Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kenaikan Biaya Pendidikan Ancam Inflasi RI

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 01 Agustus 2025 | 16:14 WIB
Kenaikan Biaya Pendidikan Ancam Inflasi RI
Ilustrasi biaya pendidikan (Elements Envato)

Suara.com - Kenaikan biaya pendidikan di tahun ajaran baru, yang seharusnya menjadi kabar baik bagi dunia sekolah, kini justru menjadi momok bagi stabilitas harga. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, dampak kenaikan ini akan terus menghantui inflasi nasional hingga September mendatang. Kok bisa?

Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menjelaskan bahwa fenomena ini lumrah terjadi secara historis. Kenaikan biaya sekolah, yang puncaknya di bulan Juli seiring dimulainya tahun ajaran baru, memiliki efek domino yang berlarut-larut dalam perhitungan inflasi.

"Berdasarkan data historis kelompok pendidikan masih berpotensi memberikan andil terhadap inflasi pada 2 bulan berikutnya Agustus dan September," kata Pudji dalam konferensi pers, Jumat (1/8/2025).

Saat ini saja, kelompok biaya pendidikan sudah memberikan andil signifikan. Pada Juli 2025, kelompok ini menjadi salah satu komponen inti inflasi dengan kenaikan sebesar 0,13 persen, dan memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan berkontribusi adalah biaya SD, SMP, SMA, bimbingan belajar, dan biaya taman kanak-kanak.

Secara rinci, biaya kelompok sekolah dasar menyumbang andil inflasi sebesar 0,02 persen, sementara biaya pendidikan SMP, SMA, bimbingan belajar, dan taman kanak-kanak masing-masing menyumbang andil inflasi sebesar 0,01 persen.

Data BPS menunjukkan, pada Juli 2025 terjadi inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan (month-to-month), atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 108,60. Secara tahunan (year-on-year) terjadi inflasi 2,37 persen, dan secara tahun kalender (year-to-date) terjadi inflasi 1,69 persen.

Penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan minuman dan tembakau, dengan inflasi 0,74 persen dan andil inflasi sebesar 0,22 persen. Di kelompok ini, beras menjadi biang kerok utama dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen.

Komoditas lain yang turut andil dalam inflasi Juli adalah tomat dan bawang merah (masing-masing 0,05%), cabai rawit (0,04%), bensin (0,03%), serta telur ayam ras (0,02%). Biaya sekolah dasar juga masuk dalam daftar ini dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen, menunjukkan betapa biaya pendidikan sudah menjadi beban ganda bagi masyarakat, berdampingan dengan kebutuhan pokok lainnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Jeroan Neraca Perdagangan RI yang Surplus 62 Bulan Beruntun

Melihat Jeroan Neraca Perdagangan RI yang Surplus 62 Bulan Beruntun

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 15:33 WIB

Tarif Trump 19 Persen Berlaku 7 Agustus, AS Masih Jadi Penyumbang Surplus Terbesar RI

Tarif Trump 19 Persen Berlaku 7 Agustus, AS Masih Jadi Penyumbang Surplus Terbesar RI

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 15:12 WIB

Suara Live: 3 Bulan Nganggur, Rekening Diblokir? Kebijakan PPATK Ini Tuai Kontroversi!

Suara Live: 3 Bulan Nganggur, Rekening Diblokir? Kebijakan PPATK Ini Tuai Kontroversi!

Video | Kamis, 31 Juli 2025 | 16:09 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB