Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Lewat Cucu Usaha, BUMN Kontruksi Garap Proyek Infrastruktur Air Bersih di Riau

Achmad Fauzi

Rabu, 18 Juni 2025 | 15:03 WIB
Lewat Cucu Usaha, BUMN Kontruksi Garap Proyek Infrastruktur Air Bersih di Riau
Proyek Infrastruktur Air Bersih di Riau.

Suara.com - PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) kembali mendapat proyek strategis nasional dengan membangun infrastruktur air bersih di Riau. Proyek ini dikerjakan oleh dua cucu perusahaan, yakni PT PP Tirta Madani dan PT PP Tirta Riau.

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad, mengatakan, perseroan tidak hanya sebatas membangun infrastruktur besar seperti Rumah Sakit UPT Vertikal Riau, tetapi juga menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.

"Di wilayah Pekanbaru Riau, PTPP tidak hanya membangun RS UPT Vertikal saja. Namun PTPP juga hadir untuk masyarakat Pekanbaru dalam lini bisnis pengolahan air bersih yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya," ujarnya dalam keterbukaan informasi seperti yang dikutip, Rabu (18/6/2025).

Untuk diketahui, dua cucu perusahaan itu hadir sebagai penyedia solusi pengolahan dan distribusi air minum yang berkualitas bagi masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya. PT PP Tirta Madani telah beroperasi sejak 2021 dan bekerja sama dengan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Siak, dengan kapasitas pengolahan sebesar 750 liter per detik, dan saat ini kapasitas terpasang mencapai 500 liter per detik.

Jajaran direksi PTPP usai Paparan Publik di Plaza PTPP/(Suara.com/Achmad Fauzi).
Jajaran direksi PTPP usai Paparan Publik di Plaza PTPP/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Sementara itu, PT PP Tirta Riau memperluas cakupan layanan ke wilayah Riau lainnya, bekerja sama dengan PDAM Tirta Siak dan PDAM Tirta Kampar, dengan kapasitas produksi 500 liter per detik dari total kapasitas terpasang sebesar 1.000 liter per detik.

Peningkatan layanan air minum ini tidak hanya dilakukan melalui penggantian pipa-pipa lama dengan pipa standar food grade dan peningkatan instalasi pengolahan air, namun juga melalui penerapan sistem District Meter Area (DMA).

Sistem ini dirancang agar gangguan pada jaringan air hanya berdampak secara terbatas di wilayah tertentu. Saat ini, pembangunan jaringan pipa dengan sistem DMA mencakup 54 area yang dikelola oleh PT PP Tirta Madani dan PT PP Tirta Riau. Ini menjadi inovasi pertama dalam 51 tahun berdirinya Perumda Air Minum Tirta Siak di Pekanbaru.

Kehadiran kedua entitas ini memberikan dampak nyata, khususnya dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru, sebanyak 453.864 jiwa di 10 kecamatan kini telah mendapatkan akses terhadap layanan air bersih dari kedua anak usaha PTPP tersebut.

Kekinian, sekitar 10.000 sambungan rumah telah menerima manfaat dari air minum perpipaan yang memenuhi standar kualitas berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Dampak positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bangun Rumah Sakit

PTPP) meraih kontrak baru senilai Rp 663,2 miliar membangun Konstruksi Fisik dan Bangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Riau. Pelaksanaan kontrak dan pembagunan ini dilaksanakan selama 600 hari kalender.

Proyek ini bertujuan memperkuat sistem layanan kesehatan di Riau dan kawasan Sumatera secara keseluruhan. Rumah sakit ini dirancang sebagai fasilitas unggulan untuk menangani penyakit berat seperti gangguan otak, jantung, dan uronefrologi.

Dengan dibangunnya RS ini, masyarakat Riau tidak perlu lagi berobat ke luar negeri atau kota besar lain, sehingga menekan beban ekonomi dan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan,aspek layanan sangat penting dan menjadi indikator baik atau tidaknya layanan rumah sakit tersebut.

"Kita harus membangun rumah sakit terbaik dengan fasilitas modern. RS ini harus menjadi pusat layanan unggulan, tidak hanya untuk jantung, stroke, dan ginjal, tetapi juga harus mengutamakan penanganan kanker," kata Menkes.

Selain itu, Budi berharap dengan adanya Rumah Sakit ini dapat menarik masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Pulau Sumatera agar tidak lagi berobat ke negeri seberang seperti Malaysia dan Singapura.

"Harapannya RS UPT Vertikal Kemenkes Riau dapat menarik 10 persen dari belanja orang Indonesia di luar negeri sebesar 176 triliun rupiah setiap tahunnya," kata Budi.

PTPP menerapkan sejumlah inovasi konstruksi yang menjadikan proyek ini sebagai rujukan dalam efisiensi dan keandalan teknis. Seperti Half Slab Precast untuk pelat lantai.

Ini digunakan untuk mempercepat pengerjaan struktur atas dengan tetap menjaga integritas struktural dan kualitas pekerjaan. Sistem ini menggabungkan elemen pracetak dan pengecoran di lapangan secara monolit, mengurangi kebutuhan bekisting dan risiko kesalahan lapangan.

Selain itu, dinding pracetak terintegrasi ada di semi basement. Metode precast wall digunakan sebagai bekisting tetap untuk elemen struktur bawah tanah. Teknik ini sangat efektif pada kondisi muka air tanah tinggi (kurang lebih 2,5 meter), meningkatkan efisiensi waktu dan mutu pekerjaan, serta menurunkan risiko deformasi pada lingkungan geoteknik yang kompleks.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengungkapkan bahwa tidak hanya unggul secara teknis, RS UPT Vertikal Riau juga mencerminkan identitas lokal lewat desain facade bergaya arsitektur tradisional Melayu Riau.

Dikatakan Joko, unsur-unsur seperti bentuk atap, ornamen khas, serta pemilihan warna dan material menjadikan bangunan ini ikon budaya sekaligus fasilitas kesehatan modern.

Lebih jauh Joko menjelaskan proyek ini juga diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor pariwisata medis, perhotelan, transportasi, hingga kuliner.

"Dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat, RS ini akan meringankan beban anggaran daerah serta mendukung pilar pembangunan kesehatan dalam kerangka Visi Indonesia Emas 2045," beber Joko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

COO Danantara Ungkap Borok BUMN Hingga Bisa Gulung Tikar

COO Danantara Ungkap Borok BUMN Hingga Bisa Gulung Tikar

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 14:56 WIB

Kantongi Pendapatan Rp81 T, BUMN Pupuk RI Duduki Peringkat 69 di Asia Tenggara

Kantongi Pendapatan Rp81 T, BUMN Pupuk RI Duduki Peringkat 69 di Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 07:28 WIB

'Winter is Coming' Bagi Profesional Sipil di BUMN, TNI/Polri Dominasi Kursi Strategis?

'Winter is Coming' Bagi Profesional Sipil di BUMN, TNI/Polri Dominasi Kursi Strategis?

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 19:06 WIB

Terkini

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:49 WIB

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:20 WIB

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:02 WIB

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:59 WIB

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:36 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:28 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:03 WIB