Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

TPIA Bagikan Dividen Sebesar 30 Juta Dolar AS, Ini Sumbernya

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:34 WIB
TPIA Bagikan Dividen Sebesar 30 Juta Dolar AS, Ini Sumbernya
Ilustrasi Dolar AS untuk dividen. (Antara)

Suara.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai senilai 30 juta dolar AS, atau sekitar Rp 484,65 miliar (kurs tengah BI Rp16.155).

Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TPIA yang diadakan di Jakarta pada Rabu 11 Juni 2025.

Adapun sumber dana dividen tersebut berasal dari sisa laba bersih TPIA tahun buku 2018 senilai 123,55 juta dolar AS.

"Sebagai bentuk penghargaan dari perseroan kepada para pemegang saham atas dukungannya yang berkelanjutan, rapat telah menyetujui untuk membagikan tambahan dividen tunai kepada pemegang saham perseroan," tulis manajemen TPIA yang dikutip Jumat (13/6/2025).

Setelah dialokasikan untuk dividen, sisa laba bersih 2018 sebesar 93,55 juta dolar AS diputuskan pemegang saham sebagai laba yang ditahan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan.

Di sisi lain, rapat juga menyetujui pengunduran diri dari beberapa anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, serta pengangkatan beberapa anggota Direksi, yang terhitung efektif sejak penutupan Rapat hingga ditutupnya hingga 2027.

Direksi yang mengundurkan diri yaitu Sarayuth Vorapruekjaru, Petch Niyomsen, Jirathpol Sunsap, Anawat Chansaksoong, Phuping Taweesarp dan Bapak Boedijono Hadipoespito.

Kemudian, Chantanida Sarigaphuti dan Suracha Udomsak mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris.

Lalu, pemegang saham merestui pengangkatan Nongnapat Saisuthi, Wittaya Guntawang, Ronald Sihombing dan Hamim Thohari sebagai Direktur yang baru.

Diketahui, perseroan pada 2024 membukukan rugi 69,16 juta dolar AS, di mana tahun sebelumnya rugi 33,57 juta dolar AS.

PT Chandra Asri Pacific Tbk adalah perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia, yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan industri nasional dan pembangunan berkelanjutan. Berbasis di Cilegon, Banten, Chandra Asri merupakan hasil penggabungan beberapa perusahaan besar dalam industri petrokimia, termasuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan PT Styrindo Mono Indonesia. Penggabungan ini memperkuat kapasitas operasional dan menjadikan perusahaan sebagai pemain utama di kawasan Asia Tenggara.

Chandra Asri memproduksi berbagai produk dasar petrokimia seperti etilena, propilena, polietilena, polipropilena, styrene monomer, butadiena, serta produk turunan lainnya. Produk-produk tersebut menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri seperti otomotif, konstruksi, elektronik, kemasan, dan barang konsumsi. Dengan fasilitas produksi yang terintegrasi dan modern, Chandra Asri mampu menyediakan pasokan berkualitas tinggi bagi pasar domestik dan internasional.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Chandra Asri tengah mengembangkan proyek strategis nasional yaitu kompleks petrokimia kedua (CAP2). Proyek ini dirancang untuk menggandakan kapasitas produksi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku petrokimia. Investasi ini tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga menciptakan ribuan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, Chandra Asri juga menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari operasionalnya. Perusahaan aktif dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, serta program daur ulang plastik melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dijalankan secara konsisten, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

Chandra Asri menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk SCG Chemicals dari Thailand, serta sejumlah lembaga keuangan internasional. Dengan tata kelola yang profesional dan visi menjadi perusahaan petrokimia berkelas dunia, Chandra Asri Pacific terus melangkah maju sebagai motor penggerak hilirisasi industri di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten SBMA Tebar Dividen Tunai Rp 3,71 Miliar

Emiten SBMA Tebar Dividen Tunai Rp 3,71 Miliar

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 15:12 WIB

Produksi Batu Bara Capai 21,35 Juta MT, BSSR Bagikan Dividen 75 Juta Dolar AS

Produksi Batu Bara Capai 21,35 Juta MT, BSSR Bagikan Dividen 75 Juta Dolar AS

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 14:13 WIB

Sillomaritime Perdana Bagikan Dividen Rp 103 per Saham

Sillomaritime Perdana Bagikan Dividen Rp 103 per Saham

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:32 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB