Integrasi GRC dan Transformasi Digital Dorong Daya Saing Global Pupuk Kaltim

Iwan Supriyatna

Senin, 23 Juni 2025 | 11:45 WIB
Integrasi GRC dan Transformasi Digital Dorong Daya Saing Global Pupuk Kaltim
Gedung Pupuk Kaltim. (Dok: Pupuk Kaltim)

Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) makin menegaskan posisi sebagai perusahaan berdaya saing global di Asia Tenggara, dengan masuk nominasi ASEAN GRC Award dan Public Initiatives Award, pada ajang ASEAN Risk Awards 2025.

Penghargaan digelar Enterprise Risk Management Academy (ERMA), yang diikuti perusahaan dari berbagai negara ASEAN dengan rekam jejak unggul dalam tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengatakan masuknya Pupuk Kaltim pada dua kategori tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap Governance, Risk and Compliance (GRC), serta tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai bagian integral dari identitas serta budaya korporasi.

Pada kategori ASEAN GRC Award, Pupuk Kaltim dinilai berhasil mengintegrasikan tata kelola, risiko dan kepatuhan ke seluruh proses bisnis secara sistematis dan menyeluruh.

Sehingga mampu memecah silo organisasi, sekaligus menciptakan pengambilan keputusan berbasis integritas dan kolaborasi.

Sementara kategori Public Initiatives Award, menilik kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melalui program inovatif yang tak hanya berdampak sosial ekonomi, tapi juga dibarengi pendekatan manajemen risiko yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

"Integrasi GRC Pupuk Kaltim bukanlah proyek sesaat, namun menjadi kesatuan nilai yang terinternalisasi dalam operasional Perusahaan. Prinsip tata kelola yang kami anut yakni TARIF (Transparan, Akuntabel, Responsif, Independen dan Fair), menjadi fondasi yang mengarahkan semua langkah dari kebijakan strategis hingga proses eksekusi di lapangan,” papar Soesilo, Senin (23/6/2025).

Menurut Soesilo, sejak 2024 Pupuk Kaltim mengambil langkah besar melalui pembentukan Direktorat Manajemen Risiko serta Komite Pemantau Risiko (KPR), yang juga merangkap sebagai Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT).

Struktur ini dibentuk tidak hanya untuk memperkuat pengawasan dan pengambilan keputusan strategis, tetapi juga memastikan integrasi GRC berlangsung efektif, adaptif dan sinergis di seluruh lini organisasi.

baca juga

Langkah ini diambil sebagai respon terhadap dinamika regulasi dan tuntutan pasar yang semakin kompleks. Melalui KPR/KTKT, Pupuk Kaltim memiliki platform kolaboratif yang menghimpun berbagai perspektif, sehingga setiap keputusan GRC tidak hanya legal dan patuh, tetapi juga strategis dan berorientasi nilai jangka panjang.

“Pupuk Kaltim pun menerapkan Three Lines Model serta Model Manajemen Risiko Terintegrasi (MRT), yang secara efektif mampu menghilangkan fragmentasi kebijakan dan pelaksanaan GRC di seluruh entitas grup,” lanjut Soesilo.

Pupuk Kaltim juga mengembangkan inisiatif digital dalam mendukung sistem GRC yang transparan dan adaptif, dan telah menjadi tulang punggung pengelolaan risiko berbasis teknologi.

Sekaligus memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data yang memungkinkan pelaporan dini, evaluasi terukur dan integrasi lintas fungsi secara realtime.

"Ekosistem digital GRC kami bangun sebagai sistem saraf pusat yang menyatukan seluruh informasi penting, sehingga setiap fungsi dalam organisasi dapat bekerja secara terkoordinasi dan transparan,” kata Soesilo.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga melakukan evaluasi rutin terhadap seluruh sistem dan kebijakan GRC melalui pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Action), yang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali mutu, tetapi juga alat transformasi berkelanjutan yang memastikan perusahaan selalu berada selangkah di depan dalam mengendalikan risiko.

Hasil dari pendekatan ini dilihat dari peningkatan signifikan skor Corporate Governance Perception Index (CGPI) dengan predikat “Most Trusted”, dan Risk Maturity Index (RMI) tertinggi di Pupuk Indonesia Grup.

Termasuk mencapai 100 persen kepatuhan dalam pelaporan LHKPN, mempertahankan sertifikasi ISO 37001, ISO 22301, hingga berhasil meraih penghargaan IRCA 2024 atas keunggulan praktik tata kelola.

“Budaya GRC yang kuat tidak bisa dibentuk hanya dengan kebijakan di atas kertas. Harus ada proses pembelajaran, pemahaman dan pembiasaan di setiap level organisasi. Makanya Pupuk Kaltim mengadopsi pendekatan humanistik dan partisipatif, agar semua insan perusahaan merasa memiliki terhadap integritas dan kepatuhan,” papar Soesilo.

