Bukan Kanan Atau Kiri, Ini Jalan Ekonomi yang Diambil Prabowo

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 28 Juni 2025 | 13:52 WIB
Bukan Kanan Atau Kiri, Ini Jalan Ekonomi yang Diambil Prabowo
Tenaga Ahli Utama Bidang Ekonomi Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, Fithra Faisal Hastiadi dalam acara diskusi bertajuk "Stimulus Ekonomi Bisa Dongkrak Rakyat?" di Menteng, Jakarta, Sabtu (28/6/2025). Foto-Fadil Suara.com

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto disebut memiliki pendekatan ekonomi yang unik untuk membawa masyarakat Indonesia menuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Prabowo diklaim mengusung "jalan ekonomi tengah". Konsep ini menggabungkan prinsip kesejahteraan sosialisme dengan kemakmuran liberalisme, membentuk apa yang disebut sebagai Ekonomi Pancasila.

Hal ini disampaikan langsung oleh Tenaga Ahli Utama Bidang Ekonomi Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, Fithra Faisal Hastiadi dalam acara diskusi bertajuk "Stimulus Ekonomi Bisa Dongkrak Rakyat?" di Menteng, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

"Jalan ekonomi yang kita ambil adalah jalan ekonomi tengah, kita mengambil kesejahteraan dari sosialisme kita mengambil prinsip kemakmuran dari liberal, dijadikan satu ekonomi Pancasila," ujar Fithra Faisal.

Menurut Fithra konsep "jalan ekonomi tengah" ini menarik perhatian karena berupaya menjembatani dua ideologi ekonomi yang seringkali dianggap berlawanan. Dari sosialisme, pemerintah akan mengambil fokus pada kesejahteraan rakyat, pemerataan pendapatan, dan jaring pengaman sosial yang kuat.

Ini berarti program-program yang berpihak pada rakyat kecil, akses pendidikan dan kesehatan yang merata, serta perlindungan bagi kelompok rentan akan menjadi prioritas.

Di sisi lain, dari liberalisme, akan diambil prinsip-prinsip kemakmuran, efisiensi pasar, inovasi, dan dorongan bagi sektor swasta untuk berkembang. Hal ini menyiratkan bahwa pemerintah akan tetap menciptakan iklim investasi yang kondusif, mendorong daya saing, dan menghargai inisiatif individu serta korporasi dalam menciptakan kekayaan dan lapangan kerja.

Fithra Faisal menegaskan bahwa perpaduan ini akan diwujudkan dalam bingkai Ekonomi Pancasila. Ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi filosofis yang diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.

Ekonomi Pancasila bertujuan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi mampu mengangkat taraf hidup seluruh lapisan masyarakat.

baca juga

Konsep ini kata dia menunjukkan ambisi pemerintahan Prabowo untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat, di mana pasar bergerak secara efisien namun tetap dikendalikan oleh nilai-nilai keadilan sosial.

Hal ini kata Fithra dibuktikan dengan porsi APBN yang ditujukan dengan program-program pro yang rakyat. "Sekarang ini APBN Indonesia sebagian besar dianggarkan untuk masyarakat," kata dia.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto terus mendorong efisiensi anggaran guna memastikan setiap rupiah dalam APBN benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat. Dengan kebijakan efisiensi sebesar Rp306 triliun, pemerintah mengoptimalkan pengelolaan keuangan negara untuk mendukung pembangunan sekolah, infrastruktur, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBN harus digunakan secara optimal agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Setiap rupiah dalam APBN harus memberikan manfaat ke masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Sebagai bagian dari kebijakan fiskal yang lebih efisien, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan rekonstruksi anggaran agar semakin efektif dalam menopang pembangunan nasional.

Dalam Kongres Muslimat NU, Prabowo menyampaikan rencana pembangunan 300 ribu sekolah, yang dikaitkan dengan strategi efisiensi anggaran guna mempercepat pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Selain mendukung sektor pendidikan, kebijakan efisiensi anggaran ini juga berkontribusi dalam stabilitas ekonomi nasional, termasuk pengendalian inflasi dan pengelolaan fiskal yang lebih baik. Dengan memastikan belanja negara lebih tepat sasaran, pemerintah dapat menekan defisit fiskal, meningkatkan efektivitas anggaran, serta memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Strategi ini juga memungkinkan pemerintah untuk terus melaksanakan program prioritas tanpa meningkatkan beban utang negara. Kebijakan ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat secara ekonomi.

Langkah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah merupakan wujud nyata keberpihakan kepada rakyat. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih efektif, setiap rupiah dalam APBN dapat memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, maupun penguatan ekonomi rakyat. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus memastikan APBN dikelola secara transparan, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Efisiensi anggaran bukan hanya strategi fiskal, tetapi juga fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mendadak Dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang, Ada Apa?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mendadak Dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang, Ada Apa?

News | Sabtu, 28 Juni 2025 | 13:49 WIB

KPA Tegaskan Warga Penolak KEK Mandalika Bukan Anti-Pembangunan, Presiden Diminta Lakukan Ini

KPA Tegaskan Warga Penolak KEK Mandalika Bukan Anti-Pembangunan, Presiden Diminta Lakukan Ini

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 22:52 WIB

Evakuasi Juliana Rinjani Dikecam Netizen Brasil: Lambat dan Tidak Profesional?

Evakuasi Juliana Rinjani Dikecam Netizen Brasil: Lambat dan Tidak Profesional?

Video | Sabtu, 28 Juni 2025 | 07:05 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:55 WIB

Review 'Python Island': Ambisi Manusia, Kutukan Dewi Ular, dan CGI Kasar yang Bikin Tepok Jidat

Review 'Python Island': Ambisi Manusia, Kutukan Dewi Ular, dan CGI Kasar yang Bikin Tepok Jidat

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:54 WIB

DPR Minta Pendidikan Gratis Prabowo Juga Berlaku untuk Sekolah Swasta

DPR Minta Pendidikan Gratis Prabowo Juga Berlaku untuk Sekolah Swasta

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:51 WIB

Diduga Microsleep hingga Bus Terbalik Tewaskan 3 Penumpang di Mesuji, Sopir Malah Kabur

Diduga Microsleep hingga Bus Terbalik Tewaskan 3 Penumpang di Mesuji, Sopir Malah Kabur

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 11:49 WIB

Nekat! Pelajar SMP di Magelang Rampok dan Aniaya Guru Sendiri Pakai Linggis

Nekat! Pelajar SMP di Magelang Rampok dan Aniaya Guru Sendiri Pakai Linggis

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 11:45 WIB

Honor Magic9 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera ARRI dan Snapdragon Generasi Baru

Honor Magic9 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera ARRI dan Snapdragon Generasi Baru

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:45 WIB

Review Heart of the Beast: Trauma Disorot tapi Nggak Sedalam Petualangannya

Review Heart of the Beast: Trauma Disorot tapi Nggak Sedalam Petualangannya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:45 WIB

Jaringan Rel Kereta Api Aktif di Sumut Mencapai  476,46 Km

Jaringan Rel Kereta Api Aktif di Sumut Mencapai 476,46 Km

Sumut | Selasa, 29 September 2026 | 11:44 WIB

Saksi Ungkap Permintaan Rp500 Juta dalam Kasus Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Saksi Ungkap Permintaan Rp500 Juta dalam Kasus Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:43 WIB

Tan Cheng Hoe Puji Ketangguhan Timnas Indonesia: Hampir Kami Kalahkan

Tan Cheng Hoe Puji Ketangguhan Timnas Indonesia: Hampir Kami Kalahkan

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 11:42 WIB

×