PTPN I Andalkan Karet Alam Berbasis ESG untuk Rebut Pasar Global

Iwan Supriyatna

Selasa, 29 Juli 2025 | 14:18 WIB
PTPN I Andalkan Karet Alam Berbasis ESG untuk Rebut Pasar Global
Di tengah fluktuasi harga karet dunia, peluang bisnis komoditi karet milik PTPN I masih sangat prospektif.

Suara.com - Di tengah fluktuasi harga karet dunia, peluang bisnis komoditi karet milik PTPN I masih sangat prospektif. Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas di Jakarta.

Ia mengatakan, pihaknya akan mempertahankan dan melakukan perbaikan pada sektor bisnis karet sebagai tanaman utama. Sebab komoditi ini, menjadi bahan baku pada industri tertentu, dimana belum tergantikan oleh karet sintetis dan lainnya.

Transformasi bisnis PTPN Group memplot PTPN I sebagai Subholding yang berfokus pada komoditas karet dan beberapa komoditas lainnya, serta beberapa bisnis non komoditas.

Sebanyak delapan PTPN yang sebelumnya merupakan entitas anak usaha digabung. Sejak saat itu, seluruh perhatian fokus kepada perbaikan struktur, infrastruktur, sistem manajemen, dan akselerasi kinerja.

"Saat ini kami mengelola tanaman karet seluas lebih dari 64 ribu hektare yang tersebar di Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi. Komoditi ini masih menjadi core business kami selain teh, kopi, kakao, tembakau, dan lainnya. Memang dalam bisnis karet dihadapkan dengan beberapa kendala teknis agronomi ditambah dengan fluktuasi harga karet dunia. Seiring transformasi PTPN I menjadi Subholding PTPN Group, kami kontinu melakukan perbaikan kinerja pada semua sektor usaha, termasuk komoditi karet. Alhasil, kinerja kami menjelang 2 tahun terakhir ini cukup progresif," kata Teddy, Selasa (29/7/2025).

Kendala teknis agronomi tanaman karet secara akselerasi diperbaiki secara konsisten, yang meliputi sistem manajemen sadap, ketuntasan sadap, kecukupan tenaga kerja, hingga pengawalan produksi dari hulu sampai hilir diperkatat menghasilkan kinerja yang progresif.

Disamping itu, Teddy mengakui peningkatan kinerja bisnis karet PTPN I didukung oleh beberapa faktor, seperti harga karet dunia yang mengalami kenaikan dan masih terus bertahan hingga saat ini. Juga, faktor iklim kemarau yang cenderung basah sangat cocok bagi agronomis penggalian produksi karet.

"Kami perbaiki secara komprehensif dan simultan di semua lini. Hasilnya sangat positif. Pada kinerja 2024 sudah menunjukkan tren naik dan terus menanjak pada 2025 ini," tambah Teddy.

Tentang masa depan bisnis karet, Teddy juga memastikan produk karet olahan yang PTPN I sangat diminati pasar. Hingga kini, kata dia, industri otomotif dan beberapa produk consumers good masih mengandalkan karet alam sebagai bahan baku. Karet alam sebagaimana diproduksi PTPN I memiliki kualitas yang lebih baik dibanding karet sintetis.

baca juga

"Alhamdulillah produk olahan karet PTPN I selalu terserap oleh pasar, baik lokal maupun ekpor. Sebab, memang soal kualitas produk, kami tidak main-main. Zero tolerance terhadap berbagai penyebab terjadinya penurunan kualitas. Produk-produk premium, seperti ban dan komponen otomotif lainnya masih setia dengan karet alam produksi kami," tegas Teddy.

Produk olahan karet PTPN I terus mendapat kepercayaan dari pasar. Jika selama ini pasar terbesar yang menyerap adalah China dam India. Teddy mengatakan tahun 2025 ini, permintaan berkembang hingga Eropa dan Amerika Serikat. Selain soal kualitas yang prima, produk karet olahan PTPN I juga ramah lingkungan.

"Lembaga-lembaga di Eropa sudah memiliki standar EDR (environmental data retrieval) yang intinya memastikan lahan karet bukan berasal dari penggundulan hutan dan sejenisnya. Ini merupakan tantangan, tetapi juga peluang bagi kita untuk terus meningkatkan praktik berkelanjutan," tutup Teddy.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo, bahwa komitmen PTPN I dalam menjalankan setiap sektor bisnisnya selalu mengedepankan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), termasuk komoditi karet. Sehingga, produk olahan karet mampu mengekspansi pasar Asia, Eropa dan Amerika.

“Produk olahan karet PTPN I yang telah menembus pasar Asia, Eropa hingga Amerika adalah bukti komitmen dan jerih payah Manajemen PTPN I dalam memperbaikan serta meningkatkan kinerja, dimana berlandaskan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) jelas Aris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PTPN I Proyeksi Tanam 50 Ribu Hektare Tanaman Kelapa

PTPN I Proyeksi Tanam 50 Ribu Hektare Tanaman Kelapa

Bisnis | Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:01 WIB

PTPN I Tunjukkan Strategi SDM sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

PTPN I Tunjukkan Strategi SDM sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Minggu, 13 Juli 2025 | 11:30 WIB

Sejarah Baru Tercipta di Aceh, Berdiri Pabrik Karet Remah Pertama di Tanah Rencong

Sejarah Baru Tercipta di Aceh, Berdiri Pabrik Karet Remah Pertama di Tanah Rencong

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 17:34 WIB

Terkini

5 Cara Membuka Panci Presto agar Tidak Meledak, Begini Langkahnya

5 Cara Membuka Panci Presto agar Tidak Meledak, Begini Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:44 WIB

Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober

Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 09:43 WIB

Lakoni Partai Hidup Mati Lawan Bangladesh, Erick Thohir Minta Pemain Timnas Indonesia Mati-matian

Lakoni Partai Hidup Mati Lawan Bangladesh, Erick Thohir Minta Pemain Timnas Indonesia Mati-matian

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:41 WIB

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 09:40 WIB

Thailand Hantam Vietnam 2-0, Anthony Hudson Bongkar Beban Berat Gajah Perang

Thailand Hantam Vietnam 2-0, Anthony Hudson Bongkar Beban Berat Gajah Perang

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:37 WIB

Tidur Nyaman Makin Personal, Pilihan Kasur Pun Tak Lagi Seragam

Tidur Nyaman Makin Personal, Pilihan Kasur Pun Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:31 WIB

Kecewa John Herdman, Suporter Teriak Shin Tae-yong, Erick Thohir Buka Suara: Saya Rasa ya Kembali

Kecewa John Herdman, Suporter Teriak Shin Tae-yong, Erick Thohir Buka Suara: Saya Rasa ya Kembali

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:30 WIB

4 Low pH Cleanser Pentavitin, Bersihkan Kotoran Kulit Kering dan Sensitif

4 Low pH Cleanser Pentavitin, Bersihkan Kotoran Kulit Kering dan Sensitif

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 09:30 WIB

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 09:20 WIB

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:19 WIB

×