Tidak hanya terbatas pada ruang internal, komitmen terhadap GRC juga diperluas ke ranah publik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang dengan prinsip keberlanjutan.

Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan utama ASEAN Risk Awards adalah Konservasi Taman Laut dan Fasilitas Media Terumbu Karang (KILAU SAMUDERA), sebuah inisiatif konservasi laut yang dimulai sejak 2009 di kawasan perairan Bontang.

Melalui program ini, Pupuk Kaltim mengedukasi nelayan terkait pentingnya menjaga ekosistem laut, khususnya terumbu karang, serta memberikan pelatihan langsung memproduksi dan memelihara media terumbu. Program konservasi ini dilakukan melalui pendekatan teknologi dan keberlanjutan, melalui skema pemberdayaan untuk memberikan nilai tambah di masyarakat.

Bahkan untuk bahan baku media terumbu karang, Pupuk Kaltim memanfaatkan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses produksi perusahaan.

Hal ini melihat produksi FABA mencapai 35.000 ton per tahun, sehingga potensi pemborosan biaya mencapai Rp21 Miliar. Inisiatif ini membuka peluang besar untuk mengelola limbah secara produktif sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Inovasi itu telah memperoleh Sertifikat Paten dari Kementerian Hukum dan HAM, serta izin penggunaan dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Kalimantan Timur.

Praktik ini dinilai sebagai wujud nyata pendekatan manajemen risiko lingkungan yang bertanggung jawab, sekaligus bentuk efisiensi dan optimalisasi sumber daya perusahaan.

Mengingat tantangan terbesar dalam program publik adalah memastikan keberlanjutan jangka panjang, maka Pupuk Kaltim tidak hanya menjalankan program sekali jadi, tetapi menerapkan sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan setiap inisiatif benar-benar memberikan dampak yang konsisten dan terukur.

“Kami tidak ingin program sosial hanya berhenti di seremoni. Harus ada kesinambungan pembelajaran dan peningkatan nilai. Untuk itu Pupuk Kaltim memastikan semua inisiatif terintegrasi dalam sistem manajemen risiko perusahaan,” ungkap Soesilo.

Dari seluruh pencapaian tersebut, Pupuk Kaltim menyambut nominasi ASEAN GRC Award dan Public Initiatives Award 2025 dengan penuh optimisme. Tidak hanya sebagai ajang pengakuan, tetapi juga motivasi untuk terus memperkuat peran strategis GRC dan kontribusi publik dalam mencapai masa depan yang berkelanjutan.

"Kami akan terus meningkatkan upaya menjadikan GRC sebagai kekuatan penggerak perusahaan menuju masa depan yang lebih berintegritas, kompetitif dan berkelanjutan,” pungkas Soesilo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahanan Pangan jadi Andalan Prabowo, Program Makmur PKT Sentuh 73 Ribu Hektar Lahan

Ketahanan Pangan jadi Andalan Prabowo, Program Makmur PKT Sentuh 73 Ribu Hektar Lahan

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 09:28 WIB

Posko Arus Balik PKT di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Disambut Hangat Pemudik

Posko Arus Balik PKT di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Disambut Hangat Pemudik

Bisnis | Jum'at, 11 April 2025 | 09:16 WIB

Pupuk Kaltim Fasilitasi 366 Pemudik Asal Bontang dan Samarinda

Pupuk Kaltim Fasilitasi 366 Pemudik Asal Bontang dan Samarinda

Bisnis | Minggu, 30 Maret 2025 | 05:54 WIB

Terkini

Mantan Menteri Malaysia Didakwa Gelapkan Dana Haji Rp 3,7 Miliar

Mantan Menteri Malaysia Didakwa Gelapkan Dana Haji Rp 3,7 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:35 WIB

Resmi Menikah, Christian Wilfandio Tetap Fokus Bawa Timnas Mini Soccer Indonesia ke Piala Dunia 2027

Resmi Menikah, Christian Wilfandio Tetap Fokus Bawa Timnas Mini Soccer Indonesia ke Piala Dunia 2027

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:35 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya Jadi Menkeu hingga Periode 2029

Suahasil Gantikan Purbaya Jadi Menkeu hingga Periode 2029

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:34 WIB

Dompet Aman, Perut Kenyang! Bayar Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu

Dompet Aman, Perut Kenyang! Bayar Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu

Bri | Senin, 14 September 2026 | 17:33 WIB

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 17:31 WIB

BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September

BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 17:31 WIB

Pernyataan Resmi Suahasil Nazara Usai Dilantik Jadi Menkeu Baru

Pernyataan Resmi Suahasil Nazara Usai Dilantik Jadi Menkeu Baru

Video | Senin, 14 September 2026 | 17:30 WIB

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

News | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

News | Senin, 14 September 2026 | 17:26 WIB

×