Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 29 September 2026 | 11:55 WIB
Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global
Konflik Timur Tengah yang mempengaruhi kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. [Suara.com/AI]
baca 10 detik
  • Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Erwin Gunawan Hutapea menyampaikan rupiah melemah ke Rp18.012 per dolar AS pada Selasa, 29 September 2026.
  • Pelemahan nilai tukar dipicu oleh inflasi global, kenaikan harga minyak, dan peningkatan imbal hasil surat utang Amerika Serikat.
  • Bank Indonesia memastikan stabilitas rupiah terjaga melalui intervensi pasar konsisten serta dukungan posisi cadangan devisa yang aman.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan pergerakan rupiah akan stabil. Hal ini dikarenakan mata uang Garuda saat ini kembali tembus level Rp18.012 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh kondisi global. Termasuk kenaikan harga minyak dunia di Timur Tengah.

“Pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal, sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas 108 dolar AS per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz,” kata Erwin dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat lebih lanjut.

TermSuk, imbal hasil atau yield surat utang pemerintah AS (US Treasury/UST) tenor 10 tahun kembali meningkat ke level 5,23 persen, yang merupakan level tertinggi sejak 2007.

Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III.

Rupiah terus berputar, tapi tabungan diam-diam menipis. (Gambar oleh pixabay.com/iqbalstock)
Ilustrasi rupiah melemah. (Gambar oleh pixabay.com/iqbalstock)

Arus keluar dana dari portofolio aset negara-negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil obligasi turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar.

Bank Indonesia memastikan akan terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik sekaligus mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

Selain itu, BI menekankan, posisi cadangan devisa Indonesia masih aman dengan meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026.

baca juga

“Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya,” ujarnya.

Efektivitas stabilisasi nilai tukar juga diperkuat melalui upaya menjaga kecukupan likuiditas. Salah satunya dengan meningkatkan insentif untuk instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) lindung nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri.

BI juga akan melanjutkan intervensi secara konsisten dan berkesinambungan melalui berbagai instrumen.

“Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” bebernya.

Selain intervensi di pasar keuangan, BI terus melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan korporasi serta pelaku pasar.

Meski menghadapi tekanan, BI menilai pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan. Erwin menyebut pelemahan rupiah secara quarter-to-date (qtd) atau sejak awal kuartal hingga saat ini tercatat sebesar 0,67 persen.

Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]
Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]

“Secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,67 persen,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duet Destry-Suahasil Belum Ampuh, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000

Duet Destry-Suahasil Belum Ampuh, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 13:05 WIB

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:37 WIB

Saham Keluarga Taipan Hary Tanoe Kompak Ambruk

Saham Keluarga Taipan Hary Tanoe Kompak Ambruk

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:11 WIB

Rupiah Tertekan Ekspektasi Kebijakan AS, BI Perkuat Intervensi di Pasar

Rupiah Tertekan Ekspektasi Kebijakan AS, BI Perkuat Intervensi di Pasar

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:50 WIB

Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tembus Rp17.900, Dolar AS Menggila Pagi Ini

Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tembus Rp17.900, Dolar AS Menggila Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 10:54 WIB

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:55 WIB

Review 'Python Island': Ambisi Manusia, Kutukan Dewi Ular, dan CGI Kasar yang Bikin Tepok Jidat

Review 'Python Island': Ambisi Manusia, Kutukan Dewi Ular, dan CGI Kasar yang Bikin Tepok Jidat

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:54 WIB

DPR Minta Pendidikan Gratis Prabowo Juga Berlaku untuk Sekolah Swasta

DPR Minta Pendidikan Gratis Prabowo Juga Berlaku untuk Sekolah Swasta

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:51 WIB

Diduga Microsleep hingga Bus Terbalik Tewaskan 3 Penumpang di Mesuji, Sopir Malah Kabur

Diduga Microsleep hingga Bus Terbalik Tewaskan 3 Penumpang di Mesuji, Sopir Malah Kabur

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 11:49 WIB

Nekat! Pelajar SMP di Magelang Rampok dan Aniaya Guru Sendiri Pakai Linggis

Nekat! Pelajar SMP di Magelang Rampok dan Aniaya Guru Sendiri Pakai Linggis

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 11:45 WIB

Honor Magic9 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera ARRI dan Snapdragon Generasi Baru

Honor Magic9 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera ARRI dan Snapdragon Generasi Baru

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:45 WIB

Review Heart of the Beast: Trauma Disorot tapi Nggak Sedalam Petualangannya

Review Heart of the Beast: Trauma Disorot tapi Nggak Sedalam Petualangannya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:45 WIB

Jaringan Rel Kereta Api Aktif di Sumut Mencapai  476,46 Km

Jaringan Rel Kereta Api Aktif di Sumut Mencapai 476,46 Km

Sumut | Selasa, 29 September 2026 | 11:44 WIB

Saksi Ungkap Permintaan Rp500 Juta dalam Kasus Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Saksi Ungkap Permintaan Rp500 Juta dalam Kasus Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:43 WIB

Tan Cheng Hoe Puji Ketangguhan Timnas Indonesia: Hampir Kami Kalahkan

Tan Cheng Hoe Puji Ketangguhan Timnas Indonesia: Hampir Kami Kalahkan

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 11:42 WIB

×