Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

COIN-CDIA Jadi Pendorong, IHSG Menguat Drastis Hari Ini

Achmad Fauzi

Senin, 21 Juli 2025 | 17:07 WIB
COIN-CDIA Jadi Pendorong, IHSG Menguat Drastis Hari Ini
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat drastis pada perdagangan Senin, 21 Juli 2025. IHSG dari awal perdagangan terus berada di zona hijau

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG terdorong naik ke level 7.398 atau naik 86,28 poin, secara presentase naik 1,18 persen.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 30,76 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,2 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,94 juta kali.

Dalam perdagangan di hari ini, sebanyak 340 saham bergerak naik, sedangkan 305 saham mengalami penurunan, dan 311 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, ANTM, CBDK, CDIA, COIN, DCII, DUTI, EDGE, INCO, KONI, LINK, MAPB, MLBI.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, AADI, ADMF, ARGO, BALI, BLOG, BREN, CMRY, CSMI, DSSA, JSMR, MERI, MLPT, NICK, PACK, PSAT, PTRO.

Perdagangan saham di kawasan Asia pada Senin (21/7) ditutup dengan kecenderungan bervariasi. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tercatat hanya melemah tipis sebesar 0,1 persen, sementara bursa saham Jepang sendiri tutup karena memperingati hari libur nasional Marine Day.

Di tengah minimnya katalis dari Jepang, pelaku pasar di kawasan tetap mencermati perkembangan terbaru dalam ketegangan dagang global. Tekanan pasar datang setelah Gedung Putih kembali menegaskan komitmennya terhadap tarif perdagangan. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, dalam pernyataannya pada Minggu (20/7), menyatakan bahwa 1 Agustus menjadi batas waktu tegas bagi negara-negara mitra dagang Amerika Serikat untuk mulai membayar tarif. Meski demikian, ia juga membuka peluang bagi mitra dagang untuk tetap melanjutkan negosiasi setelah batas waktu tersebut.

Harapan terhadap kemajuan dalam perundingan dagang sempat menguat, terutama karena Lutnick menyebutkan kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Uni Eropa. Di saat yang sama, muncul kabar bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping semakin mendekati rencana pertemuan bilateral, meskipun diperkirakan baru bisa terlaksana paling cepat pada bulan Oktober.

Menariknya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen justru akan lebih dahulu bertemu dengan Xi Jinping pada Kamis pekan ini, mendahului pertemuan Trump-Xi yang dinantikan pasar.

Dari Jepang, kabar politik turut menambah tekanan. Koalisi penguasa yang dipimpin Perdana Menteri Shigeru Ishiba dikabarkan kehilangan kendali atas majelis tinggi dan majelis rendah dalam pemilu yang berlangsung hari Minggu kemarin. Ini menjadi kekalahan terbesar sejak 1955 dan memperlemah posisi Ishiba di tengah ketidakpastian ekonomi serta menjelang penerapan tarif dagang baru oleh AS. Jepang kini menghadapi ancaman tarif impor sebesar 25 persen atas ekspornya ke AS setelah perundingan dengan Pemerintahan Trump berjalan buntu.

Meski berada di ujung tanduk, PM Ishiba menyatakan tidak akan mengundurkan diri. Namun, para analis memperkirakan pemerintahan yang lemah akan cenderung meningkatkan belanja fiskal untuk menjaga stabilitas, yang berpotensi memperbesar beban utang Jepang ke depan.

Sementara itu dari Tiongkok, bank sentral People’s Bank of China (PBOC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga Loan Prime Rate (LPR). Keputusan ini mencerminkan keyakinan otoritas moneter bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok masih berada dalam jalur yang solid.

Secara keseluruhan, dinamika global yang sarat ketidakpastian serta kondisi geopolitik yang terus berkembang menjadi fokus utama pelaku pasar di Asia, termasuk di Indonesia. Investor masih menanti kejelasan arah kebijakan dagang serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi regional dan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susul CDIA dan COIN, Ini 5 Perusahaan yang Akan IPO dalam Waktu Dekat

Susul CDIA dan COIN, Ini 5 Perusahaan yang Akan IPO dalam Waktu Dekat

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 13:15 WIB

Saham CDIA dan COIN Tidak Kena Suspend, Apa Alasannya?

Saham CDIA dan COIN Tidak Kena Suspend, Apa Alasannya?

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 12:03 WIB

Cara Beli Saham Online: Panduan 5 Langkah Mudah untuk Pemula

Cara Beli Saham Online: Panduan 5 Langkah Mudah untuk Pemula

Bisnis | Sabtu, 19 Juli 2025 | 18:04 WIB

Terkini

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:53 WIB

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:45 WIB

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini, Pertamax Hampir Sentuh Rp17.000

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini, Pertamax Hampir Sentuh Rp17.000

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:30 WIB

OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services, Apa Kasusnya?

OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services, Apa Kasusnya?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:22 WIB

Digital Edge Kucurkan Investasi Rp73 Triliun, Bangun Kampus Data Center AI Terbesar

Digital Edge Kucurkan Investasi Rp73 Triliun, Bangun Kampus Data Center AI Terbesar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:14 WIB

Jakpro Buka Tender Sponsor Raksasa untuk Naming Rights JIS 5 Tahun

Jakpro Buka Tender Sponsor Raksasa untuk Naming Rights JIS 5 Tahun

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:02 WIB

Diam-diam Pertamina Kerek Harga Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Diam-diam Pertamina Kerek Harga Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 06:45 WIB

Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter

Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 05:39 WIB

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:56 WIB

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:57 WIB