Bintang Singapura Ungkap Pesan Kecewa

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:19 WIB

×