Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

'Winter is Coming' Bagi Profesional Sipil di BUMN, TNI/Polri Dominasi Kursi Strategis?

Achmad Fauzi

Senin, 16 Juni 2025 | 19:06 WIB
'Winter is Coming' Bagi Profesional Sipil di BUMN, TNI/Polri Dominasi Kursi Strategis?
Lowongan Kerja BUMN 2024 (bumn.go.id)

Suara.com - Masuknya sejumlah jenderal, baik yang masih aktif maupun yang sudah purnawirawan, ke jajaran direksi dan komisaris BUMN sektor tambang kembali menjadi sorotan publik.

Pengamat BUMN dari NEXT Indonesia, Herry Gunawan mengatakan, maraknya perwira TNI dan Polri di lingkungan BUMN menandai fase baru yang justru menjadi alarm bagi profesional sipil.

Menurutnya, situasi ini merupakan gambaran ruang gerak bagi para profesional di bidang bisnis semakin terbatas. Herry menyebut fenomena tersebut sebagai pertanda datangnya masa sulit bagi para profesional sipil yang telah lama menekuni karier di sektor swasta dan memiliki kapabilitas di bidang manajemen bisnis.

"Menurut saya, dengan semakin maraknya TNI/Polri di BUMN ini, antara lain menunjukkan, winter is coming di lingkungan sipil, khususnya profesional di bidang bisnis. Perkembangan yang terjadi ini sekaligus peringatan bagi para profesional di swasta, jangan tergiur ditawari menjadi Direksi di BUMN. Angin politik bisa berubah setiap saat, seperti yang terjadi sekarang. Dengan begitu, kursinya bisa setiap saat lepas," ujar Herry saat dihubungi Suara.com, yang ditulis Senin (16/6/2025).

MIND ID
MIND ID

Ia juga menyinggung soal program Talent Pool yang sebelumnya diklaim oleh Kementerian BUMN sebagai bentuk persiapan suksesi kepemimpinan di perusahaan negara.

Sayangnya, Herry menilai, program tersebut kini hanya sebatas jargon. Ia menyoroti bahwa kursi pimpinan BUMN kini dapat diisi siapa saja, mulai dari politisi seperti di Pertamina, pensiunan TNI di PT Timah, hingga pensiunan Polri di MIND ID.

Herry menegaskan bahwa keterlibatan eks TNI dan Polri di lingkaran strategis BUMN memberikan sejumlah isyarat penting. Menurutnya, BUMN masih dijadikan komoditas politik, di mana pihak yang memegang kekuasaan akan mendistribusikan posisi-posisi strategis kepada kelompok dekatnya.

Situasi ini semakin memperkuat kesan bahwa BUMN belum terbebas dari intervensi politik. Lebih jauh, kehadiran para pensiunan aparat dinilai sebagai bagian dari strategi kekuasaan untuk menempatkan lingkaran terdekat mereka di sektor bisnis negara.

Contoh konkret dari fenomena ini terlihat dari susunan manajemen di Holding BUMN Tambang MIND ID. Firman, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri dan putra ketiga Wakil Presiden keenam Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Risiko dan HSE MIND ID.

baca juga

Fadil Imron, yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, ditunjuk sebagai Komisaris MIND ID meskipun berstatus sebagai pejabat aktif di institusi Polri. Sementara itu, Letjen TNI (Purn) Bambang Ismawan dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam Tbk menggantikan Irwandy Arif, hanya beberapa bulan setelah pensiun dari jabatan terakhirnya sebagai Kepala Staf Umum TNI.

Nama lain yang juga tercatat adalah Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq, yang kini masuk ke jajaran pimpinan Perum Bulog.

Herry menilai bahwa langkah-langkah ini menjadi preseden buruk bagi pengelolaan BUMN oleh Danantara, holding baru yang dibentuk pemerintah dengan harapan memperbaiki tata kelola dan meningkatkan profesionalisme.

Namun, menurutnya, justru yang terjadi adalah sebaliknya, profesional di bidang bisnis dipaksa mundur untuk memberi ruang kepada figur-figur yang berasal dari politik dan militer.

"Menurut saya, yang terjadi saat ini merupakan preseden buruk bagi pengelolaan BUMN oleh Danantara. Padahal, ketika pemerintah membentuk Danantara, ada harapan BUMN akan dikelola lebih baik, setidaknya lebih profesional. Faktanya justru lebih buruk, karena profesional di bisnis harus minggir dan mempersilakan 'profesional' dari politik mengisi kursi pimpinan BUMN," beber dia.

Ia juga memperingatkan bahwa kondisi ini akan berimplikasi pada kepercayaan publik dan investor terhadap Danantara. Jika kehadiran holding tersebut terlalu lekat dengan unsur politik, maka misi untuk menjadikan BUMN sebagai korporasi kelas dunia yang mandiri dan profesional akan semakin sulit tercapai.

"Kondisi ini akan semakin menurunkan tingkat kepercayaan kepada Danantara, baik oleh publik maupun investor. Ini mengisyaratkan bahwa Danantara terlalu lekat dengan politik ketimbang profesionalisme dalam bisnis," pungkas Herry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Beralih ke Danantara, Erick Thohir: Kami Tetap Pengawas

BUMN Beralih ke Danantara, Erick Thohir: Kami Tetap Pengawas

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 11:50 WIB

Banyak UMKM Mati Sebelum Tumbuh, Ini Bukti Pendamping Menjadi Penting

Banyak UMKM Mati Sebelum Tumbuh, Ini Bukti Pendamping Menjadi Penting

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 11:30 WIB

Laba Bank BUMN Tergerus Imbas Kewajiban Setor Dividen ke Danantara

Laba Bank BUMN Tergerus Imbas Kewajiban Setor Dividen ke Danantara

Bisnis | Minggu, 15 Juni 2025 | 14:29 WIB

Terkini

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:45 WIB

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:23 WIB

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08 WIB

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB