Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

TPIA Bagikan Dividen Sebesar 30 Juta Dolar AS, Ini Sumbernya

Iwan Supriyatna

Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:34 WIB
TPIA Bagikan Dividen Sebesar 30 Juta Dolar AS, Ini Sumbernya
Ilustrasi Dolar AS untuk dividen. (Antara)

Suara.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai senilai 30 juta dolar AS, atau sekitar Rp 484,65 miliar (kurs tengah BI Rp16.155).

Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TPIA yang diadakan di Jakarta pada Rabu 11 Juni 2025.

Adapun sumber dana dividen tersebut berasal dari sisa laba bersih TPIA tahun buku 2018 senilai 123,55 juta dolar AS.

"Sebagai bentuk penghargaan dari perseroan kepada para pemegang saham atas dukungannya yang berkelanjutan, rapat telah menyetujui untuk membagikan tambahan dividen tunai kepada pemegang saham perseroan," tulis manajemen TPIA yang dikutip Jumat (13/6/2025).

Setelah dialokasikan untuk dividen, sisa laba bersih 2018 sebesar 93,55 juta dolar AS diputuskan pemegang saham sebagai laba yang ditahan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan.

Di sisi lain, rapat juga menyetujui pengunduran diri dari beberapa anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, serta pengangkatan beberapa anggota Direksi, yang terhitung efektif sejak penutupan Rapat hingga ditutupnya hingga 2027.

Direksi yang mengundurkan diri yaitu Sarayuth Vorapruekjaru, Petch Niyomsen, Jirathpol Sunsap, Anawat Chansaksoong, Phuping Taweesarp dan Bapak Boedijono Hadipoespito.

Kemudian, Chantanida Sarigaphuti dan Suracha Udomsak mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris.

Lalu, pemegang saham merestui pengangkatan Nongnapat Saisuthi, Wittaya Guntawang, Ronald Sihombing dan Hamim Thohari sebagai Direktur yang baru.

baca juga

Diketahui, perseroan pada 2024 membukukan rugi 69,16 juta dolar AS, di mana tahun sebelumnya rugi 33,57 juta dolar AS.

PT Chandra Asri Pacific Tbk adalah perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia, yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan industri nasional dan pembangunan berkelanjutan. Berbasis di Cilegon, Banten, Chandra Asri merupakan hasil penggabungan beberapa perusahaan besar dalam industri petrokimia, termasuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan PT Styrindo Mono Indonesia. Penggabungan ini memperkuat kapasitas operasional dan menjadikan perusahaan sebagai pemain utama di kawasan Asia Tenggara.

Chandra Asri memproduksi berbagai produk dasar petrokimia seperti etilena, propilena, polietilena, polipropilena, styrene monomer, butadiena, serta produk turunan lainnya. Produk-produk tersebut menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri seperti otomotif, konstruksi, elektronik, kemasan, dan barang konsumsi. Dengan fasilitas produksi yang terintegrasi dan modern, Chandra Asri mampu menyediakan pasokan berkualitas tinggi bagi pasar domestik dan internasional.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Chandra Asri tengah mengembangkan proyek strategis nasional yaitu kompleks petrokimia kedua (CAP2). Proyek ini dirancang untuk menggandakan kapasitas produksi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku petrokimia. Investasi ini tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga menciptakan ribuan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, Chandra Asri juga menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari operasionalnya. Perusahaan aktif dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, serta program daur ulang plastik melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dijalankan secara konsisten, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

Chandra Asri menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk SCG Chemicals dari Thailand, serta sejumlah lembaga keuangan internasional. Dengan tata kelola yang profesional dan visi menjadi perusahaan petrokimia berkelas dunia, Chandra Asri Pacific terus melangkah maju sebagai motor penggerak hilirisasi industri di Indonesia.

Melalui inovasi, investasi berkelanjutan, dan tanggung jawab sosial, Chandra Asri berkomitmen untuk menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan industri yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten SBMA Tebar Dividen Tunai Rp 3,71 Miliar

Emiten SBMA Tebar Dividen Tunai Rp 3,71 Miliar

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 15:12 WIB

Produksi Batu Bara Capai 21,35 Juta MT, BSSR Bagikan Dividen 75 Juta Dolar AS

Produksi Batu Bara Capai 21,35 Juta MT, BSSR Bagikan Dividen 75 Juta Dolar AS

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 14:13 WIB

Sillomaritime Perdana Bagikan Dividen Rp 103 per Saham

Sillomaritime Perdana Bagikan Dividen Rp 103 per Saham

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:32 WIB

Terkini

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Direktur Pegadaian Ketum Indonesia Bullion Market Association: Ekosistem Emas Standar Internasional

Direktur Pegadaian Ketum Indonesia Bullion Market Association: Ekosistem Emas Standar Internasional

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:24 WIB

Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat

Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:23 WIB

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka

Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029

Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana

Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?

Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:06 WIB

×