Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Melemahnya Daya Beli Kelas Menengah Atas Jadi Sorotan Perbanas

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 31 Juli 2025 | 17:43 WIB
Melemahnya Daya Beli Kelas Menengah Atas Jadi Sorotan Perbanas
Ilustrasi daya beli. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan daya beli domestik, Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) mendorong penguatan strategi perbankan untuk mendukung ketahanan dan transformasi ekonomi nasional.

Salah satunya, menekankan pentingnya respons adaptif terhadap tekanan eksternal, pelemahan daya beli, dan perlunya kebijakan berbasis data untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua Umum PERBANAS Hery Gunardi mengatakan bahwa perekonomian Indonesia masih dihadapi oleh
tekanan ganda, baik dari kondisi global yang tidak menentu dan juga penurunan konsumsi masyarakat.

"Konflik geopolitik, perlambatan ekonomi Tiongkok, serta perang dagang yang diterapkan oleh Amerika Serikat telah menimbulkan risiko eksternal yang memengaruhi stabilitas pasar, arus investasi serta perdagangan internasional, dan kinerja perekonomian global," katanya di hotel Le Meredian, Kamis (31/7/2025).

Dia mengungkapkan aktivitas domestik belum sepenuhnya pulih akibat konsumsi yang melemah dan penurunan kepercayaan terhadap prospek ekonomi pasca pemilu. Kajian ini juga menyoroti penurunan daya beli masyarakat, terutama di kalangan Kelas Menengah Atas (Top 30%), yang berdampak pada melambatnya aktivitas ekonomi di lintas sektor dan wilayah.

"Penurunan performa ekonomi ini turut memengaruhi penurunan permintaan kredit dan perlambatan pertumbuhan simpanan, di tengah naiknya biaya dana dan prospek ekspansi kredit yang semakin menantang," katanya.

Namun, Indonesia masih menunjukkan ketahanan ekonomi yang relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain.

Dalam menghadapi situasi tersebut, para bank anggota PERBANAS telah menyiapkan berbagai strategi yang responsif dan adaptif terhadap dinamika ekonomi, mengelola likuiditas dengan cermat, serta terus memperkuat peran perbankan sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

"Di tengah dinamika global dan nasional yang kompleks, perbankan Indonesia harus memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta menyukseskan berbagai program prioritas Pemerintah," katanya.

"Fokus kita harus pada mendorong sektor produktif dan padat karya agar dapat mendukung transformasi ekonomi, sambil menjaga stabilitas sistem keuangan dan likuiditas yang sehat,” tambahnya.

Selain itu, Perbanas memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berkisar antara 4,8% ± 0,1% (yoy), dengan inflasi yang tetap rendah pada level 1,9% ± 0,5% (yoy), dan nilai tukar rupiah diprediksi stabil di kisaran Rp16.300–Rp16.700 per dolar AS.

Kondisi ini membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter, meski tantangan likuiditas masih membayangi, mengingat proyeksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang relatif rendah, hanya sekitar 4,38% ± 1% (yoy), sedangkan pertumbuhan kredit sebesar 8,7% ± 1% (yoy).

Berdasarkan data kuartal I dan II-2025, Ketua Umum PERBANAS ini menilai bahwa penurunan suku bunga global dan inflasi yang sangat rendah sejatinya membuka ruang untuk ekspansi usaha. Namun, secara bersamaan hal itu dapat memengaruhi efisiensi penghimpunan dana masyarakat.

“Tren inflasi rendah dan suku bunga yang melandai membuka peluang sekaligus tantangan bagi perbankan. Kita mesti memanfaatkan momentum ini mendorong pertumbuhan, namun kita harus tetap waspada terhadap perlambatan yang sedang terjadi dan memastikan strategi kredit kita adaptif terhadap perubahan ekonomi,” jelas Hery.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Rojali & Rohana Bikin Heboh Ritel, Bos Unilever Santai

Fenomena Rojali & Rohana Bikin Heboh Ritel, Bos Unilever Santai

Bisnis | Kamis, 31 Juli 2025 | 13:54 WIB

Rojali dan Rohana Ada di GIIAS 2025, Bukti Daya Beli Lagi Berat Tapi Mimpi Orang RI Bagus!

Rojali dan Rohana Ada di GIIAS 2025, Bukti Daya Beli Lagi Berat Tapi Mimpi Orang RI Bagus!

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 18:17 WIB

GIIAS 2025 Ramai Pengunjung, Tapi Bosnya Khawatir Ada "Rojali" dan "Rohana"

GIIAS 2025 Ramai Pengunjung, Tapi Bosnya Khawatir Ada "Rojali" dan "Rohana"

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 17:34 WIB

Terkini

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:04 WIB

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:42 WIB

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:35 WIB

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB

6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB