Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kantongi Pendapatan Rp81 T, BUMN Pupuk RI Duduki Peringkat 69 di Asia Tenggara

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 18 Juni 2025 | 07:28 WIB
Kantongi Pendapatan Rp81 T, BUMN Pupuk RI Duduki Peringkat 69 di Asia Tenggara
Pupuk Indonesia mencatatkan total pendapatan audited Rp81,6 triliun sepanjang 2024. (Foto Ist)

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2025. Perusahaan pupuk terbesar di Indonesia ini berhasil menduduki peringkat ke-69, naik dua peringkat dari tahun sebelumnya (71), berkat total pendapatan audited mencapai Rp 81,6 triliun pada tahun fiskal 2024.

Capaian ini tidak hanya membuktikan skala bisnis Pupuk Indonesia yang masif, namun juga mengindikasikan kepercayaan publik yang tinggi terhadap fundamental perusahaan. Cindy Sistyarani, Vice President Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, menegaskan bahwa penghargaan ini memperkuat posisi Pupuk Indonesia sebagai BUMN strategis yang adaptif, efisien, dan berdaya saing global.

"Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kami dalam memperkuat fundamental perusahaan melalui semangat efisiensi, inovasi teknologi, serta fokus pada kesejahteraan petani," ujar Cindy kepada wartawan Selasa (18/6/2025). 

"Kami terus menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan mandat strategis sebagai BUMN yang berperan dalam mendukung swasembada pangan nasional." Tambahnya. 

Pupuk Indonesia secara konsisten berinvestasi dalam penguatan proses bisnis melalui pendekatan berbasis teknologi. Di lini produksi, perusahaan ini memperluas penerapan teknologi Industri 4.0, seperti integrasi sistem big data dan Internet of Things (IoT). 

Lebih dari 32 ribu sensor kini terpasang di 48 fasilitas produksi Pupuk Indonesia, memungkinkan pemantauan operasional secara real-time dan peningkatan efisiensi yang signifikan.

Salah satu upaya efisiensi monumental adalah revitalisasi fasilitas produksi secara bertahap. Pembangunan pabrik Pusri III-B, misalnya, diproyeksikan mampu menurunkan konsumsi gas dari 32 MMBTU/ton menjadi 21,7 MMBTU/ton, berpotensi menghemat biaya hingga Rp 1,5 triliun per tahun. "Efisiensi bukan hanya soal penghematan, tetapi juga tentang menciptakan proses kerja yang lebih cerdas, terukur, dan berkelanjutan," tambah Cindy.

Di sisi distribusi, Pupuk Indonesia terus meningkatkan digitalisasi, salah satunya melalui platform i-Pubers. Sistem ini memastikan penyaluran pupuk bersubsidi yang efektif dan akuntabel, dan telah digunakan di lebih dari 26 ribu kios resmi di seluruh Indonesi.

Lebih dari itu, Pupuk Indonesia juga giat melakukan diversifikasi bisnis sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Di sektor hilir, perusahaan tengah membangun pabrik soda ash pertama di Indonesia melalui Pupuk Kalimantan Timur, dengan kapasitas 300 ribu ton per tahun, untuk mendukung industri dalam negeri seperti kaca, kertas, deterjen, dan tekstil.

baca juga

Tak hanya itu, komitmen terhadap energi bersih juga menjadi prioritas. Pupuk Indonesia menjalankan proyek green ammonia melalui Petrokimia Gresik dan proyek Green Ammonia Initiative from Aceh (GAIA) di Pupuk Iskandar Muda, mendukung transisi menuju industri ramah lingkungan. Pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak, Papua Barat, juga direncanakan untuk memperkuat distribusi pupuk di kawasan timur Indonesia dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Cindy menyimpulkan, "Kami meyakini bahwa transformasi menyeluruh dari sisi operasional, digitalisasi, maupun pengembangan usaha, adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang." Pencapaian ini menegaskan arah strategis perusahaan yang berpijak pada tata kelola yang baik, efisiensi operasional, dan keberpihakan kepada petani, demi memastikan akses pupuk yang tepat sasaran, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Diketahui pendapatan perseroan berasal dari penjualan produk yang mencapai Rp44,20 triliun, penggantian biaya subsidi dari pemerintah senilai Rp33,32 triliun, dan pendapatan jasa berkontribusi sebesar Rp4,08 triliun sepanjang 2024.  

Sementara itu, beban pokok pendapatan Pupuk Indonesia juga meningkat 3,61% YoY menjadi Rp65,59 triliun. Perolehan ini membuat perseroan mengakumulasikan laba kotor senilai Rp16,02 triliun, masih tumbuh 0,77% secara tahunan.  

Dari sisi operasional, perseroan membukukan laba operasi sebesar Rp12,69 triliun. Jumlah tersebut melesat 30,13% dibandingkan capaian 2023 yakni Rp9,75 triliun. Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lainnya, Pupuk Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp8,66 triliun sepanjang 2024 atau meningkat hingga 39,80% dari capaian laba bersih tahun sebelumnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Untuk Tingkatkan Produksi Pangan Nasional, Kementan Imbau Petani Optimalkan Penggunaan Pupuk Subsidi

Untuk Tingkatkan Produksi Pangan Nasional, Kementan Imbau Petani Optimalkan Penggunaan Pupuk Subsidi

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 20:10 WIB

Pundi di Balik Kebun Organik Tegalsari, dari Lahan Mini Jadi Peluang Ekonomi

Pundi di Balik Kebun Organik Tegalsari, dari Lahan Mini Jadi Peluang Ekonomi

Lifestyle | Selasa, 17 Juni 2025 | 10:16 WIB

Inovasi Sayuran dan Pupuk Organik ala Petani Tegalsari Perangi Krisis Iklim

Inovasi Sayuran dan Pupuk Organik ala Petani Tegalsari Perangi Krisis Iklim

Lifestyle | Selasa, 17 Juni 2025 | 09:40 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×