Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Iran-Israel Gencatan Senjata, IHSG Langsung Melesat di Selasa Pagi Menuju Level 6.900

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Juni 2025 | 09:16 WIB
Iran-Israel Gencatan Senjata, IHSG Langsung Melesat di Selasa Pagi Menuju Level 6.900
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), melesat pada pembukaan perdagangan, Selasa, 26 Juni 2025, setelah Iran-Israel sepakat untuk gencatan senjata. IHSG dibuka menguat ke level 6.863l4

Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.03 WIB, IHSG masih mantap menghijau ke level 6.901 atau naik 114,13 poin, secara presentase naik 1,68 persen.

Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 1,76 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1 triliun, serta frekuensi sebanyak 73,07 juta kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 295 saham bergerak naik, sedangkan 107saham mengalami penurunan, dan 144 saham tidak mengalami pergerakan.

Ilustrasi saham (shutterstock)
Ilustrasi saham (shutterstock)

Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, JATI, BBYB, KRAS, SSIA, UNVR, BKSL, MAPA, TOBA, PTPP, BMRI, BBTN, TPIA.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, RUIS, PBSA FUTR, SICO, ENRG, SSTM, SMDR, ASPI, ESSA, MEDC, ARCI, LEAD, SOCI.

Sebelumnya, Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan, secara teknikal, indikator Stochastic RSI sudah berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross. Namun demikian, indikator MACD masih menunjukkan negatif slope yang melebar, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

baca juga

Di sisi lain, penguatan indeks di bursa Wall Street dan penurunan harga minyak mentah memberikan peluang terjadinya technical rebound dalam waktu dekat.

“IHSG diperkirakan akan mengalami technical rebound di kisaran 6.800–6.850, dengan level pivot di 6.850. Level resistance berada di 7.000, sementara support kuat ada di area 6.700,” ujar Ratna Lim dalam riset hariannya, Selasa (24/6/2025).

Sentimen eksternal membaik setelah Iran melakukan serangan balasan terbatas ke pangkalan militer AS di Qatar atas serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran. Namun, serangan tersebut berhasil dicegat oleh pertahanan Qatar dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Situasi ini meredakan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik yang lebih luas, terutama potensi Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Langkah diplomatik dari Tiongkok dan Rusia yang mendorong resolusi damai di Dewan Keamanan PBB juga turut menenangkan pasar. AS bahkan meminta Tiongkok untuk mengambil peran aktif mencegah Iran menutup Selat Hormuz, mengingat Tiongkok merupakan pelanggan utama minyak Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa telah dicapai kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel, yang semakin memperkuat harapan akan stabilitas regional dalam waktu dekat.

Sentimen positif juga datang dari pasar Amerika Serikat. Ketiga indeks utama Wall Street ditutup menguat pada Senin (23/6), terdorong oleh turunnya harga minyak mentah dan ekspektasi redanya ketegangan geopolitik. Harga minyak WTI anjlok sekitar 7 persen menjadi USD 68 per barel, setelah sebelumnya sempat melonjak ke USD 78 per barel pada akhir pekan akibat kekhawatiran konflik AS-Iran.

Presiden Trump juga mengeluarkan pernyataan bahwa “setiap orang harus menjaga harga minyak tetap rendah,” yang memperkuat tekanan pada harga komoditas tersebut. Penurunan harga minyak dinilai positif oleh pelaku pasar karena dapat mengurangi tekanan inflasi global, termasuk di AS.

Merespons turunnya harga minyak, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun sebesar 3,9 basis poin ke level 4,336 persen, sementara harga emas menguat tipis 0,5 persen menjadi USD 3.384 per troy ounce, mencerminkan pergeseran minat investor ke aset safe haven.

Di kawasan Asia, indeks ditutup beragam karena investor masih mencermati perkembangan geopolitik dan belum jelasnya langkah lanjutan dari Iran. Indeks di Jepang, Korea Selatan, dan Australia bergerak fluktuatif seiring meredanya kekhawatiran akan penutupan Selat Hormuz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berpeluang Bangkit dari Keterpurukan Hari Ini

IHSG Berpeluang Bangkit dari Keterpurukan Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 08:17 WIB

Niat Baik Danantara Terganjal Aturan Bursa Efek Indonesia

Niat Baik Danantara Terganjal Aturan Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 19:35 WIB

IHSG Nyaman di Zona Merah pada Perdagangan Hari Ini, 533 Saham Kebakaran

IHSG Nyaman di Zona Merah pada Perdagangan Hari Ini, 533 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 16:42 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

×