Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Industri Properti Kecil Kalah Saing dengan Pemain Besar, Ini Biang Keroknya

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 18 Juni 2025 | 11:18 WIB
Industri Properti Kecil Kalah Saing dengan Pemain Besar, Ini Biang Keroknya
Ilustrasi Hotel - Industri properti kecil, khususnya hotel independen dan akomodasi bintang 3 ke bawah, selama ini terdesak dalam persaingan melawan pemain besar yang berbekal modal dan teknologi mumpuni.

Suara.com - Industri properti kecil, khususnya hotel independen dan akomodasi bintang 3 ke bawah, selama ini terdesak dalam persaingan melawan pemain besar yang berbekal modal dan teknologi mumpuni. 

Namun, di tengah tantangan ini, ecommerceloka hadir sebagai katalisator yang tidak hanya menawarkan solusi praktis, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi pariwisata Indonesia dari akar rumput.

Alih-alih mengikuti arus, ecommerceloka justru melihat potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal pada segmen hotel independen dan properti bintang 3 ke bawah. Langkah ini tidak hanya menawarkan solusi praktis, tetapi juga berpotensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi pariwisata Indonesia dari akar rumput.

Co-Founder & CEO ecommerceloka Nico S. Wiratama menyoroti tantangan krusial yang dihadapi properti-properti kecil ini. "Banyak properti independen, khususnya bintang 3 ke bawah, tidak memiliki tim sales, hotel agent, teknologi, atau fasilitas kredit seperti hotel-hotel besar," jelasnya dikutip Rabu (18/6/2025).

Menurut dia keterbatasan ini membuat mereka kesulitan bersaing, baik dalam penjualan offline maupun online, meskipun potensi pasar leisure (liburan) sangat besar. ecommerceloka hadir sebagai jembatan, memungkinkan properti-properti ini menjangkau pasar global secara online, memastikan pembayaran langsung, dan memungkinkan mereka bersaing secara sehat.

Dia bilang ecommerceloka mengusung model monetisasi berbasis komisi dari penjualan sewa harian kamar atau properti, yang terbukti tidak membebani mitra. Lebih dari itu, ecommerceloka menyediakan strategi digital setara hotel bintang 4 dan 5 bagi mitra properti mereka. 

"Ini mencakup pengembangan website profesional, channel manager, internet booking engine, sistem reservasi terpusat, hingga sesi fotografi properti profesional. Inisiatif ini krusial dalam mengatasi kurangnya pemahaman dan kapabilitas properti kecil dalam mengeksekusi strategi online," paparnya.

Alhasil menurut Nico dengan memberikan akses ke infrastruktur teknologi dan strategi pemasaran yang canggih, ecommerceloka memberdayakan UMKM di sektor akomodasi. Ini memungkinkan properti kecil untuk berkompetisi secara adil di kancah digital, membuka peluang baru untuk meningkatkan okupansi dan pendapatan. 

"Dampak ekonominya pun signifikan dimana akan ada peningkatan pendapatan bagi properti independen akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung ekosistem pariwisata yang lebih inklusif," katanya.

ecommerceloka, sendiri adalah perusahaan startup ecommerce & teknologi pariwisata yang menyediakan solusi digital end-to-end untuk industri perhotelan dan akomodasi.

Perusahaan baru-baru ini sukses mengukir prestasi gemilang di kancah internasional dengan meraih penghargaan "Top Engagement Chain 2025" dari Trip.com Group. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam ajang Envision 2025 yang diselenggarakan di Shanghai Convention Center, pada 26 Mei 2025.

Asal tahu saja Industri perhotelan di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar. Data terbaru menunjukkan tingkat hunian hotel dan tarif kamar mengalami penurunan signifikan, dipicu oleh sentimen pasar yang semakin negatif.

Adapun faktor utama yang memengaruhi tren ini adalah kebijakan penghematan anggaran pemerintah, berimbas pada berkurangnya permintaan terhadap layanan perhotelan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama Horwath HTL, tingkat hunian hotel atau okupansi mengalami penurunan hingga 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, rata-rata hanya berkisar 20% secara nasional. Disebutkan, hotel di beberapa daerah yang selama ini mengandalkan kunjungan instansi pemerintah, seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung, penurunannya bahkan lebih drastis.

Menurut PHRI, pemangkasan anggaran perjalanan dinas pemerintah menjadi salah satu faktor utama penyebab merosotnya tingkat hunian. Hotel-hotel yang biasanya mendapatkan pendapatan dari rapat-rapat pemerintah kini kehilangan sumber pemasukan utama mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Optimisme di Tengah Ketidakpastian, Apindo Jabar Ungkap Strategi Jaga Kondusivitas Usaha

Optimisme di Tengah Ketidakpastian, Apindo Jabar Ungkap Strategi Jaga Kondusivitas Usaha

wawancara | Selasa, 17 Juni 2025 | 12:22 WIB

Sisi Gelap Internship di Industri Kreatif: Magang atau Kerja Rodi?

Sisi Gelap Internship di Industri Kreatif: Magang atau Kerja Rodi?

Your Say | Selasa, 17 Juni 2025 | 07:23 WIB

Raih Capaian Gemilang, Pengunjung Vasaka Hotel Naik Signifikan Saat Libur Panjang Idul Adha

Raih Capaian Gemilang, Pengunjung Vasaka Hotel Naik Signifikan Saat Libur Panjang Idul Adha

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 18:15 WIB

Terkini

Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR

Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:56 WIB

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:52 WIB

Nilai Tukar Rupiah Diramal Bisa Terus Melemah Hingga ke Level Rp 17.550/USD

Nilai Tukar Rupiah Diramal Bisa Terus Melemah Hingga ke Level Rp 17.550/USD

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:49 WIB

Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah

Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:36 WIB

Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen

Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:33 WIB

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:27 WIB

Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah

Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:17 WIB

ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata

ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:11 WIB

BRI Catat 1,18 Juta Agen BRILink per Maret 2026, Tersebar di 66.450 Desa

BRI Catat 1,18 Juta Agen BRILink per Maret 2026, Tersebar di 66.450 Desa

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:07 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Anjlok, Kenapa Bawang Merah Masih Mahal?

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Anjlok, Kenapa Bawang Merah Masih Mahal?

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:53 WIB