Semua Pertambangan Pasti Merusak Alam, Termasuk di Raja Ampat

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 09 Juni 2025 | 14:29 WIB
Semua Pertambangan Pasti Merusak Alam, Termasuk di Raja Ampat
Bukit Wayag, Raja Ampat. (dok. Traveloka)

Suara.com - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyatakan seluruh bentuk aktivitas pertambangan termasuk nikel pasti akan membawa dampak kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem.

Misalnya, dia memberi contoh soal pertambangan nikel di Raja Ampat yang walaupun tetap memperhatikan tata kelola baik, bisa berpotensi merusak alam

"Semua proses tambang pasti merusak lingkungan dan ekosistem, apalagi penambang sering mengabaikan reklamasi," ujar Fahmy saat dihubungi, Senin (9/6/2025).

Menurutnya, meskipun upaya reklamasi dilakukan, dampak dari kegiatan pertambangan tetap akan merusak lanskap dan keseimbangan ekologis di wilayah yang sensitif seperti Raja Ampat.

Fahmy menilai bahwa reklamasi tidak cukup untuk memulihkan kerusakan alam, terlebih Raja Ampat merupakan kawasan geopark dan destinasi wisata dunia yang harus dijaga keasliannya.

"Untuk penambangan Raja Ampat, meski dengan reklamasi sekali pun, sudah pasti akan merusak alam geopark yang merupakan ekosistem destinasi wisata Raja Ampat," ucap dia.

Atas dasar itu, Fahmy dengan tegas meminta seluruh kegiatan penambangan di wilayah Raja Ampat dan sekitarnya seharusnya dihentikan secara permanen.

"Menurut saya semua penambangan di Raja Ampat dan sekitarnya harus dihentikan secara permanen. Jangan ada lagi izin penambangan selamanya," beber dia.

Raja Ampat, surga bahari di ujung timur Indonesia, kini menghadapi tantangan baru. Di balik keindahan gugusan pulau karst dan kekayaan biota lautnya, tersembunyi potensi sumber daya nikel yang menggiurkan.

baca juga

Namun, eksplorasi dan eksploitasi nikel di kawasan ini memicu perdebatan sengit antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Potensi nikel di Raja Ampat memang cukup signifikan.

Sejumlah penelitian geologi menunjukkan adanya deposit nikel laterit yang cukup besar di beberapa pulau. Hal ini menarik minat investor dan perusahaan tambang untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut.

Pemerintah daerah pun dihadapkan pada dilema: di satu sisi, tambang nikel dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang besar dan menciptakan lapangan kerja; di sisi lain, aktivitas pertambangan berpotensi merusak ekosistem Raja Ampat yang sangat berharga.

Kekhawatiran utama terkait tambang nikel di Raja Ampat adalah dampaknya terhadap lingkungan. Proses penambangan nikel, terutama nikel laterit, seringkali melibatkan pembukaan lahan yang luas, penebangan hutan, dan penggalian tanah.

Hal ini dapat menyebabkan erosi tanah, sedimentasi, dan perubahan bentang alam yang signifikan. Sedimentasi dapat mencemari perairan laut dan merusak terumbu karang yang menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

Selain itu, limbah pertambangan yang mengandung logam berat juga berpotensi mencemari air dan tanah, membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.

Aktivitas pertambangan juga dapat mengganggu kehidupan masyarakat lokal yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata.

Kerusakan lingkungan akibat pertambangan dapat mengurangi hasil tangkapan ikan dan menurunkan daya tarik wisata Raja Ampat.

Hal ini tentu akan berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Meskipun demikian, potensi manfaat ekonomi dari tambang nikel tidak bisa diabaikan.

Jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, tambang nikel dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pengelolaan tambang nikel di Raja Ampat harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan bertanggung jawab.

Pemerintah daerah perlu menyusun regulasi yang ketat terkait pengelolaan lingkungan dan menerapkan praktik pertambangan yang ramah lingkungan.

Perusahaan tambang harus berkomitmen untuk melakukan reklamasi lahan pasca-tambang dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Selain itu, perlu adanya transparansi dan partisipasi aktif dari masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan terkait pertambangan. Raja Ampat adalah aset berharga yang harus dijaga kelestariannya.

Pemanfaatan sumber daya alam, termasuk nikel, harus dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.

Jika tidak, potensi nikel di Raja Ampat justru akan menjadi kutukan yang merusak keindahan dan kekayaan alam yang tak ternilai harganya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raja Ampat Kini Terancam, Omongan Anies saat Debat Capres Disorot: Tak Ada Keadilan di Papua

Raja Ampat Kini Terancam, Omongan Anies saat Debat Capres Disorot: Tak Ada Keadilan di Papua

News | Senin, 09 Juni 2025 | 14:21 WIB

Cinta Laura Bagikan Keluhan Anak Raja Ampat yang Terdampak Tambang: Air Kami Berubah Hitam

Cinta Laura Bagikan Keluhan Anak Raja Ampat yang Terdampak Tambang: Air Kami Berubah Hitam

Entertainment | Senin, 09 Juni 2025 | 14:17 WIB

ASPEBINDO: Indonesia Butuh Tambang Legal, Inklusif, dan Modern

ASPEBINDO: Indonesia Butuh Tambang Legal, Inklusif, dan Modern

News | Senin, 09 Juni 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×