Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Kelas Menengah Kritis, Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Hantui Ekonomi RI

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 29 Juli 2025 | 13:02 WIB
Kelas Menengah Kritis, Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Hantui Ekonomi RI
Pengunjung melihat-lihat di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta, Kamis (28/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Fenomena "Rombongan Jarang Beli" (Rojali) dan "Rombongan Hanya Nanya" (Rohana) yang belakangan viral, kini bukan sekadar guyonan.

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, melihat gejala ini sebagai sinyal serius dari tekanan ekonomi yang dialami masyarakat kelas menengah.

Ia menilai, penurunan pendapatan menjadi pemicu utama mengapa banyak orang datang ke pusat perbelanjaan hanya untuk sekadar berjalan-jalan tanpa melakukan transaksi.

"Ini berkaitan dengan daya beli. Pendapatan rata-rata masyarakat turun, akhirnya mereka ke mal hanya untuk refreshing, namun minim berbelanja," ujar Eko di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Gejala serupa, menurut Eko, tak hanya terjadi di pusat perbelanjaan fisik, tetapi juga merambah ke platform belanja daring.

Banyak calon konsumen yang aktif melihat-lihat produk di e-commerce, namun tidak langsung menyelesaikan transaksi. Mereka cenderung menunggu momen diskon atau promo khusus.

"Belanja online juga menghadapi masalah yang sama. Mereka hanya lihat-lihat produk, tapi tidak segera check out. Mereka cenderung menunggu diskon," ucap Eko, menggambarkan perilaku konsumen yang semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Melihat tren yang mengkhawatirkan ini, Eko mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret.

Ia menyarankan agar pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi yang ditujukan khusus untuk kelompok kelas menengah agar daya beli bisa kembali tumbuh.

"Pemerintah perlu membuat stimulus ekonomi untuk kelas menengah karena 'Rojali' dan 'Rohana' umumnya masuk kategori kelas menengah," lanjut Eko.

Eko meyakini, intervensi pemerintah dapat memberikan dampak signifikan dalam memitigasi gejala tersebut.

Berbagai insentif, menurutnya, dapat menggairahkan kembali aktivitas transaksi di pusat perbelanjaan.

"Diskon listrik, menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) bisa jadi opsi agar mereka kembali belanja lebih banyak," kata Eko, memberikan contoh konkret stimulus yang bisa dipertimbangkan pemerintah.

Diskon listrik akan mengurangi beban rutin, sementara kenaikan PTKP akan meningkatkan pendapatan bersih yang bisa dibelanjakan.

Selain dukungan dari sisi pemerintah, Eko juga menekankan pentingnya adaptasi dari pelaku usaha ritel, khususnya yang berada di pusat perbelanjaan.

Dalam kondisi daya beli yang lemah, pelaku usaha perlu menyusun ulang strategi produk dan harga agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.

"Di sisi lain, pengusaha di mal juga harus menyesuaikan produk dengan kondisi daya beli saat ini," ujar Eko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Indef Kenang Kwik Kian Gie: Sosok Kritis yang Minta RI Tak Bergantung Utang Asing

Ekonom Indef Kenang Kwik Kian Gie: Sosok Kritis yang Minta RI Tak Bergantung Utang Asing

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 11:52 WIB

Arti Kata "Rohana" dan "Rojali" yang Viral di Medsos, Ternyata Ada Fenomena Meresahkan di Baliknya

Arti Kata "Rohana" dan "Rojali" yang Viral di Medsos, Ternyata Ada Fenomena Meresahkan di Baliknya

Lifestyle | Senin, 28 Juli 2025 | 20:47 WIB

Viral Fenomena Rojali dan Rohana Cuma 'Cuci Mata' di Mal, Apa Kata Para Penjual?

Viral Fenomena Rojali dan Rohana Cuma 'Cuci Mata' di Mal, Apa Kata Para Penjual?

Lifestyle | Senin, 28 Juli 2025 | 16:04 WIB

Terkini

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:48 WIB

IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN

IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:30 WIB

Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 12:58 WIB

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:59 WIB

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:47 WIB

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:18 WIB

PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen

PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:02 WIB

BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 10:28 WIB

Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726

Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:56 WIB

Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!

Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:38 WIB