Bank Dunia: Pinjaman Utang Negara Berkembang Tidak Transparan

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 23 Juni 2025 | 08:30 WIB
Bank Dunia: Pinjaman Utang Negara Berkembang Tidak Transparan
Ilustrasi logo Bank Dunia.

Suara.com - World Bank atau Bank Dunia melaporkan beberapa negara berkembang tidak melaporkan utangnya secara transparan. Lantaran, banyak negara berkembang beralih ke pengaturan pinjaman di luar anggaran dan lebih kompleks sebagai respons terhadap lingkungan pembiayaan yang lebih ketat.

Sehingga semakin sulit untuk menilai eksposur utang publik secara menyeluruh, menurut laporan Bank Dunia baru tentang transparansi utang. Untuk mengatasi masalah ini, laporan tersebut merekomendasikan perubahan mendasar dalam cara negara debitur dan kreditur melaporkan dan mengungkapkan utang.

"Termasuk cakupan yang lebih luas tentang apa yang dilaporkan dan pengungkapan yang lebih mendalam, per pinjaman. Ketika utang tersembunyi terungkap, pendanaan mengering dan syarat-syarat menjadi semakin buruk," kata Direktur Pelaksana Senior Bank Dunia Axel van Trotsenburg dilansri dalam lama resmi Bank Dunia, Senin (23/6/2025).

Laporan, transparansi utang radikal menunjukkan bahwa meskipun proporsi negara berpenghasilan rendah yang menerbitkan beberapa data utang telah tumbuh dari di bawah 60 persen menjadi lebih dari 75 persen sejak 2020.

Hanya 25 persen yang mengungkapkan informasi tingkat pinjaman pada utang yang baru dikontrak. Meningkatnya pengaturan pembiayaan yang kompleks dan sering kali tidak transparan seperti penempatan swasta, pertukaran bank sentral, dan transaksi yang dijaminkan telah semakin mempersulit pelaporan.

“Kasus utang yang tidak dilaporkan baru-baru ini telah menyoroti lingkaran setan yang dapat dipicu oleh kurangnya transparansi," kata Direktur Pelaksana Senior Bank Dunia Axel van Trotsenburg.

Menurut dia, ketika utang tersembunyi muncul, pembiayaan mengering dan persyaratan memburuk. Negara-negara beralih ke transaksi yang tidak transparan dan dijaminkan.

Bahkan, memperingatkan utang yang tidak dilaporkan secara transparan berpotensi memicu krisis.
"Transparansi utang radikal, yang membuat informasi yang tepat waktu dan dapat diandalkan dapat diakses, sangat penting untuk memutus siklus tersebut," katanya.

Menurut laporan tersebut, utang yang diterbitkan di dalam negeri juga meningkat, tetapi standar pengungkapan tidak memadai. Negara-negara juga beralih ke restrukturisasi utang parsial dan rahasia yang diam-diam dengan kreditor tertentu, sehingga menghilangkan informasi penting dari pasar.

Laporan tersebut merekomendasikan debitur dan kreditor mengambil langkah-langkah mendesak untuk meningkatkan praktik transparansi. Ini termasuk reformasi hukum dan peraturan yang mewajibkan transparansi dalam kontrak pinjaman dan pengungkapan persyaratan pinjaman, partisipasi penuh oleh negara-negara kreditor dalam proses rekonsiliasi utang yang komprehensif.

Lalu audit yang lebih teratur dan pengawasan nasional yang lebih baik, dan rilis publik persyaratan restrukturisasi utang setelah perjanjian diselesaikan.

"Transparansi utang bukan hanya masalah teknis—ini adalah kebijakan publik strategis yang membangun kepercayaan, mengurangi biaya pinjaman, dan menarik investasi,” kata Pablo Saavedra, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kemakmuran.

"Transparansi utang yang radikal tidak hanya mendukung keberlanjutan utang tetapi juga membuka investasi sektor swasta untuk mendorong penciptaan lapangan kerja," tambahnya.

Misalnya Senegal telah menggunakan penempatan utang swasta saat bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait pelaporan yang tidak akurat atas utang sebelumnya.
Di Nigeria, bank sentral mengungkapkan pada awal 2023 bahwa miliaran dolar AS dari cadangan devisanya terikat dalam kontrak keuangan kompleks yang dinegosiasikan oleh kepemimpinan sebelumnya.

Bank Dunia menyatakan bahwa cakupan pinjaman yang lebih luas dan pengungkapan mendalam per pinjaman akan memungkinkan komunitas internasional menilai sepenuhnya tingkat eksposur utang publik. Inti dari upaya Bank Dunia untuk mempromosikan transparansi utang adalah program bantuan teknisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Metode Penghitungan Angka Kemiskinan BPS Beda dengan Bank Dunia

Metode Penghitungan Angka Kemiskinan BPS Beda dengan Bank Dunia

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:48 WIB

8 Rekomendasi Pinjaman Bank Digital Cair Cepat, Tanpa Perlu Agunan dan Syarat Mudah

8 Rekomendasi Pinjaman Bank Digital Cair Cepat, Tanpa Perlu Agunan dan Syarat Mudah

Tekno | Rabu, 18 Juni 2025 | 16:22 WIB

Gus Ipul Balas Bank Dunia soal 194 Juta Penduduk Miskin: Mungkin Beda Ukuran

Gus Ipul Balas Bank Dunia soal 194 Juta Penduduk Miskin: Mungkin Beda Ukuran

Video | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:28 WIB

Terkini

IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900

IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 09:13 WIB

BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran

BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 09:00 WIB

Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini

Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:24 WIB

Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia

Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:06 WIB

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:01 WIB

Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU

Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 07:01 WIB

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 06:53 WIB

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB